Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri pertanian. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Pasar Tani, bertempat di halaman Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan, Minggu, 26/05/2019.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Ketahanan Pangan yang dimulai Pukul 06.00 WIB sampai dengan berakhirnya CFD di Jl. Mayjen Sutoyo sekitar pukul 09.30 WIB. Peserta kegiatan ini terdiri dari tiap-tiap Kecamatan yang diikuti oleh Kelompok Tani/KWT/Pokdakan/Poklahsar dan berbagai kelembagaan kelompok lainnya dari sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di seluruh kecamatan se-kabupaten Purworejo.

Kecamatan Pituruh dalam hal ini diwakili oleh Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) Mina Rasa dari Desa Girigondo. Ibu Suprapti selaku Ketua Poklahsar tersebut didampingi Penyuluh Perikanan, Penyuluh Pertanian, dan Koordinator PPL dari Kecamatan Pituruh memasarkan produk unggulan yang diolah dari bahan baku dasar ikan/hasil pertanian yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar. Produk yang ditampilkan adalah Pepes Nila, Lele Frozen Bumbu, Krispi Ikan, Rempeyek Udang, Pempek Ikan, Rengginang, Krupuk Udang dan aneka olahan lainnya.
Produk dari Poklahsar Girigondo
Poklahsar Mina Rasa merupakan binaan dari Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo yang telah berdiri sejak Tahun 2007, didampingi oleh penyuluh perikanan setempat. Produk unggulannya adalah Pepes Nila dan Krispi Ikan yang telah dikenal di kalangan sekitar Kecamatan Pituruh. Harapannya dengan adanya kegiatan Pasar Tani ini, maka produk olahan perikanan dan pertanian dari Kecamatan Pituruh dapat dikenal dan dipromosikan ke khalayak yang lebih luas lagi, sehingga mengangkat potensi dari masyarakat Desa Girigondo Kecamatan Pituruh.


Sigit Purwito, S.Pi mengatakan, kegiatan ini supaya dapat memotivasi bagi mayarakat lainnya diwilayah kecamatan Pituruh, untuk tumbuh sebagai pelaku pengolahan perikanan/pertanian yang meningkatkan nilai ekonomis produk olahan serta memperkenalkan diversifikasi olahan pangan.

"Demi untuk memenuhi kebutuhan gizi pangan yang berkualitas dari olahan perikanan/pertanian bagi masyarakat umum, " tandasnya. (ltf)

Proses Pembuatan Lanting Kuning Bruno / Foto Luthfi
Bruno (pituruhnews.com)- Dalam mencukupi kebutuhan pangan yang terus meningkat, tantangan yang dihadapi pada masa yang akan datang tidak hanya terbatas pada upaya peningkatan produksi tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Tantangan ini bisa dijawab dengan memanfaatkan lahan yang belum dimanfaatkan untuk kegiatan per­tanian produktif. Kondisi lahan ini biasanya terbuka atau telah ditutupi tum­buh-tumbuhan yang tidak produktif seperti alang-alang dan semak beluka.

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam upaya peningkatan produksi pertanian adalah terjadinya konversi lahan subur yang cenderung semakin cepat. Sebagai contoh lahan sawah yang beralih penggunaannya untuk keperluan non pertanian seperti industri pemukiman dan jalan yang diperkirakan mencapai 100.000 hektar per tahunnya. Padahal pada wilayah lahan subur tersebut, pada umumnya telah tersedia infrastruktur yang memadai sehingga sangat mempengaruhi produksi pertanian.
Kemasan Lanting Kuning Khas Bruno / Foto Luthfi
Untuk mendongkrak laju peningkatan produksi pangan, khususnya untuk semua komoditas strategis harus diupayakannya pemanfaatan lahan tidur. 

Desa Brunosari Kecamatan Bruno merupakan salah satu wilayah yang terdapat banyak lahan tidur yang belum termanfaatkan dengan baik. Namun saat ini lahan tersebut sudah dimanfaatkan sebagai lagan pertanian yang produktif.  Lahan tersebut digunakan untuk menanam singkong oleh warga. Awalnya warga di Desa Brunosari memasok singkong untuk wilayah Kabupaten Purworejo dan sekitarnya. Namun seiring dengan produksi singkong yang cukup melimpah akhirnya warga dapat mengolah sendiri singkong tersebut untuk membuat lanting sehingga menjadikan Brunosari sebagai sentra pengrajin lanting.
Tak hanya orangtua, anak muda pun ikut membantu produksi lanting. Lanting Brunosari berbeda dengan lanting yang diproduksi oleh daerah lain. Bedanya lanting Bunosari lingkarannya lebih besar besar. Dalam proses pembuatannya masih dengan cara tradisional, bahan-bahan yang digunakan juga masig  alami tanpa mengandung zat kimia.

Warga setempat mengaku senang dengan  meningkatnya taraf hidup mereka saat ini,  yang awalnya hanya penyedia bahan baku kini bisa memproduksi sendiri. Dalam sehari kini warga Brunosari bisa memproduksi 7-8 kwintal lanting.  Untuk pemasaran lanting khas Bruno ini, selain dipasarkan di wilayah Purworejo juga sudah sampai keluar kabupaten seperti Magelang dan Jogjakarta.

