Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri peristiwa. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Jalan Sepanjang 75 Meter Hancur Disapu Longsor Dahsyat, Akses Pituruh - Bruno Lumpuh Total

Pituruh,(purworejo.sorot.co)--Hujan berintensitas tinggi yang terjadi di wilayah Kabupaten Purworejo dalam beberapa hari terakhir berdampak terjadinya longsor di beberapa titik. Setelah peristiwa longsor yang terjadi di Kecamatan Kaligesing dan nyaris menggerus rumah warga pada Senin (16/10/2017) sore kemarin, pada malam harinya hal yang sama juga terjadi di Desa Pamriyan, Kecamatan Pituruh.
Sebuah tebing yang terletak tepat di samping jalan Bruno – Pituruh ambrol pada sekitar pukul 21.00 WIB. Longsor yang terjadi cukup dahsyat lantaran sampai menyapu jalur jalan hingga ke bawah. Akibatnya, jalan sepanjang 75 meter ambles dan ikut tersapu longsor. Material jalan berupa aspal pun terkelupas dan ikut terseret material longsor ke bagian bawah tebing. Beruntung pada kejadian tersebut, tak sampai ada korban jiwa karena kondisi jalan memang tengah lengang.
Salah seorang warga setempat, Laras Pandulu mengungkapkan, besarnya material longsor yang terjadi pada tebing setinggi 20 meter membuat Jalan Bruno – Pituruh tak lagi bisa dilalui alias lumpuh. Lumpuhnya akses mengakibatkan tiga dusun yaitu Dusun Limbangan, Menggur dan Kesodan terancam terisolasi. Kendaraan baik roda dua maupun roda empat atau lebih tak bisa melalui jalan.
Karena belum bisa dilalui karena material longsor memang cukup banyak, jika ingin pergi ke Kecamatan Pituruh, warga 3 dusun tersebut harus memutar melewati Kecamatan Bruno,” ungkap Laras, Selasa (17/10/2017) pagi.
Sementara itu, salah seorang perangkat Desa Pamrian, Senen mengatakan bahwa peristiwa longsor yang terjadi pada kali ini menjadi yang paling parah. Sebelumnya, longsor memang pernah terjadi pada tahun 2006 silam, namun tak separah pada yang terjadi pada tahun 2017 ini.
Ini kejadian longsor yang paling parah. Untung ini terjadi di lahan pertanian dan bukan pemukiman sehingga tidak sampai timbul korban. Kalau sampai terjadi di pemukiman bisa merenggut banyak korban karena memang longsor sangat dahsyat,” urai dia.
Ia melanjutkan, tak hanya akses jalan yang terputus, aliran listrik ke Desa Pamrian juga ikut terputus. Pasalnya, material longsor menerjang empat tiang listrik yang ikut roboh.
"Karena keterbatasan peralatan, kami belum bisa melakukan tindakan," imbuhnya
Lebih lanjut Senen mengatakan, terkait peristiwa ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan sudah melaporkan kejadian ini ke Kecamatan Pituruh. Informasi terakhir BPBD akan menurunkan alat berat ke lokasi longsor untuk membersihkan material longsor..
"Kita tinggal menunggu semoga cepat di tangani," harap dia. (Dana Nur Sehat)


Sumber : purworejo.sorot.co 

PREMBUN, (pituruhnews.com) - PN (61th) warga Desa Brengkol, Kecamatan Pituruh, Purworejo seorang pencari belut ditemukan meninggal di persawahan, Senin pagi, 24/02/2020.

Dilansir media online KebumenUpdate.com bahwa peristiwa terjadi sekira pukul 10.30 WIB, di pinggir sawah Desa Sidogede, Kecamatan Prembun, Kebumen.

Diungkapkan , salah seorang saksi Eko (35th) warga setempat mengaku sempat menolong korban saat kejang di tengah sawah. Saat itu Eko sedang berjalan kaki menuju lahan persawahan miliknya sekira pukul 08.30 WIB.

Korban kala itu sempat mengungkapkan sedang sakit, lalu oleh saksi ditepikan. Setelah kondisi membaik, Eko meninggalkan korban.

Namun sekira pukul 10.30 WIB, korban ditemukan oleh warga dalam posisi terlentang dan sudah meninggal dunia. Selanjutnya peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Prembun. Polsek Prembun dan tim Inafis Polres Kebumen yang datang ke lokasi, segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi.

“Dari hasil olah TKP, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau tanda yang mengarah ke tindak pidana. Kuat dugaan, korban meninggal karena sakit yang dideritanya,” kata Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dimintai dikonfirmasi.

Pernyataan polisi diperkuat oleh keterangan tim medis Puskesmas Prembun yang juga datang ke lokasi. Hasil pemeriksaan tim medis pada tubuh korban tidak ditemukan tanda penganiayaan. Jasad korban telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman. (ndo)
Advertisement

BAYAN, (pituruhnews.com) – Taman Kanak-kanak (TK) di Purworejo, Jawa Tengah terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kejadian ini sempat membuat panik warga sekitar. Terlebih lokasi kebakaran berada di tengah permukiman penduduk.

