Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri prapag kidul. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan



Pituruh
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenPurworejo
Pemerintahan
 • Camat Ibu Siti Choeriya,STP,MM
Luas71 km²
Jumlah penduduk52.089 (tahun 2000)[1]
Kepadatan732 jiwa/km²
Desa/kelurahan49



Pituruh adalah sebuah kecamatan di Kabupaten PurworejoProvinsi Jawa TengahIndonesia. Kecamatan Pituruh berada disebelah barat dari wilayah Kabupaten Purworejo yang berbatasan langsung dengan dua kabupaten sekaligus yakni Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo. Jarak Kecamatan Pituruh dengan pusat Kabupaten Purworejo sekitar 24 kilometer melalui Kutoarjo. Luas wilayah Kecamatan Pituruh yakni 71 km² yang terbagi menjadi 49 Desa. Jumlah penduduk Kecamatan Pituruh hingga Tahun 2000 sebanyak 52.089 Jiwa dengan kepdatan penduduk 732 jiwa/km². Pusat pemerintahan Kecamatan Pituruh terletak di Desa Pituruh.

Desa/kelurahan

Batas-batas Wilayah

  1. Sebelah Barat : Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo
  2. Sebelah Timur : Kecamatan Bruno dan Kecamatan Kemiri
  3. Sebelah Utara : Kabupaten Wonosobo
  4. Sebelah Selatan : Kabupaten Kebumen dan Kecamatan Butuh

Geografi

Wilayah Kecamatan Pituruh secara umum terdiri dari dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian sekira 10-1.000 meter diatas permukaan air laut (Mdpl). Wilayah utara Kecamatan Pituruh yang berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo berupa perbukitan hingga pegunungan dengan titik tertinggi berada di Gunung Rawacacing (1.035 Mdpl) yang masuk wilayah Desa Pamriyan. Gunung-gunung lainnya diantaranya Gunung Pacet (840 m), Gunung Kembang (716 m) dan Gunung Bawuk (709 m). Sedangkan disebelah selatan berupa dataran rendah. Kecamatan Pituruh yang beriklim tropis dengan dua musim dalam satu tahunnya yaitu musim kemarau dan penghujan, dengan suhu udara pada siang hari berkisar antara 22 - 33 derajat Celcius. Sejumlah sungai yang melintasi Kecamatan Pituruh seperti Sungai Kedunggupit, Sungai Lesung, Sungai Kaligintung dan Sungai Sawangan.

Penduduk

Sebagian besar penduduk Kecamatan Pituruh berprofesi sebagai petani, buruh tani, Ibu Rumah Tangga, Wiraswasta dan PNS. Umumnya penduduk usia produktif pergi merantaau atau bersekolah ke kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek), Kota BandungKota SemarangKota SurabayaKota YogyakartaKota SurakartaPurwokerto dan sejumlah kota besar di luar pulau seperti SumateraBali, dan Kalimantan. Mayoritas penduduk Kecamatan Kemiri beragama islam. Jenjang pendidikan yang dicapai penduduk di wilayah ini adalah hingga Universitas meski sebagiaan besar tamatan Sekolah menengah pertama.

Sekolah

  • Tingkat TK
  1. Sekolah Taman Kanak-kanak berada hampir di setiap desa dengan jumlah maksimal terdapat 3 TK disetiap desanya.
  • Tingkat SD
  1. Sekolah setara sekolah dasar (SD) negeri berada disetiap desa. Desa yang memiliki lebih dari satu SD berada di Desa Prapag Lor, dan Desa Kaligintung.
  • Tingkat SLTP
  1. SMPN 20 Purworejo
  2. SMPN 40 Purworejo
  3. SMP PGRI Pituruh
  4. SMP PMB Pituruh
  5. SMP Muhammadiyah Pituruh
  • Tingkat SLTA
  1. SMAN 10 Purworejo
  2. SMA Muhammadiyah Pituruh
  3. SMK Patriot Pituruh

