Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri megulung lor. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan


PITURUH ( KoranPurworejo.com ) --ADA yang unik dan menarik, ditengah penyelenggaraan Pilkada Gubernur Jateng Tahun 2018, yang diselenggarakan Rabu ( 27/6/2018 ). Keunikan tersebut setidaknya terjadi di Desa Megulung Lor Kecamatan Pituruh, Purworejo. Dimana Ketua KPPS di TPS 02 , RT 01 RW 02 Desa Megulung Lor, diketuai oleh Ahmad Luthfi Khakim ( 24 th ), yang keberadaan tubuhnya memiliki kebutuhan khusus. Secara fisik Luthfi  hanya memiliki tinggi badan tidak lebih dari 1 meter. Namun kecerdasan Luthfi yang lulusan SMK itu tidak diragukan.

Meskipun kecil, Luthfi juga punya kepemimpinan di lingkungannya. Bahkan untuk menjadi Ketua KPPS pun, bukan atas keinginannya. Tapi atas pilihan kesepakatan anggotanya.

" Dengan siapapun , saya tidak pernah minder Pak, saya juga punya hak hidup yang sama dengan yang lain. Belum tentu yang lebih gagah , akan lebih baik dimata Allah, daripada saya ", ungkapnya pada Wartawan KoranPurworejo.Com.
 Sebagai Ketua KPPS, Luthfi pun  memimpin 6 anggotanya ( masing masing : Eko Prasetiyo,Bagus Kurniawan, Siti, Dwi S, Parnomo dan Wagiyem ). 

Sebagaimana seorang pemimpin, pagi tepat pukul 07. 00 WIB Luthfi memimpin koordinasi kepada 6 anak buahnya. Seraya memberikan petunjuk teknis, serta beberapa kewajiban penyelenggaraan Pemungutan suara di TPS 02 di desanya

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 02 Desa Megulung Lor sendiri ada 382 jiwa pemilik suara.  Dari penjelasan Luthfi, semua telah berjalan dengan lancar sesuai prosedur petunjuk teknis.

Bagi Luthfi, menjadi  KPPS  adalah pengalaman pertama. Ia mengaku , " Pokoknya harus diniati dengan berfikir positif."  Tandas Luthfi.
Informasi yang dihimpun KoranPurworejo.com, meskipun Luthfi hanya punya tinggi badan kurang dari 1 Meter, namun Luthfi termasuk aktif di organisasi kepemudaan di desanya. Ia juga aktif  sejak masih sekolah di SMK.

Pikirannya cerdas ,  kepemimpinannya juga ada. Sehingga  ia dipilih jadi Ketua KPPS. Faktanya Luthfi bisa sukses jadi ketua penyelenggara.  Ini sekaligus menyimpulkan, bahwa dijaman modern ini pikiran lebih berharga daripada fisik.  Kekurang sempurnaan fisik, bukan jadi penghalang untuk hidup maju.( Barep ).



Pituruh
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenPurworejo
Pemerintahan
 • Camat Ibu Siti Choeriya,STP,MM
Luas71 km²
Jumlah penduduk52.089 (tahun 2000)[1]
Kepadatan732 jiwa/km²
Desa/kelurahan49



Pituruh adalah sebuah kecamatan di Kabupaten PurworejoProvinsi Jawa TengahIndonesia. Kecamatan Pituruh berada disebelah barat dari wilayah Kabupaten Purworejo yang berbatasan langsung dengan dua kabupaten sekaligus yakni Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo. Jarak Kecamatan Pituruh dengan pusat Kabupaten Purworejo sekitar 24 kilometer melalui Kutoarjo. Luas wilayah Kecamatan Pituruh yakni 71 km² yang terbagi menjadi 49 Desa. Jumlah penduduk Kecamatan Pituruh hingga Tahun 2000 sebanyak 52.089 Jiwa dengan kepdatan penduduk 732 jiwa/km². Pusat pemerintahan Kecamatan Pituruh terletak di Desa Pituruh.

Desa/kelurahan

Batas-batas Wilayah

  1. Sebelah Barat : Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo
  2. Sebelah Timur : Kecamatan Bruno dan Kecamatan Kemiri
  3. Sebelah Utara : Kabupaten Wonosobo
  4. Sebelah Selatan : Kabupaten Kebumen dan Kecamatan Butuh

Geografi

Wilayah Kecamatan Pituruh secara umum terdiri dari dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian sekira 10-1.000 meter diatas permukaan air laut (Mdpl). Wilayah utara Kecamatan Pituruh yang berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo berupa perbukitan hingga pegunungan dengan titik tertinggi berada di Gunung Rawacacing (1.035 Mdpl) yang masuk wilayah Desa Pamriyan. Gunung-gunung lainnya diantaranya Gunung Pacet (840 m), Gunung Kembang (716 m) dan Gunung Bawuk (709 m). Sedangkan disebelah selatan berupa dataran rendah. Kecamatan Pituruh yang beriklim tropis dengan dua musim dalam satu tahunnya yaitu musim kemarau dan penghujan, dengan suhu udara pada siang hari berkisar antara 22 - 33 derajat Celcius. Sejumlah sungai yang melintasi Kecamatan Pituruh seperti Sungai Kedunggupit, Sungai Lesung, Sungai Kaligintung dan Sungai Sawangan.