Kebakaran menimpa TK Mawar Pertiwi di Desa Besole, Kecamatan Bayan, Purworejo pada Sabtu (27/7/2019) siang. Mendapatkan informasi tersebut, petugas pemadam kebakaran langsung meluncur ke lokasi untuk menjinakkan api.

“Ya siang ini kejadiannya, kami langsung meluncur ke TKP dan berkoordinasi dengan petugas Damkar kemudian berusaha memadamkan api dibantu oleh warga,” kata Kapolsek Bayan, Iptu Sarbini.
kondisi tkp
Untuk memadamkan api, sedikitnya dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air dari BPBD diterjunkan. Beberapa kali mobil harus bolak-balik untuk mengambil air karena kehabisan, sedangkan api tak juga padam. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu meski di pagi hari ada aktivitas para guru di dalam ruangan.

Menurut keterangan salah satu warga, Sigit Muharto (56), awalnya api terlihat dari arah dapur. Melihat kejadian itu, ia pun segera memukul kentongan untuk memanggil warga agar segera memadamkan api dengan alat seadaanya namun tak berhasil.

"Pertama lihat asap, saya kira orang bakar sampah, ternyata TK nya terbakar kemudian warga beramai-ramai memadamkan namun tidak bisa karena apinya besar kemudian kami panggil petugas damkar,” jelasnya.
TKP
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih menghitung jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut. Petugas juga masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. (lt)

Korban Semburan Gas LPG
KEMIRI, (pituruhnews.com)-- Nenek berusia 68 tahun meninggal dengan luka bakar di sekujur tubuh, karena terkena samburan api dari tabung gas didapur rumahnya. Nenek tersebut diketahui bernama Kliwen warga RT 01/RW 02, Desa Kerep, Kecamatan Kemiri, pada Senin  (04/02/2019) pagi.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, insiden itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, ketika korban hendak mengganti tabung gas LPG didekat tungku yang masih menyala. Namun Saat hendak memasang regulator ke tabung gas, terjadi kebocoran pada tabung gas dan langsung disambar api tungku yang dalam keadaan menyala.
Lokasi Kejadian didapur
"Api langsung membesar karene kebocoran gas pada tabung tersebut yang cukup kuat," Kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Sutrisno, Senin siang tadi.

Api langsung membesar karena bocoran gas pada tabung cukup kuat,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Sutrisno, Senin siang.

Akibat peristiwa tersebut, Kliwen meninggal di lokasi kejadian dengan mengalami luka bakar yang serius. "Selain Kliwen, api juga sempat menyambar Nurul Fadila (14) dan Wagiran (69) yang pada saat kejadian berada di dalam dapur. Keduanya mengalami luka bakar pada bagian perut dan tangan," Katanya.

"Karena kejadian begitu cepat, sehingga kedua korban luka tidak sempat menghindar dan mengalami luka bakar,” terang Sutrisno.

Korban meninggal selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan, sedangkan dua korban luka masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo.
Penyerahan Bantuan Logistik
Sementara itu, dadi kejadian tersebut kerugian materiil berupa peralatan dapur yang diperkirakan sekitar Rp 2 juta. Bantuan logistik dari pihak BPBD sudah dikirim ke rumah korban. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa kebakaran tersebut. (ltf)



Pituruh,(pituruhnews.com)--Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Pituruh-Klepu, depan Puskesmas Pituruh, Selasa, (28/08) siang. Tabrakan terjadi antara mobil jenis Toyota Rush bernopol. AA 8732 KL dan sepeda motor jenis Yamaha Mio bernopol AA 4824 MV.
Kanit Laka Lantas Purworejo Ipda T. Puji Puriono menjelaskan,kronologi kecelakaan berawal ketika pengemudi mobil Rush, Muridan (52), seorang PNS warga Desa Butuh RT. 02/RW. 02 Kecamatan Butuh, melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sedang. Dalam waktu bersamaan, melaju dari arah berlawanan motor Mio yang dikendarai Ahmad Al Furkhon (16), seorang pelajar warga Desa Megulung Kidul, Kecamatan Pituruh.
Mobil melaju tidak terlalu cepat, tetapi melewati as jalan sehingga memakan jalur dari arah berlawanan. Motor tidak sempat menghindar sehingga terjadi tabrakan,” jelas Ipda T. Puji Puriono.
Tidak ada korban kiwa dalam peristiwa ini, tetapi pengendara sepeda motor mengalami luka di bagian kepala, birir dan hidung korban mengalami pendarahan. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo untuk mendapatkan perwaran medis. 
Dari hasil olah TKP peristiwa ini diakibatkan kurang hati-hatinya pengendara mobil karena melaju terlalu ke kakan, sedangkan arus kendaraan dari arah berlawanan belum aman. Untuk proses lebih lanjut kedua kendaraan sudah kami amankan di Mapolres,” tandasnya.