Sarana dan Prasarana

Kecamatan Pituruh dilintasi jalan Kabupaten yang menghubungkan beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo diantaranya ruas Pituruh - Kemiri yang juga menyambung ke ruas jalan provinsi Kabupaten Kebumen - Kabupaten Wonosobo dibagian barat maupun dengan ruas jalan penghubung Kutoarjo - Kecamatan Bruno - Kabupaten Wonosobo. Selain itu terdapat ruas Pituruh - Kecamatan Butuh yang melintasi jalan nasional Pulau Jawa. Sarana dan Prasarana pendukung lainnya baik formal maupun informal diantaranya:
  • Masjid
  • Mushola/ Langgar
  • Gereja
  • Puskesmas
  • Polsek
  • Koramil
  • Bank
  • Minimarket
  • Pasar Tradisonal
  1. Pasar Pituruh di Desa Pituruh
  2. Pasar Dlisen di Desa Dlisen Wetan
  3. Pasar Brengkol di Desa Brengkol
  4. Pasar Prapag di Desa Prapag Kidul
  5. Pasar Kenthu di Desa Kalikotes
  6. Pasar Wonoyoso di Desa Wonoyoso

Potensi

Kecamatan Pituruh memiliki banyak potensi mulai dari agribisnis meliputi pertanian dan peternakan maupun potensi pariwisata. Bahkan untuk menampung potensi dari berbagai wilayah di Kecamatan Pituruh digelar acara Pituruh Expo setiap tahunnya dan menjadi icon Kecamatan Pituruh. Dari sektor Pariwisata wilayah ini memiliki sejumlah potensi wisata diantaranya:
  1. Gunung Kembang di Desa Somogede[2]
  2. Air Terjun Pendowo di Desa Somogede
  3. Gua Gong di Desa Kesawen[3]
  4. Desa Wisata Pamriyan di Desa Pamriyan
  5. Gua Pencuk Peninggalan Ir. Soekarno di Desa Ngandangan
  6. Curug Putren di Kaligintung

Sumber : id.wikipedia.org


Prapag Kidul - 24 September 2017 Santri TPQ AT - TAUHID Jatiwero Prapag Kidul Wisuda Iqro', Khotmil Qur'an , dan Pelepasan Santri. Sebelum acara mulai para santri pawai ta'aruf keliling desa dengan menggunakan kereta odong odong yang diiringi grup sholawat kencreng megulung lor,
Wisuda yang diikuti Iqro' 23 santri, dan Khotmil Quran 14 santri , Pelepasan 3 santri, yang masing masing santri dari berbagai desa sekitar.

Santri yang tidak mengikuti wisuda menampilkan pentas dengan menyanyi lagu taman pendidikan alquran.
Acara wisuda ini pengajian oleh K. Abdullah Sugito S.Pd. M.Pd.I dari Mbotoh Purworejo.
Semoga dengan acara wisuda ini santri lebih giat belajar mengaji dan mendidik anak sholeh dan sholehah. (Lf)
Advertisement



PRAPAGKIDUL, (pituruhnews.com) Dalam menjalin interaksi dengan masyarakat Komsos adalah merupakan salah satu kemampuan aparat teritorial yang dimiliki oleh seorang Babinsa. Karena dengan Komsos diharapkan seorang Babinsa akan mengetahui tentang situasi kondisi sosial masyarakatnya, sekaligus untuk mendapatkan data dan fakta sebagai penunjang tugas kewilayahan.

Hal tersebut yang mendorong Serda Haris Gunawan yang menjabat sebagai Babinsa Desa Prapag Kidul Kecamatan Pituruh untuk selalu melaksanakan Komsos di wilayah binaannya baik dengan Toga, Tomas, Toda maupun dengan pejabat pemerintahan desa. Seperti yang dilakukan pada selasa,17/07/2018.

Serda Haris Gunawan bersilahturahmi dengan masyarakat Desa Prapag Kidul, kali ini melaksanakan anjangsana dan silahturahim  bersama warga demi terjalinnya hubungan teritorial tentang situasi kondisi warganya.