Penulis : Bayun
Editor : ALK 
Advertisement


TERSIDILOR, (pituruhnews.com) Bertempat di Desa Tersidilor,  Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan dalam rangka Temu Lapang : Produksi Benih dan Penguatan Penangkar Kedelai, Rabu, 03/10/3018.
Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, dan Kelompok Tani "SRI MAKMUR" Desa Tersidilor, Pituruh.

Dalam kegiatan ini juga diadakan Sekolah Lapang Mandiri Benih Kedai, dan panen perdana oleh  Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah bapak Ir. Tri Susilarjo, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo bapak Eko Anang SW, MMA, Kepala BPTP Jawa Tengah Dr. Ir Harwanto, Camat Pituruh yang diwakilkan oleh bapak Surip.S.Pd.M.Pd, dan Danramil/09 Pituruh di wakilkan oleh  Sukantoro.



Acara ini juga di hadiri oleh Pelaku Produsen Benih Kedelai, Tokoh Masyarakat, Petani, serta Peneliti dan PPL.

Kelompok Tani "SRI MAKMUR" Desa Tersidilor ini berdiri sejak tahun 2009 yang beranggotakan 120 petani dan dengan lahan sawah seluas 32 ha.

"Pola tanam yang dalam satu tahun berupa padi, dan palawija, yang pada awalnya palawija ini merupakan kedelai, namun selang berjalannya waktu sebagian dari petani ini telah beralih menjadi kacang hijau. hal ini disebabkan karena harga kacang hijau lebih tinggi meningkat dua kali lipat dari kedelai, sehingga kacang hijau lebih menguntungkan dibandingkan kedelai" Ujar Ketua Kelompok Tani Sri Makmur.

Pada tahun 2018, Kementerian Pertanian melalui DInas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Desa Mandiri Benih (DMB) Kedelai sebanyak 16 Unit yang tersebar di 9 sentra kedelai di Jawa Tengah. Untuk Kabupaten Purworejo, kelompok tani yang terpilih sebagai pelaksana kegiatan DMB Kedelai yaitu Kelompok Tani "SRI MAKMUR" Desa Tersidilor, Pituruh.

Dengan adanya kegiatan ini berharap untuk kelompok tani, kelompok penangkaran, ataupun gabungan kelompok tani berharap untuk bisa meningkatkan kapasitas dalam produksi benih guna memenuhi kebutuhan benih kedelai di pasar maupun wilayahnya.

Dalam sambutannya bapak Surip.S.Pd.M.Pd, "berharap untuk produksi benih kedelai di kecamatan Pituruh menjadikan penyangga benih terbaik untuk di Jawa Tengah" Ungkapnya. 

Sejak berdirinya Kelompok Tani SRI MAKMUR, yang di fasilitasi oleh BPTP Jawa Tengah dan menjalin kerjasama pemasaran benih kedelai swasta yang terdapat di Kabupaten Purworejo, yaitu PB. Utama Desa Megulunglor, Pituruh, yang bertujuan menghasilkan benih kedelai, untuk mendukung ketersediaan benih kedelai bersertifikat di pasaran, sehingga hasil benih tersebut dapat didistribusikan melaui JABALSIM keluar Kabupaten Purworejo.


TERSIDILOR, (pituruhnews.com) Balai Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian dan Perkebunan (BPSDM TANBUN) Jawa Tengah, di Soropadan adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi  Jawa Tengah, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian dan Perkebunan di Wilayah Provinsi Jawa Tengah, Melalui Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Pertanian dan Perkebunan.

Pada Kamis, 06/09/2018 pukul 10.00 WIB. Dalam Rangka Study Banding dari BPSDM TANBUN Jawa Tengah, dua Desa di Kecamatan Pituruh mendapatkan kesempatan menjadi tempat untuk study banding , yaitu Desa Tersidilor, dan Semampir. Karena dua desa adalah sebagai sentra kedelai di Kecamatan Pituruh.
 

Peserta yang mengikuti study banding sebanyak 30 orang, untuk 25 orang sebagai petani, dan  5 orang sebagai penyuluh. Peserta ini berasal dari Banyumas, Brebes, Cilacap, Banjarnegara, dan Temanggung.

Acara dihadiri ibu Nurowati, SP  sebagao Koordinator PPL BPP Kecamatan Pituruh, Camatr  Pituruh diwakili bapak Sariyo, S.Pd, dan diampu oleh bapak Prawoto, Waris sebagai PPL, Saryono dan Heni Setyowati.
 

Menurut Syamsul Arifin, S.Pd sebagai Sekretaris Desa Tersidilor, sangat mengapresiasi kegiatan study banding dibidang pertanian, karena desa Tersidilor ini merupakan salah satu sentra kedalai di Kecamatan Pituruh, dan dengan adanya study banding ini berharap bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menambah pengetahuan pola tanam dan pemeliharaan kedelai lebih bagus untuk meningkatkan produktivitas kedelai.