Sumber : Purworejo.sorot.co


Pituruh,(pituruhnews.com)--Akibat kelalaian pengendara motor, insiden kecelakaan kembali terjadi di Ruas Jalan Pituruh-Klepu, tepatnya depan Koramil Desa Pituruh, Kecamatan Pituruh, Kamis (26/07) petang. Akibatnya, pengendara motor Honda GL Max dengan Nopol R 5374 KD harus dirawat intensif di rumah sakit
Dari informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa naas ini bermula ketika pengendara motor, Eko Wahyudi (24) warga Tersidilor, Kecamatan Pituruh, melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Pituruh-Klepu. Sesampai di lokasi kejadian, pemotor tidak menyadari ada sebuah kendaraan Becak Motor (Bentor) melaju di depannya. Bentor dikemudikan oleh Wasimin (50), warga Desa Prigelan, Kecamatan Pituruh.
Memang kondisinya sudah agak gelap, sehingga pengendara motor yang melaju dengan cukup kencang menabrak Bentor,” terang Kanit Laka Lantas Purworejo Ipda T. Puji Puriono , Jumat (27/07/2018) sore.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun karena kerasnya benturan menyebabkan pemotor jatuh terkapar di tengah jalan dan mengalami luka di bagian kepala. Warga yang melihat kejadian itu kemudian memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Puskesmas Pituruh. Karena luka yang cukup serius, korban selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Amanah Umat Purworejo. 
Kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kita amankan, untuk korban masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Kecelakaan ini disebabkan karena kurang hati-hati pengendara motor,” tandasnya.

Sumber :  purworejo.sorot.co

Ngeri ! Jalan Sepanjang 10 Meter di Desa Pamriyan Longsor ke Jurang

Pituruh,(pituruhnews.com)--Hujan yang melanda Kabupaten Purworejo beberapa hari terakhir mengakibatkan longsor di jalan yang menghubungkan Desa Pamriyan dengan Desa Wonosido tepatnya di Dusun Bangsal, Desa Pamriyan, Kecamatan Pituruh, Kamis, (01/02/2018) lalu.
Kepala Desa Pamriyan Budi Susilo mengungkapkan, kemungkinan amblasnya sebagian badan jalan tersebut, selain karena intensitas hujan yang cukup tinggi juga kontruksi tanah yang labil.
Ya memang kondisi daerahnya pegunungan, di bagian sisi yang longsor juga terdapat jurang,” jelsanya, Sabtu, (03/02/2018).
Adapun jalan yang longsor lebarnya sekitar dua meter dengan panjang 10 meter. Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan, apalagi kalau tidak segera ditindak lanjuti. Ditambah lagi posisi jalan berada tepat di tepi jurang. 
Peristiwa ini sudah tiga hari dan sampai saat ini belum ada tindakan dari Dinas PUPR Purworejo,” imbuhnya.
Akibat dari peristiwa tersebut, arus lalu lintas di dua desa pun tersendat, yakni Desa Pamriyan dan Wonosido. Walaupun masih bisa dilewati, akan tetapi melihat kondisi jalan yang ambrol sudah sangat membahayakan. Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, dengan panjang sekitar 9 Km yang melintas dari Desa Kaliglagah sampai Desa Pamriya.
Selain akses ke Wonisido, jalan tersebut juga digunakan oleh warga kami untuk ke Kecamatan Pituruh. Dan jika nanti putus total terpaksa kami memutar lewat Kecamatan Bruno,” pungkasnya.

Penulis : Dana Nur Sehat
Sumber : purworejo.sorot.co 

Geger Penemuan Mayat Bayi di Saluran Irigasi Desa Prigelan

Pituruh,(purworejo.sorot.co)--Warga Dusun Jogo Paten, Desa Prigelan, Kecamatan Pituruh digemparkan dengan penemuan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki di saluran irigasi persawahan, Selasa (26/12/2017) pagi.
Kepala Dusun Jogo Paten Sudarmono mengungkapkan, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Isman Ngadiso saat hendak pergi ke sawah. Terkejut dengan apa yang dilihat, Isman Ngadiso lantas langsung memanggil warga sekitar beserta Kadus setempat.
Warga gempar akibat peristiwa itu,” katanya, Selasa siang.
Sementara itu, Waka Polsek Pituruh Iptu Harri Isworo saat dikonfirmasi mengungkapkan, waktu dilakukan evakuasi, kondisi bayi laki-laki tersebut sudah tidak bernyawa. Tim dari puskesmas setempat segera melakukan tindakan medis. Untuk sementara pihaknya belum bisa menyimpulkan umur bayi tersebut. 
"Kami segera melakukan tindakan dengan memberikan garis polisi dan tindakan medis dari puskesmas," ujarnya.
Bayi tersebut memilik berat 2,5 Kg dengan panjang 30 Cm. Kemungkinan besar bayi tersebut baru dilahirkan oleh ibunya dilihat dari kondisi bayi masih tertinggal tali pusarnya.
"Mungkin sengaja dibuang oleh ibunya, karena memang tali pusar bayi naas tersebut masih menempel," imbuhnya.
Lebih lanjut Harri menjelaskan, setelah melakukan evakuasi pihaknya langsung olah tempat kejadian perkara. Dan untuk keperluan penyelidikan, jazad bayi tersebut dibawa ke RSUD Dr.Citro Wardoyo Purworejo untuk dilakukan otopsi.
"Kami belum bisa menyimpulkan terkait peristiwa naas tersebut, dan berharap segera terungkap," pungkasnya.