Lebih lanjut Serda Haris; "mengatakan sudah menjadi kewajiban kita sebagai aparat desa apalagi disamping itu ada babinsa yang siap membantu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat",tegasnya.

Ibu Sukiyem (59) Masyarakatpun menyampaikan terimakasih kepada Babinsa yang sudah menjadi teman dalam bekerja kita selalu komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan tugasnya mudah mudahan kedepan Babinsa selalu ada buat rakyat ”, ungkapnya



Prapag Kidul - Minggu (14/10/2017) Suyono (50) warga asli Banyumas , yang berkerja sebagai pembuat gula merah (Tukang deres) di rumah Bpk. H. Gusdai warga dukuh Jatiwero , Desa Prapag Kidul, terjatuh dari pohon kelapa , jenazah ditemukan oleh warga sekitar pukul 11.00 WIB dan dalam keadaan meninggal ditempat , berlokasi belakang TK desa Megulunglor, jenazah ini dimakamkan di Banyumas dengan menggunakan kendaraan ambulance SR Purworejo. Di antar ke banyumas sekitaran Pukul 14.00 WIB, sampai di lokasi rumah duka Sekitaran Pukul 17.00 WIB.

Diriwayatkan jenazah di tidak memiliki penyakit jantung, kemungkin dikarena di malam hari  (14/10/2017) hujan yang mengguyur  pohon kelapa licin dan terpeleset terjatuh.
Pungkas Kurir SR Purworejo ,  Kurniawan " jenazah  tangan kiri patah dan leher memar hitam kemungkin karena terjatuh sekitar 10 meter dari atas pohon kelapa" , Sesampai di rumah duka di Banyumas warga sekitar sudah saling berdatangan untuk mempersiapkan pemakaman di TPU desa jenazah. Pemakaman langsung setelah jenazah sampai dirumah duka. (Lf)

Tangkal Aliran Sesat Sejak Dini Dengan Penanaman Nilai-Nilai Al Qur’an
oleh : ari-sunandar
Pituruh,(purworejo.sorot.co)--TPQ At-Tauhid Jatiwero Prapag Kidul, Kecamatan Pituruh, kembali menyelenggarakan Haflah at Tasyakkur Khotmil Al Qur’an di Masjid At-tauhid Jatiwero Prapag Kidul, Minggu (24/07/2017). Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas prestasi santri dalam mengaji Al Qur’an.
Ketua panitia, Umi Mudrikah, mengatakan, kegiatan Khotmil Qur’an juga sebagai wadah syiar tentang perlunya pembelajaran Al Qur’an dan harus ditangani dengan serius.
Alhamdulillah, semoga mengaji al-Qur’an di TPQ ini, bisa bermanfaat baik untuk para santri, keluarga, dan masyarakat. Lebih dari itu, amat diutamakan agar ajaran-ajaran Al-Qur’an bisa diamalkan,” ujar Umi Mudrikah.
Setelah prosesi wisuda khotimin-khotimat, puncak acara Khotmil Qur’an ini dilanjutkan pengajian akbar oleh Kyai Abdullah Sugito S.Pd. M.Pd.I dari Butuh, Purworejo.
Dalam tausyiahnya, Kyai Abdullah Sugito S.Pd. M.Pd.I menegaskan pentingnya acara khotmil Qur’an ini. Para santri yang telah merampungkan (khotmil) Al Qur’an 30 juz diharapkan mampu menangkal berkembangnya aliran dan faham agama yang menyesatkan di masyarakat melalui pemahamaman makna kandungan Al Quran yang benar dan konperehensif.
Saya berharap agar para santri untuk tetap berusaha mempelajari Al Qur’an dengan istiqomah,” tuturnya.
Lebih lanjut dijelaskan, Khotmil Qur’an sendiri merupakan salah satu tradisi yang telah berlangsung berabad-abad lamanya. Khotmil Qur’an termasuk salah satu ritual sakral, sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan para santri dalam mengkhatamkan Al Qur’an.
Demikian, di pesantren tidak hanya menekankan pada kualitas membaca dan tajwidnya, melainkan juga pada silsilah sanad. Sehingga transmisi pembelajaran Al Qur’an yang dilaksanakan dengan tidak abal-abal, tetapi sanad gurunya jelas,” tandasnya.