Untuk Desa Tersidilor ini mempunyai luas sawah 132 ha, namun yang berpotensi untuk dijadikan lahan penanaman kedelai kurang lebih 90 ha. 80 persen dari sawah yang dimiliki Desa Tersidilor, maka layak untuk dijadikan sentra penamanan kedelai. (ltf)

Lahan Pertanian Bertambah Luas, Produksi Padi Setahun Bisa Mencapai 766.000 Ton 
 

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Luas lahan persawahan di Kabupaten Purworejo sepanjang tahun 2017 mengalami peningkatan. Luas lahan yang pada tahun sebelumnya seluas 57.899 Ha, hingga akhir tahun ini menjari 62.842 Ha.
Hal ini menjadikan sektor pertanian di Purworejo cukup membanggakan. Selain bertambahnya luas lahan, produktifitas lahan juga secara otomatis akan semakin meningkat.
"Untuk tahun 2017 mengalami luas realisasi tanam ada peningkatan sejumlah 5 persen, selain itu kami sudah melakukan upaya peningkatan produksitifitas di setiap hektarnya," ucap Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan melalui Kabid Tanaman Pangan dan Harti Kultura Eko Anam, Minggu, (31/12/2017).
Sebelumnya setiap hektar lahan hanya menghasilkan sekitar 5,6 ton. Namun kini, setiap hektar lahan mampu menghasilkan sampai 6.1 ton. Jadi jika dihitung dalam waktu satu tahun, Purworejo mampu memproduksi padi sampai 766.672,4 ton. Jumlah ini didapat apabila setiap tahun hanya melakukan panen dua kali saja. 
"Selalu kita upayakan peningkatan, syukur-syukur tahun depan mampu 7-8 ton per hektar," imbuhnya.
Sementara untuk daerah lumbung padi di Kabupaten Purworejo, Eko menjelaskan, ada 8 kecamatan, antara lain Purwodadi, Ngombol, Banyuurip, Grabag, Butuh, Pituruh, Kutoarjo dan Bayan.
"Karena memang kondisi tanah dan perairan di Kecamatan tersebut cukup mendukung," terangnya.
Lebih lanjut Eko mengatakan, keberhasilan ini berkat kerjasama dari beberapa elemen termasuk TNI dan pemerintah desa maupun kecamatan setempat. Sudah sejak dua tahun terakhir pihaknya selalu mengupayakan peningkatan di wilayah pertanian.
"Upaya ini dalam rangka swasembada pangan dan kami pastikan akan berlanjut ke tahun selanjutnya," pungkasnya.

Penulis : Dana Nur
Sumber Repost : purworejo.sorot.co

Petani Melon Saat Menjual Hasil Panen Melonnya / Foto Luthfi
MEGULUNGKIDUL, (pituruhnews.com) - Potensi yang dimilik kecamatan Pituruh lebih unggul dibidang pertanian dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang dikabupaten Purworejo. Karena kecamatan Pituruh mengalami masa tanam lebih banyak dibidang pertanian, yaitu dengan masa tanam tiga kali antara lain padi, padi, dan kedelai atau kacang hijau. Sabtu, 27/10/2018.

Mayoritas petani setelah dua kali masa tanam padi, pada masa tanam ketiga menanam kedelai. Namun ada sebagian petani beralih ke palawija seperti cabai, samangka, melon dan tomat.
Petani menjual hasil panen / foto luthfi
Salah satu petani pada masa tanam ketiga beralih ke palawija melon, dengan luas 250 ubin yang sudah 5 kali beralih ke palawija melon.

Dengan luas 250 ubin bisa menghasilkan panenan melon sebanyak 15 ton. Harga perkilonya 8.000 pada tahun ini cukup meningkat dibandingkan tahun lalu. Selain dijual di area Pituruh, petani juga menjual di Yogyakarta dan Cikopo. Untuk di Yogyakarta disetorkan pada pengepul, sedangkan di cikopo dijual sendiri. dengan 1 Truk dan 2 pickup.

Salah satu pembeli melon, Tuti mengatakan selain harga murah, kualitas kesegaran dijamin karena langsung dari petani, dan bisa milih.
Petani menjual hasil panen / foto luthfi

Bagus Petani Melon, mengatakan kesulitan yang dialami pada saat masa tanam melon yaitu hama, lalat buah dan ulat. 

"Cara untuk mengatasinnya yaitu dengan cara penyemprotan dan pembuangan ulet secara manual," Katanya.

Pada musim tahun ini mengalami peningkatan kurang lebih 45 persen. Karena tidak mempresentasikan secara  detail.

"Petani berharap, pertanian yang dikacamatan Pituruh lebih maju, khususnya yang ada di Megulungkidul, selain memanfaatkan untuk kedelai dan kacang hijau, juga petani bisa mengambil peluang dibidang palawija" Ujar Bagus.

Penulis : Ltf
Editor : ALK


Petuguran - Pada hari Minggu,24/09/2017 pukul 10.00 wib. Di balai desa Petuguran Kecamatan Pituruh kedatangan rombongan Dirjen Pertanian dari Jakarta yang di pimpin oleh bapak Pending Dedy Permana dalam rangka kunjungan petani polowijo yang ada di Desa Petuguran ,hadir pada acara tersebut Danramil bapak Kapten Inf Ariyadi, Kapolsek yang di wakili Babinkamtibmas Aiptu Sukarman, Kepala Desa dan perangkat ,rombongan 5 orang dari Jakarta di sambut oleh Kepala Penyuluh pertanian Kecamatan Pituruh bapak Ir.Sarwono,ketua kelompok tani Desa Petuguran bapak Wiwi Prasetiawan dan 75 orang undangan anggotanya kelompok tani.
Dalam sambutanya bapak Pending Dedy Permana menyampaikan bahwa maksud dan tujuan untuk meningkatkan kaum petani agar dengan memberdayakan kelompok tani dan pengolahan lahan yang baik dari mulai cara menanam bibit polowijo,pemupukan dan perawatan akan dapat menghasilkan hasil panen yang maksimal .
Humas Pituruh

Sumber : https://tribratanewspurworejo.com/2017/09/25/mewakili-kapolsek-pituruh-aiptu-sukarman-sambut-kunjungan-dirjen-pertanian

Purworejo--(pituruhnews.com), Bertempat di Pendopo Kabupaten diadakan Rapat Koordinasi dan Penandatanganan SPJB Kios Pupuk Bersubsidi, Selasa (21/1). Rakor dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Kepala Cabang BRI Purworejo, Komisi Pupuk dan Pestisida Kabupaten Purworejo, Produsen Pupuk Pusri dan Petrokimia, distributor se-Kabupaten Purworejo dan OPD terkait. 