Penulis : Dana Nur Sehat
Sumber Repost : Purworejo.sorot.co

Akses Jalan dan Aliran Listrik Terputus Akibat Longsor di Pamriyan Tak Bisa Cepat Ditangani 

Pituruh,(purworejo.sorot.co)--Longsor dahsyat yang memutus total jalur antara Kecamatan Bruno-Pituruh, Desa Pamriyan, Kecamatan Pituruh pada Senin (16/10/2017) kemarin tampaknya masih belum bisa ditangani sepenuhnya secara cepat. Hingga saat ini, selain tak bisa mengakses jalan yang ambles akibat tersapu longsor, warga setempat juga harus rela untuk tidak bisa mengakses layanan listrik untuk sementara waktu. Diperkirakan, penanganan terkait kejadian itu masih harus memakan waktu selama beberapa lama mengingat cukup dahsyatnya dampak yang disebabkan longsor tersebut.
Kepala Desa Pamriyan, Budi Susilo menjelaskan pasca terjadinya longsor tersebut, siang tadi, masyarakat bersama petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo sudah melakukan kerja bakti untuk pembersihan material. Proses pembersihan material sendiri telah mendapatkan bantuan alat berat. Namun dikarenakan kondisi longsor memang cukup luas, maka proses pembersihan belum bisa dirampungkan secara cepat.
"Masyarakat harus sedikit bersabar, kemungkinan memang belum bisa ditangani secara cepat. Rencananya besok akan dikerahkan lagi satu alat berat untuk membantu evakuasi material proyek," jelasnya, Selasa (17/10/2017) sore.
Terkait kerugian material, pihaknya masih belum bisa melakukan penghitungan secara pasti. Berdasarkan pantauan awal, selain menyapu jalan sepanjang 75 meter, juga terdapa sekitar seperempat hektar lahan tanaman jagung milik warga yang mengalami kerusakan parah. Terdapat pula perkebunan kepalap dan juga areal persawahan yang ditanami padi.
"Sedangkan untuk akses listrik juga belum bisa ditangani oleh PLN," bebernya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Purworejo, Sigit Ahmad Basuki mengatakan sebagai langkah awal pihaknya menerjunkan alat berat untuk mengevakuasi material longsor. Namun demikian, evakuasi material longsor tersebut itulah yang menjadi satu-satunya kewenangan pihaknya. Mengenai pembukaan akses jalan, hal tersebut merupakan ranah dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR).
Koordinasi masih terus kita lakukan untuk kembali bisa membuka jalan yang terputus,” beber dia.
Sigit menambahkan awal pekan ini pihaknya memantau cukup banyak titik yang mengalami longsor. Peristiwa tanah longsor terutama terjadi di bagian utara Kabupaten Purworejo. Dari pantauan sementara, peristiwa longsor terjadi tiga desa yaitu Desa Giyombong, Karanggedang, Kecamatan Bruno dan Desa Pamriyan di Kecamatan Pituruh. Kondisi terparah menurut Sigit terjadi di Desa Karanggedang di mana ada 10 titik longsor, Desa Giyombong satu titik, dan Desa Pamriyan.
"Kami masih melakukan update pendataan," beber dia. (Dana Nur Sehat)

Sumber :  purworejo.sorot.co

Jatuh Dari Pohon Kelapa, Buruh Pemanjat Tewas Mengenaskan
Pituruh, --Peristiwa tragis terjadi di perkebunan kelapa di Dukuh Jatiwero, Desa Pripag Kidul, Kecamatan Pituruh pada Minggu (15/10/2017) siang kemarin. Seorang pria pembuat gula merah dan pemanjat pohon kelapa tewas setelah terjatuh dari pohon kelapa.
Korban bernama Suyono (50) warga Kabupaten Banyumas, tewas di lokasi dengan luka di sekujur tubuhnya, tergeletak di bawah pohon kelapa yang sebelumnya dipanjatnya.
Salah seorang saksi mata, Achmad Luthfi Khakim (23) yang merupakan warga sekitar, menuturkan, korban ditemukan oleh warga dalam keadaan sudah meninggal dunia. Oleh warga, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah pemilik perkebunan kelapa, H. Gusdai warga Dukuh Jatiwero, Desa Prapag Kidul, Kecamatan Pituruh.
Ia memaparkan, tidak ada satupun orang yang mengetahui peristiwa tragis yang menimpa Suyono. Korban diketahui berpamitan untuk pergi menderes kelapa sejak pukul 08.00 WIB. Baru pada sekitar pukul 11.00 WIB, korban ditemukan tergeletak penuh luka di bawah pohon kelapa.
Kemungkinan Suyono terpeleset saat memanjat karena memang kondisi pohon kelapa sedang licin setelah diguyur hujan semalaman,” ucap dia, Senin (16/10/2017) siang.
Sementara itu, salah seorang petugas medis dari Sedekah Rombongan (SR) yang menangani korban, Kurniawan mengungkapkan, dari pemeriksaan medis yang dilakukan, tidak ditemukan adanya luka-luka bekas penganiayaan di tubuh Suyono. Korban sendiri mengalami patah pada tangan kiri dan memar pada leher. Luka tersebut diduga disebabkan karena jatuh dari pohon kelapa setinggi sekitar 10 meter.
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada korban, korban terluka akibat terjatuh. Karena keluarga korban sudah menerima dan meminta untuk dimakamkan, korban langsung kami antar ke rumah duka di Banyumas," tandasnya.