Sumber : purworejo.sorot.co 


Pituruh,(purworejo.sorot.co)--Beragam kegiatan dilakukan warga untuk menyambut datangnya tahun baru Islam. Seperti yang dilakukan MI (Madrasah Ibtidaiyah) Takhasus, Prapag Kidul, Kecamatan Pituruh, pada Rabu (20/09/2017). Sedikitnya 300 siswa di sekolah ini mengikuti kegiatan pawai taaruf menyambut 1 Muharram 1439 Hijriyah.
Peserta pawai menyusuri Jalan dari Masjid Al Irsyad Pituruh hingga Desa Karanganyar, Kecamatan Pituruh, sambil bershalawat dan menyebut asma Allah di iringi grub Hadroh dari MI Takhasus. Berbagai kostum pun dikenakan, mulai dari pakaian muslim, pakaian tani dan pakaian silat sambil membawa spanduk bertuliskan ‘Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1439 H’.
Didampingi para guru dan orang tua mereka berjalan dengan penuh semangat dan di sepanjang jalan, rombongan pawai taaaruf mendapat simpati dari masyarakat. Bahkan beberapa pengguna jalan memilih berhenti untuk memberikan kesempatan rombongan melintas sambil mengambil foto menggunakan kamera telepon genggam.
Pawai ini menjadi bagian dari sosialisasi dan edukasi bagi siswa dan masyarakat. Sebab masyarakat lebih mengenal dengan kalender dan tahun baru masehi saja, sedangkan tahun baru Islam jarang diperingati,” ungkap Kepala MI Takhasus Prapag Kidul, M. Zuhro, M.Ag.
Lebih lanjut ia menerangkan, 1 Muharram atau tahun baru Islam merupakan bulan pertama dalam kalender Islam. Tahun ini, tahun baru Islam jatuh pada hari Rabu, 20 September 2017 petang. Muharam sendiri merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam Islam.
Kata ‘muharam’ berasal dari kata haram mempunyai arti ‘Terlarang’ atau ‘Berdosa’. Muharam juga dianggap sebagai bulan paling suci kedua setelah bulan Ramadhan. Sejumlah warga pun berpuasa sepanjang hari ini dan pada hari ke sepuluh muharam ialah hari Asyura,” tuturnya.
Ditambahkan, biasanya mulai 1 Muharram warga muslim berpuasa dan puasa itu sendiri berbeda antara sejumlah kelompok muslim. Seperti muslim Sunni yang hanya menjalankan puasa pada hari ke sepuluh ataupun hari ke sembilan dan ke sepuluh.
Semoga dengan acara ini bisa menyemarakkan tahun baru Islam yang sudah banyak di lupakan oleh kaum muda Islam,” tandasnya.


Sumber :  purworejo.sorot.co


Nama Desa/kelurahan 



Girigondo - Sabtu (14/7/2017), Tidak diduga pengunjung pasar malam Alun-Alun Girigondo begitu banyak. Justru pengunjung yang datang didominasi warga desa tetangga seperti Prapag Lor, Prapag Kidul, Brengkol, Kembang Kuning, Sambeng, dan desa tetangga lainnya bahkan ada yang datang dari Kesawen dan sekitarnya. Sampai-sampai petugas parkir kewalahan memarkirkan kendaraan pengunjung yang membludak. Namun karena koordinasi yang baik, dipegang oleh pemuda-pemudi dan karang taruna Desa Girigondo, permasalahan bisa diselesaikan.