Bupati Purworejo Agus Bastian,S.E.,M.M. dalam sambutannya meminta agar tidak ada yang main-main dengan pupuk bersubsidi. Jika ketahuan ada yang menjual dengan harga yang tidak sesuai, pihaknya akan bekerjasama dengan kepolisian untuk menindak dengan tegas.
sambutan bupati
Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020 yang telah terbit pada Kamis, 20 Januari 2020.  Pada Pasal 1 point 1 dijelaskan bahwa pupuk bersubsidi adalah barang dalam pengawasan yang pengadaan dan penyalurannya mendapat subsidi dari Pemerintah untuk kebutuhan petani di sektor pertanian. Sehingga jenis pupuk bersubsidi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dimaksud, sudah ditentukan oleh Pemerintah. 

Sementara, terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi, dalam Permentan No 01 Tahun 2020 ini disebutkan pupuk Urea seharga Rp 1.800, SP-36 seharga Rp 2.000, ZA seharga Rp 1.400 dan NPK seharga Rp 2.300. Sementara pupuk NPK Formula Khusus HET seharga Rp 3.000 dan pupuk organik seharga Rp 500. HET pupuk bersubsidi ini berlaku untuk pembelian petani di pengecer resmi.

“Pupuk bersubsidi ini harganya sudah ditentukan oleh pemerintah, jadi saya berharap semua pihak untuk membantu mengawal penyaluran pupuk bersubsidi,” harapnya.
pembahasan
Kepala DinasPertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Wasit Diono,S.Sos. menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara distributor, pengecer atau KPL (Kios Penyalur Pupuk Lengkap), Koordinator PPA (Perusahaan Pengelola Aset) dengan Bupati Purworejo.

 “Acara ini juga diisi oleh narasumber dari PT Pupuk Sriwidjaja dan PT Petro Kimia Gresik terkait alokasi pupuk di tahun 2020 khususnya di Purworejo,” katanya.
foto bersama
Menurut Ilham Darmawandari dari PT Petrokimia Gresik, dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah, penyaluran pupuk bersubsidi di Purworejo sangat luar biasa. 

“Dari alokasi yang diberikan, hampir terserap 100 persen, yaitu sebanyak 99,97 persen. Hal ini jadi capaian tertinggi jika dibandingkan kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah lainnya,” ungkapnya.(hms)



Semampir - Jum’at,06/10/2017 pukul 10.00 wib di area persawahan Desa Semampir telah di laksanakan acara Penen raya kedelai yang di ramaikan oleh hiburan kuda kepang dari Desa Megulungkidul di bawah pimpinan bapak Kiran.
Acara di hadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah yang di wakili oleh bapak Turyanto,Dandim bapak Letkol Inf Aswin Kartanegara , Muspika , Kepala Desa Semampir bapak Susanto beserta seluruh perangkat dan 300 orang undangan dari unsur perwakilan PPL Kecamatan Pituruh, Kecamatan Butuh, Kecamatan Grabag dan kelompok tani sekecamatan Pituruh juga Kepala Desa sekecamatan Pituruh.
Bapak Turyanto yang mewakili dari Dinas Pertanian Propinsi menyampaikan bahwa bantuan yang di laksanakan untuk Kabupaten Purworejo kepada 41 kelompok tani dengan luas lahan 500 ha bantuan yang di salurkan berupa benih 25 ton,MPK 50 ton,pukuk 50 ton dan bantuan berupa peralatan pertanian 2 milyar lebih, Kepala bidang tanaman pangan bapak Ir.Eka Anang Sebagai.MMA menyerap aspirasi warga petani dengan panen kedelai harga selalu menurun hanya Rp.8.000,- per kilo gramnya sehingga petani merasa tidak sebanding dengan menanam kacang hijau yang mencapai harga Rp.11.000,- per kilo gramnya .
Di pimpin Waka Polsek Pituruh Iptu Harri Isworo,SH , 10 anggota Polsek bersama dengan 10 anggota Koramil bersinergi mengamankan jalanya acara panen raya kedelai diharapkan lancar ,aman dan kondusif.