Sumber : purworejo.sorot.co
Advertisement

PITURUH, (pituruhnews.com) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pituruh pada  Sabtu, (15/02/20) pukul 16.30 WIB mengakibatkan beberapa daerah mengalami bencana alam.

Pada pukul 17.00 WIB debit air kali di Desa Pamriyan meningkat, mengakibatkan kali Desa Sawangan juga mengalami kenaikan debit air sehingga air meluap ke lingkungan warga sekitar. 

Minggu pagi, (16/02/20) Media Online Pituruh mendapatkan kabar bahwa pada pukul 06.00 WIB telah terjadi longsor minor di tebing bahu jalan di Dusun Kesodan RT 008/004, Desa Pamriyan. Kejadian tersebut  diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu sore, (15/02/20). Akibat longsor ini menyebabkan sebagian jalan poros Desa Pamriyan - Kemranggen Kecamatan Bruno tertimbun longosr. Namun akibat longsoran ini jalan masih bisa di lalui kendaraan roda dua, dan tidak ada korban jiwa atau pun kerusakan rumah warga.
lokasi longsor
Informasi yang dihimpun Pituruh News bahwa lokasi longsor cukup jauh dari pemukim. Pada Minggu pagi, warga sekitar melakukan penanganan mandiri secara gotong royong membersihkan bahu jalan yang tertimpa longsoran. Selain di Pamriyan, longsor juga terjadi di Desa Wonosido dengan jumlah 6 titik lokasi yaitu Rt 01, Rt 02, RT 03 (2 ttk), Rt 6, dan Rt 07 Desa Wonosido.

Kejadian di Desa Wonosido tidak ada korban jiwa dan hanya ada sedikit bagian rumah warga yang tertimpa longsor, namun tidak menimbulkan kerusakan.
kerja bakti warga
Diungkapkan, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno bahwa kejadian longsor dibeberapa titik, yaitu desa Pamriyan dan Wonosido kecamatan Pituruh.

Ia menghimbau kepada warga masyrakat kecamatan Pituruh khususnya didaerah rawan longsor, bahwa curah hujan masih ekstrim, warga diminta senantiasa waspada terhadap potensi bencana yang ada.
lokasi longsor
"Saya sangat berterimakasih atas informasi, selalu berkoordinasi dan penanganan secara gotong royong oleh pemerintah desa dan warga, " jelas Yudhie.

"Dengan adanya peristiwa ini, saya berharap sekecil apapun informasi tentang perkiraan ataupun kejadian bencana segera dikoordinasikan bersama pemerintah kecamatan dan BPBD Kabupaten Purworejo." pungkasnya. (lt-bay)

KEMIRI, (pituruhnews.com) - Telah terjadi kebakaran ruko barat Alun-Alun Kemiri, tepatnya di rt 01/04 Desa Kemirikidul pada Jum'at, 16/08/2019 sekitar pukul 14.00.

Kebakaran ini menghabiskan empat ruko ludes terbakar,ruko tersebut yaitu ruko penjual bakso, penjual buah, warung sate dan konter handphone. Belum diketahui sumber api, namun kejadian diduga menyebabkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.
ruko buah habis
Untung, Pemilik Toko Konter HP mengatakan,tidak menyangka tokonya bisa dilahab jago merah, karena ia habis dari tempat hajatan tetangganya.

"Kerugian saya kurang lebih empat ratusa juta, dan akesesories handphone, speaker aktif. Pada saat dikejadian kebakaran hanya ada karyawan satu orang, " ungkapnya.

Warga melaporkan peristiwa itu kepada Pemadam Kebakaran (Damkar) Purworejo. Tiga unit mobil pemadam tiba dilokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurut keterangan saksi Semi, sekitar pukul 14.00 WIB, Penjaga konter Mbak Semi mencium bau terbakar dari belakang kios sate. Kemudian berlari keluar menyelamatkan barang2 dan meminta pertolongan warga, langsung melakukan pemadaman dengan alat seadanya. 
mobil pemadam
Sementara itu, Kasi Damkar Kantor Satpol PP dan Damkar Purworejo Rubino mengatakan, petugas mendapat telepon dari warga sekitar pukul 14.15.