Penduduk

Sebagian besar penduduk Kecamatan Pituruh berprofesi sebagai petani, buruh tani, Ibu Rumah Tangga, Wiraswasta dan PNS. Umumnya penduduk usia produktif pergi merantaau atau bersekolah ke kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek), Kota BandungKota SemarangKota SurabayaKota YogyakartaKota SurakartaPurwokerto dan sejumlah kota besar di luar pulau seperti SumateraBali, dan Kalimantan. Mayoritas penduduk Kecamatan Kemiri beragama islam. Jenjang pendidikan yang dicapai penduduk di wilayah ini adalah hingga Universitas meski sebagiaan besar tamatan Sekolah menengah pertama.

Sekolah

  • Tingkat TK
  1. Sekolah Taman Kanak-kanak berada hampir di setiap desa dengan jumlah maksimal terdapat 3 TK disetiap desanya.
  • Tingkat SD
  1. Sekolah setara sekolah dasar (SD) negeri berada disetiap desa. Desa yang memiliki lebih dari satu SD berada di Desa Prapag Lor, dan Desa Kaligintung.
  • Tingkat SLTP
  1. SMPN 20 Purworejo
  2. SMPN 40 Purworejo
  3. SMP PGRI Pituruh
  4. SMP PMB Pituruh
  5. SMP Muhammadiyah Pituruh
  • Tingkat SLTA
  1. SMAN 10 Purworejo
  2. SMA Muhammadiyah Pituruh
  3. SMK Patriot Pituruh

Sarana dan Prasarana

Kecamatan Pituruh dilintasi jalan Kabupaten yang menghubungkan beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo diantaranya ruas Pituruh - Kemiri yang juga menyambung ke ruas jalan provinsi Kabupaten Kebumen - Kabupaten Wonosobo dibagian barat maupun dengan ruas jalan penghubung Kutoarjo - Kecamatan Bruno - Kabupaten Wonosobo. Selain itu terdapat ruas Pituruh - Kecamatan Butuh yang melintasi jalan nasional Pulau Jawa. Sarana dan Prasarana pendukung lainnya baik formal maupun informal diantaranya:
  • Masjid
  • Mushola/ Langgar
  • Gereja
  • Puskesmas
  • Polsek
  • Koramil
  • Bank
  • Minimarket
  • Pasar Tradisonal
  1. Pasar Pituruh di Desa Pituruh
  2. Pasar Dlisen di Desa Dlisen Wetan
  3. Pasar Brengkol di Desa Brengkol
  4. Pasar Prapag di Desa Prapag Kidul
  5. Pasar Kenthu di Desa Kalikotes
  6. Pasar Wonoyoso di Desa Wonoyoso

Potensi

Kecamatan Pituruh memiliki banyak potensi mulai dari agribisnis meliputi pertanian dan peternakan maupun potensi pariwisata. Bahkan untuk menampung potensi dari berbagai wilayah di Kecamatan Pituruh digelar acara Pituruh Expo setiap tahunnya dan menjadi icon Kecamatan Pituruh. Dari sektor Pariwisata wilayah ini memiliki sejumlah potensi wisata diantaranya:
  1. Gunung Kembang di Desa Somogede[2]
  2. Air Terjun Pendowo di Desa Somogede
  3. Gua Gong di Desa Kesawen[3]
  4. Desa Wisata Pamriyan di Desa Pamriyan
  5. Gua Pencuk Peninggalan Ir. Soekarno di Desa Ngandangan
  6. Curug Putren di Kaligintung

Sumber : id.wikipedia.org

Advertisement


Nama Desa/kelurahan 




KALIKOTES, (pituruhnews.com) Menyambut Tahun Islam, 1 Muharram 1440 H. Majlis Ta'lim Miftahul Huda menyelenggarakan santunan anak yatim, yang dana santunan tersebut berasal dari Paguyuban Warga Perantauan Desa Kalikotes yang tergabung dalam wadah Keluarga Kalikotes (Kekal), Selasa (11/09/2018).

Santunan anak yatim pada tahun ini merupakan yang ke-22. Dengan mengundang puluhan anak yatim di sejumlah desa di Kecamatan Pituruh menerima santunan berupa uang. Penyerahan santunan dilaksanakan bersamaan dengan pengajian majlis taklim Miftahul Huda yang digelar Desa Kalikotes. Santunan anak yatim tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setahun sekali dalam rangka menyambut tahun baru hijriyah.