Sumber : Tribratanewspurworejo.com

Sikambang - Senin,02/10/2017 pukul 10.00 wib di balai Desa Sikambang telah diadakan pertemuan lapangan pengenalan Varietas kedelai oleh dinas pertanian provinsi Jawa tengah rombongan dari Semarang 5 orang di pimpin oleh bapak Ir. Eko Partono.MM pertemuan di hadiri oleh Danramil Pituruh bapak Kapten Inf Ariyadi, Kapolsek di wakili Bripka Turino Kepala Dinas Pertanian,Peternakan,Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo bapak Ir.Eko Anang SW.MM ,koordinator PPL ibu Nurowati,pengamat hama bapak Sukamto,Kepala Desa Sikambang bapak bapak Trio Handoko dan 50 orang undangan dari kelompok tani.
Dalam sambutan tunggal Danramil Kapten Inf Ariyadi menyampaikan bahwa pada musim panen biasanya harga jual kedelai ,kacang hijau , cabe maupun kacang tanah menurun sehingga petani merasa merugi karena tidak sesuai dengan tenaga yang di keluarkan oleh petani sehingga dari Dinas Pertanian agar dapat mengupayakan normalisasi harga kedelai agar kaum petani dapat menikmati kehidupan yang lebih sejahtera Danramil juga menyampaikan himbauan kepada warga petani agar pada saat musim panen kedelai maupun kacang hijau jangan menjemur di hasil panennya di bahu jalan sehingga akan mengganggu kendaraan lain yang akan lewat titipan pesan babinkamtibmas Bripka Turino.
Humas Pituruh

Advertisement

SOMOGEDE, (pituruhnews.com) - Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Pituruh melaksanakan kegiatan pemberdayaan sosial Penanaman Seribu Pohon Alpukat "Menanam Satu Pohon, Menumbuhkan Seribu Kebaikan" di Desa Somogede, Kecamatan Pituruh, Rabu, (05/02).

Arif Rohman Muis, SE,.MM koordinator PKH Wilayah II Provinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa dengan adanya penaman seribu pohon alpukat ini, akan mendorong masyarakat untuk mengembangkan pohon alpukat di Desa Somogede.

"Melalui penanaman pohon alpukat ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dibidang pertanian, supaya masyarakat berdaya mempunyai usaha, untuk meningkatkan perekonomian " ucapnya.
camat Pituruh menanm
Yudhie Agung Prihatno camat Pituruh menambahkan, bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan salah satu terobosan dari PPKH Kecamatan Pituruh, bagaimana menciptakan suatu program yang masih berkaitan dengan penggentasan kemiskinan yaitu penanaman pohon alpukat.

"Penanaman pohon alpukat diharapkan bisa menjadi stimulan, pohon ditanam di lingkungannya masing-masing, kemudian tumbuh menjadi besar, nantinya bermanfaat untuk penghijauan dan ketika sudah berbuah bisa menjadi salah satu penghasilan tambahan. Sehingga diharapkan nantinya bisa meningkatkan perekonomian warga khususnya penerima pkh di Desa Somogode Ini, " ucapnya.

"Penanaman sebanyak 1.000 pohon alpukat, cocok untuk ditanam di daerah pegunungan, sesuai kajian dinas pertanian " tambahnya.

"ini merupakan suatu terobosan yang bagus karena program pemerintah begitu banyak untuk pengentasan kemiskinan mulai dari rumah tidak layak huni, bantuan pangan non tunai. Ini suatu hal yang baru bagaimana melestarikan alam dan meningkatan pendapatan, dimana masyarakat Desa Somogede salah satu mata pencaharian adalah petani, imbuhnya.

"Kegiatan pemberdayaan sosial ini dibiayai dengan dana khas kelompok penerima PKH, di bantu oleh pendamping PKH dan TKSK Kecamatan Pituruh. Setiap peserta PKH menerima bibit pohon ini gratis, biaya ini merupakan dana yang dikelola oleh PKH,  jadi dikembalikan kepada para penerima manfaat. " ucapnya.

"Terobosan-terobosan ini perlu dikelola dengan baik, ide-ide apapun itu tentu saja sepanjang dengan kajian yang sudah mencukupi ini bisa diterapkan di mana saja. Dengan kepedulian semua stakeholder yang ada karena ini bersifat stimulan, mulai dari jajaran Pemerintah desa, Kecamatan, Kabupaten dan naik ke atas termasuk para pendamping pendamping PKH dan pendamping Desa, " tambah Yudhi.
5 anggota pkh yang mundur
Ia juga menambahkan melalui penanaman ini bisa bersama-sama bagaimana mendukung mengawasi memonitoring kegiatan, terutama bantuan yang sudah diberikan kepada masyarakat agar benar-benar bisa dijaga, nantinya tumbuh dengan baik dan bisa menjadi salah satu alternatif pendapatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Hari ini sudah ada 5 anggota PKH graduasi dari kepesertaan PKH  secara sukarela,  karena sudah meningkat perekonominya, kegiatan penanaman pohon ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian sehingga tingkat graduasi semakin banyak dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah, " imbuhnya.
proses penanaman
Arif Rohman Muis, SE,.MM juga menambahkan bahwa kegiatan ini perlu ditingkatkan karena tujuan dari program PKH ini mengentaskan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kalau Penerima sudah graduasi (penggentasan) ini maka kemiskinan di kabupaten Purworejo menurun, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

"Dengan adanya anggota PKH yang sudah graduasi, anggota PKH sudah siap untuk mempunyai kehidupan yang lebih baik, jangan sampai mereka graduasi tapi beberapa waktu kemudian diambil kembali, " ucapnya.

"Penanaman pohon alpukat ini tidak hanya di Desa Somogede saja, diharapkan bisa dilaksanakan ditempat lainnya. Agenda sejenis yaitu penanaman pohon juga sudah dilaksanakan di Kecamatan Kaligesing, Desa ketawang, Kutoarjo, " imbuh Arif.