"Kami merespons cepat dan regu pemadam sampai lokasi 16 menit kemudian," katanya.

Sedianya tiga mobil diberangkatkan ke lokasi kejadian, namun satu kendaraan mogok saat tiba di Desa Seren Kecamatan Gebang. Kendati demikian, proses pemadaman tidak terkendala dan api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.

Belum diketahui penyebab kebakaran. "Penyebab dalam penyelidikan kepolisian, kami hanya bertugas memadamkan sehingga tidak sampai meluas. Untuk kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah," pungkasnya. (pr)

PITURUH, (pituruhnews.com) - Nurhadi adalah Petugas Pengawas Pemilu Desa Megulunglor yang meninggal karena sakit pada, Sabtu, 27/04/2019 sekitar pukul 18.00 WIB petang.

Nurhadi mengembuskan nafas terakhir di RS dr Tjitro Wardjojo Purworejo,  dirawat selama 3 hari di ruang High Care Unit (HCU). Sempat dirawat di Puskesmas hingga dirujuk ke rumah sakit akibat kelelahan mengurusi agenda Pemilu.

Pemakaman jenazah Nurhadi dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB di pemakaman umum desa Megulunglor. Dirumah duka dihadiri ratusan pelayat untuk mengantarkan peristirahatan terakhirnya, turut hadir juga Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo Nur Kholiq beserta 5 Komisionernya.
Pada saat akan dibawa kepemakaman
Nur Kholiq mengatakan, kami atasnama keluarga besar Bawaslu Kabupaten Purworejo merasa kehilangan, atas wafatnya saudara Nurhadi sebagai Pengawas Pemilu Desa Megulunglor, Kecamatan Pituruh.

Tentu seperti wujud keprihatinan, mengenang jasa-jasa almarhum, kami berlima bersepakat, bahwa nama almarhum akan diabadikan salah satu nama ruang sidang Bawaslu Kabupaten Purworejo yaitu mengenang jasa almarhum. Karena yang kami tahu sejak awal dilantik sampai kemudian di panggil oleh Allah SWT, almarhum mempunyai loyalitas dan dedikasi yang tinggi, tidak ada cacat kinerja sama sekali. 

"Almarhum betul betul gugur pada saat menjalankan tugas mengawasi tahapan Pemilu 2019. Soal kelanjutan 3 anak almarhum akan dimusyawarahkan dengan keluarga, yang jelas peristiwa ini sudah disampaikan ke tingkat provinsi maupun RI, "Tutupnya. (ltf)

PITURUH, (pituruhnews.com) - Tepat di tanggal 08 Maret 2019, media lokal informasi berita Pituruh News genap berusia dua tahun. Pituruh News merupakan media informasi yang mengedepankan potensi lokal dan peristiwa diseputaran kecamatan Pituruh.

Dengan hadirnya Pituruh News diharapkan bisa membawa perubahan dibidang informasi. Pituruh didirikan pada 08 Maret 2017, berawal hanya mendirikan halaman facebook pada bulan september 2018 bertambah dengan menambah website pituruhnews.com, pendiri Pituruh News adalah Achmad Luthfi Khakim salah satu pemuda desa Megulunglor, Kecamatan Pituruh.
Acara Doa Tasyakuran
Pada Jum'at Siang, Crew Pituruh News merayakan tasyakuran anniversary 2nd Pituruh News yang bertempat di Rumah Makan Tinora Pituruh.

Slogan Pituruh News yaitu Akurat, Bermartabat dan Bermanfaat yang berarti saksama dalam mencermati berita dengan tepat, benar, bobot, serta bermanfaat bagi kalangan masyarakat khususnya kecamatan Pituruh dan sekitarnya.

Achmad Luthfi Khakim selaku pendiri Pituruh News mengatakan, dengan hadirnya Pituruh News berharap bisa memberikan informasi yang lebih bermanfaat, untuk kalangan masyarakat seputaran Pituruh, serta para perantau yang tidak ingin ketinggalan kabar kondisi terbaru didaerahnya.

"Pituruh News merupakan salah satu karya anak muda, yang berkeinginan agar wilayah Pituruh dapat menjadi kecamatan smartcity (kota cerdas) dengan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa meski hanya dilingkup kecamatan namun tetap ada informasi yang perlu diketahui setiap saat," Ungkapnya.