Cikal bakal terbentuknya santunan anak yatim ini, yaitu pada tahun 1996 bapak Kyai Muhthohar Hasan awalnya mendirikan Santunan di Majlis Ta'lim dan pada acara peringatan tahun baru Islam, dengan diadakan santunan anak yatim yang awalnya hanya satu anak.


Dalam acara santunan ini hadir Forkompimca (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan), yaitu Camat Pituruh yang diwakilkan oleh Sankan Rahayu, S.Sos, Kapolsek Pituruh yang diwakilkan oleh Aiptu Ngadino, Danramil/09 Pituruh Kapten Infantri Ariyadi, Akhmad Ngafifurrohman, S.Pd.I anggota DPRD Kabupaten Purworejo, dan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat serta perwakilan warga perantauan Kekal.

Pengajian umum dalam rangka memyambut tahun baru islam 1440 H, dengan penceramah oleh Ibu Nyai Hj. Nur Kholisoh Ahmad Abdul Haq dari Purworejo, dan dimeriahkan hadroh SMA N 10 Purworejo.


H Rajiyo sesepuh dari Kekal,  mengungkapkan seiring perkembangan teknologi serta maraknya media sosial, warga perantauan dari Desa Kalikotes semakin mudah berkomunikasi antara satu sama lain. Sehingga, Kekal saat ini sudah berkembang cukup besar hingga ke berbagai daerah di tanah air.

"Termasuk dalam proses menghimpun dana santunan anak yatim ini. Ini tidak hanya berasal dari perantau yang berada di Jakarta saja. Namun juga dari daerah lain seperti Kalimantan, Sumatera, Papua serta kota-kota besar di Indonesia bahkan sampai luar negeri," katanya.

"Dengan adanya santunan anak yatim tersebut, diharapkan dapat memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim penerima santunan di Bulan Muharam yang merupakan hari lebarannya anak-anak yatim" Katanya.


Sementara itu, panitia kegiatan Djarun mengatakan, dana santunan yang berhasil dihimpun mencapai Rp 30.500.000. Selain dari warga perantauan, sumber dana juga dari amal jariyah dari jamaah pengajian yang hadir saat santunan itu digelar.

"Anggaran dana yang dihimpun dari warga perantauan dari kekal Rp 17.130.000, dari bandung Rp 500.000, Sedangkan dari hasil jariyah para hadirin semua sebesar Rp 13.002.500," kata Jarun saat memberikan laporan hasil santunan.

"Dana sebesar itu seluruhnya dibagikan kepada anak-anak yatim. Penerima tidak hanya berasa dari Desa Kalikotes semata. Namun anak-anak yatim dari sejumlah desa tetangga juga diberikan santunan" Katanya.

"Jumlah anak yatim yang diberikan santunan sebanyak 25 anak dari Desa Kalikotes serta desa-desa sekitar seperti Megulung Lor, Prapag Lor, Polowangi dan Kesawen. Masing-masing anak memperoleh Rp 1.220.000," katanya. (lk-ltf)

PITURUH, (pituruhnews.com) - Jaringan Gusdurian bekerjasama dengan kitabisa.com memberikan bantuan kepada ahli waris almarhum Nurhadi, Panitia Pengawas Pemilu Desa Megulung Lor Kecamatan Pituruh yang gugur saat menjalankan tugas pada Pemilu 2019 lalu.

Bantuan sebesar Rp 3.900.000 tersebut secara simbolis diserahkan oleh Koordinator Jaringan Gusdurian Kabupaten Purworejo dan diterima oleh perwakilan dari keluarga, Nuruddin adik Nurhadi bersama ketiga orang putrinya, pada Jum'at, 16/08/2019.
penyerahan bantuan
Muhammad Hidyatullah, Koordinator Jaringan Gusdurian Purworejo mengungkapkan, secara nasional Jaringan Gusdurian memberikan santunan kepada keluarga atau ahli waris 51 orang yang meninggal saat menjalankan tugas pada Pemilu 2019 lalu.

"Sebagai komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi, Jaringan Gusdurian turut serta mendukung penyelenggaraan pemilu 2019 secara damai dan demokratis sesuai dengan prinsip-prnsip yang diajarkan Gus Dur," terangnya.

Dikatakannya, Jaringan Gusdurian Kabupaten Purworejo menjadi bagian dari relawan yang menyalurkan bantuan yang dihimpun oleh Seknas Jaringan Gusdurian karena kebetulan salah satu korban meninggal berada di area Purworejo.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan seknas maupun relawan di daerah agar penyaluran ini berjalan optimal dan tepat sasaran. Kami berharap semoga para keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kekuatan dan ketabahan pasca ditinggalkan almarhum/ almarhumah yang gugur dalam bertugas,” katanya, Selasa Siang, 20/08/2019.