"Desa Somogede ada 5 orang yang mengundurkan diri dari PKH, Untuk jumlah anggota PKH se-kabupaten Purworejo sendiri sebanyak 280 anggota yang mengundurkan diri, " tambahnya.

"Kegiatan Pemberdayaan sosial  diperlukan sinergisitas dari berbagai pihak, karena untuk menurunkan angka kemiskinan sendiri perlunya ada kolaborasi antar pemerintah desa, kecamatan, bahkan kabupaten, " ucap Arif.
foto bersama
Sementara itu, Kepala Desa Somogede Tukiman mengatakan sangat berimakasih karena kegiatan ini sangat bermanfaat untuk warga masyarakat desa Somogede.

"Dengan adanya penanaman pohon alpukat ini bisa untuk ketahanan air, dan jika sudah panen bisa untuk menambah ekonomi warga desa Somogede khususnya penerima bantuan PKH, " ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya program PKH ini, warga masyarakat Somodege ini merasa terbantu, dan ada beberapa anggota PKH sendiri sudah ada yang berani mengundurkan diri karena merasa bagus ekonominya.

Komariyah anggota PKH Desa Somogede menyatakan mundur dari kepersertaan PKH karena perekonomian sudah meningkat.

"Dengan adanya program PKH ini sangat membantu, melalui PKH warga masyarakat yang kurang mampu, ekonominya dapat terpenuhi, " tutup Komariyah.

Reporter : Purnomo
Editor : Luthfi Bay

PITURUH, (pituruhnews.com) - Camat Pituruh bersama PSDA Prabolo, UPT PUPR Kemiri, UPT Pertanian Pituruh, Kades Kalikotes, dan Kades Prapaglor, bersama sama meninjau lokasi bendungan Kedunggupitwetan di desa Kalikotes dan bantaran sungai kedunggupit di desa Prapaglor, Jum'at, 13/12/2019.

Dikatakan Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno bahwa sungai Kedunggupit ini memang harus menjadi perhatian, karena ambrolnya bendungan di desa Kalikotes sepanjang 94 meter yang menyebabkan air sungai tidak bisa naik ke saluran irigasi sehingga lahan pertanian seluas 1.129 hektare yang meliputi 22 desa dan 2 kecamatan yakni Pituruh dan Kemiri terancam gagal tanam, padahal seharusnya bulan desember ini MT 1 sudah selesai.
Camat Pituruh saat meninjau
Sementara untuk dinding sungai di wilayah desa prapaglor juga dalam kondisi membahayakan karena longsorannya hampir mencapai badan jalan kabupaten penghubung desa Prapaglor dan desa Kalikotes yang dapat mengakibatkan putusnya sarana transportasi beberapa desa tersebut.
lokasi peninjauan
Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno turun langsung ke sungai untuk peninjauan lapangan dan melihat kebutuhan perbaikan sehubungan dengan rusaknya tanggul sungai Kedunggupit sepanjang 94 meter.

"Kami melakukan koordinasi secara aktif dan mengharapkan tindak lanjut secara nyata dari pihak terkait agar penanganannya tidak hanya sebatas peninjauan tetapi segera  dengan langkah nyata pembangunan yang dibutuhkan, '' ucap Yudhie.

Penulis : Ganis
Editor : Bayun

PITURUH, (pituruhnews.com) -  Penebaran Benih Ikan (Restocking) di Perairan Umum Kecamatan Pituruh Tahun 2019 ada dua desa, yaitu Desa Kalikotes dan Megulungkidul.

Restocking ini dilaksanakan pada Sabtu, (02/03/2019) yang berlokasi di aliran Sungai Kedung Gupit. Benih dari restocking ini merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah melalui Satuan Kerja Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo. 
Penyerahan Benih Ikan di Desa Megulungkidul
Jenis ikan yang ditebar adalah ikan tawes dan nila hitam. Untuk desa Kalikotes mendapatkan bantuan benih ikan sejumlah 20.000 ekor ikan tawes, Desa Megulungkidul sejumlah 40.000 ekor nila hitam.

Sigit Purworejo mengatakan, agenda kegiatan restocking suapay bisa bermanfaat, guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan, khususnya spesies ikan dengan keragamanan yang tinggi didalamnya.
Penerbaran Benih Ikan di Desa Kalikotes
Upaya menjaga kelestarian lingkungan perairan umum melalui restocking ikan seperti ini juga perlu adanya dukungan dari Pemerintah Desa maupun Kecamatan dengan menegakkan peraturan yang melarang/menindak para pelaku illegal fishing seperti strum, bom ikan, obat-obatan terlarang. "Yang merupakan demi kelangsungan hidup perairan umum bagi anak cucu kita kelak, " Ucapnya.

Kegiatan ini juga mengikutsertakan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Desa, Polsek Pituruh, Karangtaruna dan warga masyarakat. Serta Satuan Kerja Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo Sigit Purwito, Suyud dan Jatmiko. 
 