Berharap jaringan Informasi yang diperoleh crew Pituruh News lebih luas, terutama untuk desa-desa dikecamatan Pituruh yang masih terkendala informasi, bisa lansung menghubungi crew Pituruh News.
Potong Tumpeng
"Ayo angkat bersama dengan memunculkan potensi daerahnya masing-masing, dalam kesempatan ini hadirnya Pituruh News sekaligus menyambut Romansa Purworejo 2020 (Ayo Otw Purworejo) dan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. Harapannya bisa berdampak dikabupaten Purworejo dan kecamatan Pituruh. Dalam waktu dekat ini Pituruh News juga berencana akan mengadakan sebuah kegiatan dengan tema mengangkat karya, budaya lokal yang ada dikecamatan Pituruh dan melibatkan masyarakat Pituruh," Tutupnya. (pr)

 Pengibaran Bendera Merah Putih (bay)

PITURUH, (pituruhnews.com) 73 tahun yang lalu bertepatan juga dengan hari jum'at, Pukul 10.00  WIB dijalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta Pusat. Dibacakan naskah proklamasi  oleh Ir. Soekarno dengan di dampingi Drs. Moh Hatta sebagai tanda terbebasnya Negara Indonesia dari Penjajahan. Di hari yang sama bertempat di Lapangan Widoro Desa Pituruh dilaksanakan upacara Pengibaran Bendera Sang Merah Putih, dalam Rangka Dirgahayu Republik Indonesia  sebagai bentuk peringatan peristiwa tersebut.

 
 Penyerahan Bendera Merah Putih (foto riphai)

Dimulai pukul 09.30 WIB, inspektur upacara , yaitu Ibu Siti Choiriyah, S.STP selaku Camat Pituruh masuk ke lapangan upacara. upacara yang dipimpin oleh Pelda Parino,  pembawa bendera Rahma Putri, dan Pengibar Bendera oleh Akhya Imam Septiyan, Puspa Sulistyaningrum, serta Panggih Widodo dari SMA N 10 Purworejo.
Upacara ini diikuti oleh Kapolsek Pituruh Akp Junani Jumantoro, Danramil/09 Pituruh Kapten Ariyadi, 49 Kepala Desa, serta diikuti siswa-siswi dari SD/ SMP/Mts, SMA/MA se Kecematan Pituruh, KKN UII dan Pasnwascam Pituruh, dan Tamu Undangan.

Tamu Undangan (bay)

"Peserta upacara ini berjumlah 1054 yang dibagi menjadi 34 pasukan pleton yang terdiri setiap pasukan berjumlah 31 orang" ujar Sunarto, S.Pd.,MM.Pd.
Setelah Upacara ini berakhir dilanjutkan dengan pawai peserta upacara sampai depan halaman kecamatan Pituruh. Dalam pawai tersebut dibarengi dengan lomba gerak jalan. Adapun  kriteria penilaian lomba yaitu keutuhan, keseragaman, kedisiplinan, dan kekompakkan. 

 peserta pawai (riphai)
Pawai ini juga diikuti oleh Grup Dramband SMP PMB Pituruh, Mts Ma'arif NU Pituruh, SMK Patriot Pituruh, MA Ma'arif NU Pituruh, juga kesenian Cing Pho Ling Kesawen dan Kuda Kepang Ngampel.
Sementara itu, disekitar tempat upacara terdapat  pertunjukan kesenian daerah dari berbagai group kesenian di Kecamatan Pituruh. (ltf-bay)


PITURUH (KORANPURWOREJO.COM) -- MINGGU (5/8/18) Lapangan Aula Kecamatan Pituruh, sejak pagi sudah dipadati para pengunjung dari berbagai penjuru desa di wilayah Pituruh dan  sekitarnya.

Pasalnya, di Lapangan Aula Kecamatan Pituruh digelar acara 'GREBEG KAMPUNG' oleh salah satu TV swasta TA tv Solo, yang bekerja sama dengan salah satu produk Mie Instan.

Tak-hayal hiburan  langka itu pun jadi menyedot ribuan  pengunjung tua muda berjoget ria dengan suguhan lagu lagu dari artis dangdut, biduan dari Purworejo
Host yang piawai, serta para biduan yang memberi hiburan gratis ini, membawa larut pengunjung. Suasana gembira, bernuansa hiburan rakyat tersebut, menjadi kesan tersendiri bagi pengunjung yang hadir.

Camat Pituruh, Siti Choiriyah menjelaskan,
Pada acara 'Grebeg Kampung' juga disertakan berbagai kegiatan Edukasi masyarakat.
Diantaranya Senam masal Ibu ibu, Lomba mewarnai tingkat anak anak, serta lomba memasak berbahan khusus Mie dari sponsor acara.
Acara tersebut digelar bekerja sama dengan Organisasi PKK setempat. Juga dihadiri Ibu Ketua PKK Kab Purworejo, Hajah Fatimah Agus Bastian.

Beruntung bagi warga Pituruh, karena Acara Grebeg Kampung yang disponsori oleh salah satu Mie Instan dan Live di TA tv Solo, untuk  satu Kabupaten hanya dipilih di Pituruh.

Bagi masyarakat pituruh, acara ' Grebeg Kampung ' yang Live di TA tv Solo, dengan hiburan Dangdut, merupakan peristiwa yang unik. Apalagi dari pagi hingga siang Biduan biduan cantik, Host yang menggelitik terus beraksi tak letih letih menyuguhkan lagu lagu yang lagi In.