Koordinir parkir, Anto, menjelaskan bahwa sebelum pasar malam dibuka, jauh hari sudah dilakukan persiapan yang matang. "Beberapa pemuda-pemudi sudah saya lakukan penjelasan bahwa malam minggu ini pasti pengunjung datang sangat banyak dari berbagai pelosok desa. Maka untuk mengantisipasi meluapnya kendaraan telah dibagi petugas di setiap titik sesuai datangnya kendaraan", terangnya. "Malam minggu memang menjadi primadona setiap orang untuk menikmati hiburan", tutup Anto.

Sumber facebook : sorot girigondo


MEGULUNGKIDUL, (pituruhnews.com) Para pecinta sepak bola khususnya warga masyarakat di Pituruh bisa merasakan sensasi berbeda nonton bareng pertandingan perempat final hingga final Piala Dunia 2018. Acara nonton bareng ini selenggarakan oleh warga masyarakat Desa Megulungkidul. Pada Jum'at 06/07/2018 dengan bertempat di Halaman RA Banatul Masyitoh & Ponpes Al Barokah Desa Megulung Kidul.

Acara nonton bareng sudah rutin digelar sejak dimulainya Piala Dunia 2018 pada tanggal 14 Juni 2018. Nonton bareng sebelum digelar di Halaman RA Banatil Masyitoh, di gelar di Barat MA Ma'arif NU Pituruh Dirumah Joglo Bapak Akhmad Ngafifurrohman, S.Pd.



Kegiatan ini diselenggarakan karena di TV selalu diacak, akhirnya di gelar nonton bareng untuk kebersamaan antar pecinta sepak bola. Nonton Bareng ini dengan menggunakan proyektor dan layar 3 x 6 meter. dan juga mendirikan tenda kurang lebih 9 x 6 meter.

Antusias dari penonton tidak hanya dari warga Desa Megulungkidul saja, Namun juga dari Megulunglor, Prapag Kidul, Kembangkuning, Sambeng, Pituruh. kurang lebih sekitar 200 orang yang hadir. Acara ini terbuka untuk umum. tuturnya.

Pertandingan dimulai pada pukul 21.00 WIB babak perempat final Prancis unggul 2 melawan Uruguay 0,  Namun pertandingan berikutnya Brazil melawan Belgia akan dimulai pada pukul 01.00-03.00 WIB.



Nonton bareng yang di selenggarakan warga masyarakat Megulungkidul selalu di penuhi oleh penikmati sepak bola. 

Sementara itu, Menurut Malik Anam dengan digelarnya nonton bareng semakin banyak dinikmati oleh para pecintanya sepak bola, maka akan selalu diselenggarakan dari pertama Piala Dunia 2018 dibuka sampai ke babak Final pada tanggal 15 Juli 2018. Tuturnya. (anam-ltf)

Jatuh Dari Pohon Kelapa, Buruh Pemanjat Tewas Mengenaskan
Pituruh, --Peristiwa tragis terjadi di perkebunan kelapa di Dukuh Jatiwero, Desa Pripag Kidul, Kecamatan Pituruh pada Minggu (15/10/2017) siang kemarin. Seorang pria pembuat gula merah dan pemanjat pohon kelapa tewas setelah terjatuh dari pohon kelapa.
Korban bernama Suyono (50) warga Kabupaten Banyumas, tewas di lokasi dengan luka di sekujur tubuhnya, tergeletak di bawah pohon kelapa yang sebelumnya dipanjatnya.
Salah seorang saksi mata, Achmad Luthfi Khakim (23) yang merupakan warga sekitar, menuturkan, korban ditemukan oleh warga dalam keadaan sudah meninggal dunia. Oleh warga, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah pemilik perkebunan kelapa, H. Gusdai warga Dukuh Jatiwero, Desa Prapag Kidul, Kecamatan Pituruh.
Ia memaparkan, tidak ada satupun orang yang mengetahui peristiwa tragis yang menimpa Suyono. Korban diketahui berpamitan untuk pergi menderes kelapa sejak pukul 08.00 WIB. Baru pada sekitar pukul 11.00 WIB, korban ditemukan tergeletak penuh luka di bawah pohon kelapa.
Kemungkinan Suyono terpeleset saat memanjat karena memang kondisi pohon kelapa sedang licin setelah diguyur hujan semalaman,” ucap dia, Senin (16/10/2017) siang.
Sementara itu, salah seorang petugas medis dari Sedekah Rombongan (SR) yang menangani korban, Kurniawan mengungkapkan, dari pemeriksaan medis yang dilakukan, tidak ditemukan adanya luka-luka bekas penganiayaan di tubuh Suyono. Korban sendiri mengalami patah pada tangan kiri dan memar pada leher. Luka tersebut diduga disebabkan karena jatuh dari pohon kelapa setinggi sekitar 10 meter.
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada korban, korban terluka akibat terjatuh. Karena keluarga korban sudah menerima dan meminta untuk dimakamkan, korban langsung kami antar ke rumah duka di Banyumas," tandasnya.