Lebih lanjut Hidayat mengatakan, meski santunan ini dipandang tidak bisa mengganti kerugian imateril keluarga, namun pihaknya berharap hal ini bisa menjadi pengingat bahwa duka keluarga yang ditinggalkan merupakan duka kita semua.
gusdurian purworejo
Sementara itu, mewakili pihak keluarga, Nuruddin mengaku senang dengan adanya perhatian dari berbagai kelangan aas meninggalnya sang kakak termasuk dari Jaringan Gusdurian. Bantuan tersebut sama sekali tidak ia duga sebelumnya. Menurutnya, bantuan tersebut sangatlah bermanfaat untuk menunjang biaya pendidikan untuk anak-anak yatim yang ditinggal ayahnya.

"Kami sangat berterima kasih sekali atas kepedulian terhadap keluarga. Anak-anak muda seperti inilah yang dibutuhkan oleh bangsa. Pesannya untuk selalu meneruskan nilai-nilai Gus Dur karena beliau adalah seorang ulama yang juga seroang negaawan yang sangat peduli terhadap negara," kata Nuruddin. (lk)

MEGULUNGLOR, (pituruhnews.com) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan santunan kepada kedua panwas yang meninggal dunia saat menjalankan tugas pengawasan, kedua panwas yaitu Nurhadi dan Muchtarom. Dana santunan diberikan secara non tunai yang masuk ke rekening atas nama kuasa ahli waris dari keluarga.

Santunan tersebut diberikan kepada keluarga Nurhadi yang merupakan Pengawas Pemilu Desa Megulung Lor, Kecamatan Pituruh. Dan keluarga, Muchtarom Pengawas TPS 08 Desa Kalisemo Kecamatan Loano.
Keluarga Nurhadi
Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Purworejo, Didik Budi Prasetyo, S.Sos mengatakan dana santunan diberikan langsung oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah ke masing-masing keluarga.

"Bawaslu Kabupaten Purworejo bertugas melengkapi berkas administrasi dan mengawal pemberian dana santunan tersebut ke pihak keluarga. Bawaslu juga memastikan agar dana santunan itu diterima oleh pihak keluarga serta dapat dipertanggungjawabankan”, kata Didik, Senin 10/6/2019.

Menurut Didik, dana santunan yang diterima oleh petugas yang meninggal dunia sebesar 36 Juta Rupiah. Dana santunan diharapkan dapat dipergunakan untuk kebutuhan pendidikan anak-anak almarhum.

"Bawaslu telah melakukan konfirmasi ulang terkait dana santunan. Sebelum lebaran kemarin, informasi yang kami terima dana santunan sudah masuk ke rekening. Setelah menerima, harapannya dana dapat digunakan untuk menunjang pendidikan anak-anak", katanya.

Kedua almarhum kini meninggalkan anak-anak yang masih dibawah umur. Nurhadi meninggalkan tiga orang putri yang kini diasuh oleh ibu dan neneknya. Tetapi sebelum Nurhadi meninggal, status ibunya sudah cerai. Berbeda dengan Muchtarom yang meninggalkan seorang putra. Kemudian status anak menjadi yatim piatu karena sepuluh bulan sebelumnya ibunya telah meninggal," imbuh Didik.
 
Keluarga Muctarom
Sementara itu Siti Maryam, ibu dari Nurhadi mengatakan dana santunan kecelakaan kerja penyelenggara pemilu memberikan kuasa sepenuhnya kepada Nurrudin.

"Sepenuhnya dana santunan diberikan kuasanya kepada Nurrudin, adik kandung almarhum. Dana santunan sudah kami cek dan sudah masuk ke rekening", kata Siti Maryam.

Adik kandung almarhum Nurhadi, menerima kuasa ahli waris untuk mengurus dana santunan karena ketiga anaknya belum cakap umur. Begitu juga dengan Ahli waris Muctarom, sepenuhnya ibu kandung almarhum, atas nama Tasmah yang menjadi kuasa atas ahli waris dari dana santunan kecelakan kerja.

Tim verifikator sekretariat Bawaslu Purworejo, Eva Prananingrum, S.H menjelaskan sebelum menerima dana santunan kecelakaan kerja  telah dilakukan verifikasi data yang dibutuhkan untuk dikirim ke Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

“Kecelakaan kerja yang masuk kategori berat dan sedang masih dalam tahap verifikasi di tingkat provinsi. Setelah itu nantinya dana santunan akan diberikan”, katanya.

Menurut data dari Bawaslu ada 12 orang panwas yang mengalami sakit, Bawaslu kabupaten melalui sekretariat sudah berusaha mensupervisi dan melengkapi syarat, dan semoga semua bisa mendapat santunan", tutupnya. (ltf)
Diberdayakan oleh Blogger.