Selain itu, salah satu  sponsor Produk Mie Instan, juga membagi bagikan kupon Voucher (pembelian murah) bagi para pengunjung dan peserta lomba.

Acara yang dimulai dari pukul 07.00 itupun  meninggalkan banyak kesan. Seperti diungkapkan Ny. ANita Kristiani ( senior penggerak PKK Pituruh).

" Acara 'Grebeg Kampung' woow, menarik dan sangat menghargai PKK. Pituruh sungguh beruntung ketiban acara dahsyat ini. Apalagi satu Kabupaten hanya di pilih satu event dan hanya di Pituruh saja" Ungkap Ny Anita.

" Kalau ada acara serupa dari TV mana pun, pokoknya Pituruh mau deh. Apalagi banyak hadiah.  Hati ini jadi terhibur, dan bertabur hadiah. Happy Mas . " imbuh Ny Anita. ( S.Tirta).



BUTUH, FP N- Khamidah (50) warga RT 01 RW 03 Desa Brengkol Kecamatan Pituruh menjadi korban tabrak lari oleh pengendara sepeda motor tidak dikenal, Minggu (15/7) sekitar pukul 22.30W WIB Peristiwa yang mengakibatkan Kgomidah meninggal terjadi jalan Raya Kutoarjo-Kebumen tepatnya di depan SPBU Desa Klepu Kecamatan Butuh Purworejo.

Kasat Lantas AKP Nyi Ayu Fitri Facha, SH menuturkan, kasust tabraklari tersebut pada awalnya identitas korban tidak diketahui dan sempat dikabarkan “perempuan tanpa identitas” dan jenazah korban berada di RSUD Tjitrowardoyo.

Namun setelah kejadian tersebut disebar luaskan ke masyarakata akhirnya keluarga korban menghubungi dan mendatangi RSUD Tjitrowardoyo. “Setelah keluarga korban datang dan mengecek jenazah diketahui korban bernama Khamidah, “kata AKP Nyi Ayu.(War)

 

PURWOREJO, – Puluhan warga Desa Kalikotes Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo mendatangi kantor Setda Purworejo, Jumat (11/10). Kedatangan mereka menuntut kejelasan hukum terkait hasil pilkades. Mereka menganggap hasil pilkades yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu tidak sah karena ada salah satu calon yang mengingkari kesepakatan bersama. Puluhan warga tersebut berasal dari tiga perwakilan calon kades, ketua BPD dan panitia pemilihan kades. Setelah bernegosiasi akhir 5 perwakilan warga diterima untuk menyampaikan tuntutan.

Suryanto (39) salah satu peserta demo mengatakan, pemilihan sekdes di Desa Kalikotes pada 30 Oktober 2017 diikuti oleh 4 peserta, yakni Muhammad Yuwono, nomor urut 1, Sabar, nomor nurut 2, Supriyanto, nomor urut 3, dan Heri Sutoto, nomor urut 4. Setelah penetapan calon, panitia pemilihan dan BPD mendapat laporan jika calon nomer 2, Sabar membagi uang kepada warga senilai Rp 75 hingga 100 ribu per warga. Atas laporan tersebut Sabar mendapat teguran dan diminta menarik kembali uang yang sudah dibagikan.
Agar peristiwa serupa tidak terulang, panitia, BPD, dan 4 calon kemudian membuat kesepakatan bersama yang intinya dalam pemilihan sekdes dilarang politik uang. Disepakati bagi peserta yang melanggar secara otomatis gugur. Dalam penanda tanganan kesepakatan bermaterai itu dihadiri oleh Polsek Pituruh.  

Namun demikian, meski sudah Ada kesepakatan bersama ternyata Sabar tetap membagi-bagi uang kepada warga hingga hari pemilihan. Akhirnya Sabar yang menjadi pemenang dalam pemilihan kades dengan memperoleh 610 suara. Disusul Muhammad Yuwono 489 suara, Heri Sutoto 155 suara, dan Supriyanto 149 suara. Dengan hasil tersebut warga tidak kemudian malam itu juga mendatangi kecamatan untuk meminta solusi. “Namun karena tidak keputusan yang pasti kemudian kami datang kesini untuk menuntut kejelasan kasus tersebut, “kata Suryanto.

Sementara itu, Supriyanto, perwakilan warga yang melakukan pertemuan dengan Setda Purworejo dan Bapermedes mengatakan, dari pertemuan tersebut disimpulkan bahwa secara perda pilkades di Desa Kalikotes sudah sesuai aturan. Namun demikian bila mengacu pada kesepakatan bersama telah terjadi pengingkaran. Dengan dasar itu warga menuntut pilkades dibatalkan karena cacat hukum. “Namun setda dan Bapermedes menyarankan agar menuntut pada persoalan pengingkaran kesepakatan bersama yang telah dibuat bersama para calon, “kata Supriyanto. (War).

 

Diberdayakan oleh Blogger.