Sumber : purworejo.sorot.co
Advertisement


PRAPAGKIDUL, (pituruhnews.com) Sabtu, 2/6/2018 DPC PKS Pituruh Mengadakan Kegiatan Buka Puasa Bersama Santri dan Masyarakat Dukuh Jatiwero, Prapag kidul,  dan Megulunglor.Bertampat di Masjid jami'At-Tauhid. Pada pukul 16.30 WIB.

Acara itu dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Ir. H Ngadianto MM,  Tamu undangan sekitar 80 orang yang terdiri dari Santri Pondok Pesantreng Daarut Tauhid 3 Pituruh,  Masyarakat Sekitar.

Anggota DPC PKS Pituruh Bagus Kurniawan, ST menuturkan tujuan kegiatan buka bersama ini adalah menjalin silaturrahmi dan meningkatkan rasa saling berbagi. ungkapnya.

Dari serangkaian acara ini dilaksankan pembacaan tahlil, dan kultum. Tahlil dipimpin langsung oleh K. Zen Masrur, sedangkan kultum disampaikan oleh Drs H Aris Akhmad.

Kultum yang di sampaikan oleh Drs H Aris Akhmad yaitu untuk meningkatkan kualitas ibadah di 10 hari Ramadhan terakhir, supaya kita tidak termasuk orang yang rugi, oleh karena itu kita harus bisa meningkatkan ibadah dipenghujung ramadhan, supaya mendapatkan berkahnya dari Allah SWT.

Setelah Kultum sampai pukul 17.32. Kemudian dilanjutkan adzan magrib dikumandangkan oleh H.  Suprianto, dan dilanjutkan buka bersama Masyarakat yang hadir. (ltf-putudrm)


Prapagkidul - Rabu, (08/11/2017) Warga prapag kidul digegerkan dengan adanya selebaran yang ditempelkan di dinding rumah warga. Sekitar pukul 02.00wib. Diketahui warga keesokan harinya. Surat ini bertulisan berisi menagih janji, visi dan misi  kepala desa bapak Purwanto. Pelaku belum diketahui siapa yang menempelkan selebaran ini. Karena dalam surat tersebut mengatasnamakan masyarakat prapagkidul. 

"Menurut seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya. Surat tersebut ini merupakan penggiringan opini publik se olah kepala desa yang sekarang tidak bekerja sesuai visi misinya. kalau ingin mengungkapkan pendapat bisa transparansi dan datang langsung menemui yang bersangkutan" ungkapnya.

Salah seorang warga mengungkapkan kekecewaanya dengan adanya surat ini , "Itu merupakan salah satu contoh pekerjaan orang yang tidak berani bertanggung jawab. Bila ada selisih paham sebaiknya datang berkunjung , dengan cara mempersiapkan data bila itu tempat , orang , waktu hari, tanggal, jam, dan nominal uang. Jadi jangan beradu argumen jelas, lugas, bukan kata jarene, Itu baru warga cerdas, bertanggung jawab. Bukan seperti ini yang tidak ada nama penanggung jawabnya. Kalau mau membangun harusnya dengan cara yang membangun dan santun, menggunakan tatakrama yang baik. Tidak bisa membangun dengan cara merusak,  Apalagi dari awal sudah merusak komunikasi, dan kerukunan bertetangga" ungkap nur sodiq.