Penebaran di Kalikotes

"Berharap melalui restocking benih ikan di perairan umum Kabupaten Purworejo khususnya di wilayah kecamatan pituruh, dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan perairan dan seluruh ekosistemnya," Ucap Sigit.
Penebaran di Megulungkidul
Dari 16 kecamatan dikabupaten Purworejo semua ditebari benih ikan kecuali kecamatan Kaligesing. Total penebaran sekabupaten Purworejo sejumlah 850.000 ekor ikan yang terbagi menjadi 3 gelombang, untuk gelombang pertama dilakukan pada tanggal 2 Maret sebanyak 460.000 ekor, 6 Maret 370.000 ekor dan 10 Maret sebanyak 20.00 dari 38 lokasi.

PITURUH, (pituruhnews.com) - Bertempat di Aula Kecamatan Pituruh, telah melaksanakan Rapat Penyusunan RDKK Pupuk Bersubsidi Tahun 2019, Selasa, (26/02/2019).

Rapat ini dihadiri oleh Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo Hartoyo, SP, Camat Pituruh Siti Choeriyah, S.STP MM, Koordinator PPl Kecamatan Pituruh Nurowati, SP, serta 98 orang pengurus Gapoktan/Poktan dari 49 Desa, meliputi 9 Kios Pupuk Lengkap (KPL) resmi, Distributor Pupuk CV.SRI DADI, Kepala BRI Unit 2 orang (Unit Pituruh dan Unit Wonoyoso), anggota PPL BPP kecamatan Pituruh, Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Din PPKP dan Bidang Sarana Prasarana Pertanian Din PPKP.


Pertemuan Rapat Penyusunan RDKK Tahun 2020 ini berharap tujuan membantu petani, pekebun, peternak dan petambak untuk merencanakan usulan pengadaan pupuk dengan penyediaan pupuk bersubsidi sesuai azaz 6 tepat (6T), yaitu Tepat Jumlah, Tepat Jenis, Tepat Waktu, Tepat Tempat, Tepat Mutu dan Tepat Harga.

Nurowati mengatakan, penyaluran pembelian pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran pada petani, sesuai yang disampaikan 6T tersebut.

"Petani yang sudah terdaftar di dalam RDKK, sehingga tidak terjadi lagi pupuk bersubsidi langka pada saat petani butuh pupuk dan pada saat petani tidak memerlukan pupuk barangnya ada di pasaran (KPL)," Ucapnya.



Dengan duduk bersama pihak-pihak terkait, "Dalam penyaluran pupuk bersubsidi ini untuk masalah-masalah yang kemarin terjadi di lapangan dapat terungkap, serta bisa disampaikan untuk dapat mengatasi permasalah dan penanganan penyaluran, dalam pupuk bersubsidi pada waktu yang akan datang, diharapkan bisa meminimalisir permasalahan tersebut," Tutupnya. (lt)

Siti Hartati Pelopor Millenial Generation
BOGOR, (pituruhnews.com) - Siti Hartati pemudi asli Desa Wonosido, Kecamatan Pituruh. Mahasiswi di Institut Pertanian Bogor ini menjadi salah satu aktivis Millenial Generation, Generasi Cerdas Anti Hoaks.

Generasi millenial ini diperbincangkan oleh banyak kalangan di dunia dalam segala bidang. Generasi Millenials atau yang dikenal sebagai generasi Y merupakan generasi yang lahir setelah generasi X, yaitu generasi yang lahir tahun 1980-2000an. Generasi ini sangat berpengaruh di era globalisasi karena mereka sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal yang berkaitan dengan teknologi subjek utamanya adalah generasi muda yang berusia kisaran 15-37 tahun. Kemampuannya di dunia teknologi yang berkembang membuat generasi ini lebih mendominasi jika dibandingkan dengan generasi X dalam dunia sosial media bahkan mereka hampir tidak bisa lepas dari dunia sosial media dan gadgetnya selama 24 jam. 

Siti saat di Kampus
Menurut data statistik 2016, jumlah usia produktif di Indonesia (15-60 tahun) mencapai angka 166,06 juta. Artinya 50% lebih penduduk Indonesia adalah usia produktif. Dari jumlah penduduk usia produktif, kelompok usia yang mendominasi adalah usia 15-39 tahun dengan jumlah sekitar 84,75 juta dari total penduduk Indonesia yang sejumlah 258 juta. Artinya sekitar 32% penduduk Indonesia adalah usia produktif yang merupakan generasi Y, atau disebut dengan generasi millenials. Hal ini berarti Indonesia memiliki banyak kesempatan untuk membangun negaranya. Mengingat bahwa disebagian besar dunia pengaruh mereka ditandai dengan peningkatan liberalisasi politik dan ekonomi.

Siti Hartati mengatakan, di Indonesia sendiri generasi millennial sudah mulai tanggap terhadap isu-isu yang berkembang di negara Indonesia. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah, informasi yang mereka dapatkan kebanyakan berasal dari internet yang belum teruji kebenarannya.

Kelemahannya adalah, generasi millenial terbilang mudah dipengaruhi oleh informasi-informasi yang ada sehingga generasi ini bukanlah generasi strong voter. Belum lagi dengan semakin canggihnya teknologi dan kemudahan untuk mengakses informasi . Ada banyak hal yang menjadi keresahan terkait dengan keakuratan informasi yang tersebar. Untuk itu, sangat perlu jika seorang generasi milenial memiliki idealisme yang tinggi. Setidaknya dengan memiliki idealisme, seorang millenials tidak mudah terombang-ambing oleh hoax yang semakin banyak beredar di kalangan masyarakat. Generasi milenial juga perlu beradaptasi dengan sejarah, menunjukkan bahwa primordialisme dan tradisionalisme dapat memperkuat entitas nasionalisme yang mengikuti perkembangan arus globalisasi yang ada.

"Seperti yang kita ketahui bahwa, seiring dengan perkembangan zaman semakin banyak kejahatan yang terjadi melalui internet. Salah satunya adalah pembohongan publik atau hoaks yang dapat merugikan banyak orang dan menguntungkan kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kepentingan tertentu. Hoak sebuah masalah yang cukup serius meskipun terlihat sepele, karena hoax dapat mengubah persepsi dan cara pandang seseorang terhadap suatu fenomena. Dengan demikian seseorang yang telah termakan hoax akan kehilangan pendiriannya dan mudah terombang-ambing oleh informasi negatif dan dapat memicu perpecahan dalam masyarakat," Ucapnya.

Permasalahan hoaks ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, perlu adanya suatu tindakan untuk menyadarkan generasi millenials dalam berglobalisasi dengan baik, benar dan tepat. Hadirnya tekhnologi boleh saja memudahkan manusia dalam menyelesaikan pekerjaanya. Akan tetapi kita harus ingat bahwa tekhnologi diciptakan untuk membantu manusia, bukan manusia yang dikuasai teknologi. Untuk itu, jadilah generasi yang kritis dalam berpikir dan bijak dalam menggunakan internet. Budayakan membaca sebelum menyebarkan sampai selesai sebelum menyebarkan informasi.

"Jaman terus bergerak, kita tak boleh terus berdiam diri. Bangsa ini membutuhkan partisipasi dan kontribusi jiwa mudanya. Kita boleh menjadi generasi millenials yang hebat dalam berselancar, tapi kita tak boleh menjadi seorang apatis yang tak peduli dengan masa depan bangsa ini. Kita harus ingat bahwa ada darah juang yang mengalir dalam tubuh kita untuk ibu pertiwi.  Jadilah Generasi Millenials yang cerdas dengan tetap memiliki integritas dan idealisme. Mulailah dari diri sendiri, bijaklah bersosial media," Imbuhnya. (ltf-pr-gns)

Kelompok Budidaya "Mina Lestari" pada saat mengambil ikan di kolam

PITURUH, (pituruhnews.com) Kelompok Budidaya Ikan "Mina Lestari" Dukuh Bantengan, Desa Pituruh, dengan beranggotakan 7 orang yang dirikan sejak tahun 2011, yang di naungi oleh Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Minggu, 14/10/2018.

Dukuh Bantengan menyimpan potensi perikanan yang dikembangkan oleh beberapa warga. Beberapa warga yang masuk dalam Kelompok Budidaya Ikan "Mina Lestari" giat malakukan budidaya ikan konsusmsi. Jenis ikan yang dibudidaya yaitu ikan lele mutiara, nila larasati dan gurameh. Bahkan sebagian anggota mempunyai kolam sebanyak 30 kolam, dengan ukuran 1x2 m, 3x7 m, 3x3 m, dan untuk 1/2 x3 diperuntukan untuk bibit benih lele. Modal yang dibutuhkan  untuk pembuatan kolam ukuran 1x2 meter kurang lebih sekitar 1.200.000 rupiah/petaknya.

Kolam Ikan Kelompo Budidaya Mina Lestari ( Bay)

Salah satu anggota kelompok budidaya ini Priyono, mengungkapkan walaupun dimusim kemarau untuk masalah kebutuhan air masih bisa teratasi, kebutuhan untuk pakan  ikan tersebut tidak membuat sendiri melainkan masih beli, sedangkan kesulitan pakan untuk ikan gurameh ini dimusim kemarau yaitu mencari dedaun.

"Kelompok ini pernah mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Purworejo berupa mesin pembuatan pakan, namun tidak sesuai permintaan, kelompok mengusulkan mesin terapung, namun bantuan yang diperoleh mesin tenggelam," Katanya.

Tujuan kelompok budidaya ikan ini, yaitu untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada dan menciptakan kegiatan produktif disela masa tanam padi. Dengan adanya kegiatan tersebut, selain untuk konsumsi sendiri juga dapat menambah ekonomi keluarga.

Kelompok Budidaya pada saat memanen 

Untuk pemasaran hasil budidaya tersebut, harga bibit dengan ukuran dua jari dijual harga Rp. 2000, tiga jari Rp. 3000 dan lima jari seharga Rp. 5000. Hasil budidaya dukuran konsumsi biasanya dipasarkan ke rumah makan dengan satu kilo berisi 3 ekor ikan, sedangkan untuk restoran 7 ons, untuk harga satu kiloan mencapai 45000 rupiah. Setiap panennya kelompok budidaya ikan ini bisa mencapai hasil kurang lebih 1 sampai 2 kwintal.

Sementara itu, Tofa mengatakan bahwa pemasaran selain lingkup kecamatan Pituruh, juga sering mendapatkan pesanan iklan dari kecamatan Bayan, Butuh, Prembun, bahkan beberapa daerah di wilayah Kabupaten Kebumen. Pemasaran juga dilakukan melalui sosial media seperti facebook, whatsaap ataupun media lain. Selain itu, Tofa juga melayani pembelian secara langsung ke rumah.

"Masa panen budidaya ikan ini sekitar 2 bulanan, sedangkan untuk gurameh mencapai 1 tahun" Katanya. (ltf)
Diberdayakan oleh Blogger.