Dengan mengatasnamakan masyarakat itu seluruh warga desa prapagkidul mencakup anak anak, remaja , dan orang tua,  tidak jelas dan kurang tanggungjawab kan ? Dan itupun ditujakkan juga harus jelas. Kepada siapa? Kades, Sekdes, atau Siapa ..? Semoga prapagkidul tercinta tetap damai dan aman kondusif. Ungkap salah satu warga prapagkidul. (lf)

Tempat Pendaftaran Calon Anggota Relawan Demokrasi / Foto Anggoro
PURWOREJO, (pituruhnews.com)-- Jelang Pelaksanaan Pemilu 2019 dan tuntutan partisipasi sesuai dengan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) sebanyak 77,5 % maka KPUD Purworejo melakukan rekrutmen Relasi (Relawan Demokrasi) sebanyak 55 orang melibatkan 10 basis kelompok masyarakat. Basis kelompok tersebut antara lain basis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khsusus, kaum marginal, basis komunitas, basis keagamaan, dan basis warga internet (netizen).

Pada 2014 lalu KPUD Kab. Purworejo juga pernah merekrut Relasi tetapi hanya sebanyak 25 orang  yang diambil dari 5 sekmen yaitu sekmen keagaamaan, pemilih perempuan, pemilih pemula, pemilih disabilitas, dan pemilih marjinal.
Calon Anggota Relawan Demokrasi / Foto Anggoro
Akmaliyah, S.Pdi., M.Pd. dari Divisi Sosialisasi KPUD Kabupaten Purworejo mengungkapan harapannya terkait dengan Relawan Demokrasi ini agar dapat membantu KPU dalam mensosialisasikan kebijakan ataupun tahapan-tahapan terkait pemilu 2019. Pemilu 2019 ini merupakan sejarah baru di Indonesia karena menggabungkan Pemilihan  Legislatif dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Selain itu, rekrutmen Relasi ini dilakukan untuk membantu meningkatan partisipasi pemilih untuk Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 17 April 2019 mendatang dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Langkah ini dilakukan berdasarkan Peraturan KPU nomor 10 tahun 2018 tentang sosialisasi, pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat dalam penyelanggaraan Pemilu.
Pada saat ditemui crew piturunews.com / foto anggoro
Adapun pendaftaran sudah dimulai sejak 11-13 Januari 2019 lalu. Total peserta yang mendaftar sebagai Relawan Demokrasi sebanyak 128 orang dari 16 kecamatan se-Kabupaten Purworejo. Dari tahapan itu 126 orang lolos ke tahap seleksi wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 15-16 Januari 2019. Hasil dari seleksi ini akan diumumkan pada tanggal 17 Januari 2019 untuk menetapkan 55 Relasi terpilih . Selanjutnya bagi Relasi yang terpilih akan diberikan pembelakan pada tanggal 21 Januari 2019.

Dalam kesempatan tersebut  ada 6 orang dari Kecamatan Pituruh yang mendaftar sebagai Relawan Demokrasi yakni Ribut (Ngampel), Wiji Astuti (Prapag Lor), Nur Halimah (Luweng Lor), Sulis Cahyadi (Pituruh), Nanang Dwi Handoyo, dan Bayun Handoyo (Megulung Kidul).

"Sebenarnya ada 11 basis tapi basis yang satu adalah relawan demokrasi yang sedang kita rekrut ini. Jadi setiap basis ada  5 orang namun karena menjadi 10 basis maka pembagiannya tidak tentu namun akan ada Relasi yang masuk ke basis-basis itu untuk mensosialisakan pemilu. Sedangkan untuk pembagiannya  walaupun tidak sama karena basisnya bukan kecamatan, namun diusahakan di 16 kecamatan ini ada Relasi walaupun jumlahnya tidak sama" jelasnya.

Penulis : Bay
Editor : ALK
Diberdayakan oleh Blogger.