Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri sma/k. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

KALIKOTES, (pituruhnews.com) - Dalang perempuan Purworejo Nyi Dwi Puspita Ningrum MPd mengunjungi SMA N 10 Purworejo pada Jum'at, 25/10/2019. Kunjungan ini dalam rangka Tepang Wayang, supaya wayang lebih dikenal oleh masyarakat.

Kunjungan ini bertujuan mengenal wayang kepada siswa-siswa SMA N 10 Purworejo, ini merupakan sebagai upaya melestarikan seni budaya pada generasi muda.

Tepang Wayang ini diikuti sebanyak 563 siswa-siswi SMA N 10 Purworejo yang terdiri dari kelas X  233 siswa, kelas XI 176 siswa, dan kelas XII 154. Didampingi oleh Kepala Sekolah Setyo Mulyaningsih dan dewan guru SMA N 10 Purworejo.
Penyampaian siswa
Setyo Mulyaningsih mengatakan bahwa ini merupakan bulan bahasa dengan digelar berbagai macam kegiatan antara lain lomba foto bertemakan lingkungan hidup, lomba video berbahasa Inggris, menyanyi campurasi dan video pembelajaran dengan menggunakan bahasa Inggris.

"SMA N 10 Purworejo juga bekerjasama dengan dalang perempuan Purworejo yaitu Nyi Dwi Puspita Ningrum MPd, ini merupakan sebagai wujud pengenalan seni budaya wayang yang kami rangkaikan dikegiatan bulan bahasa ini, " kata Setyo.

"Saya berharap seluruh siswa SMA N 10 Purworejo ini, terus mampu mengenal budaya Jawa, melestarikan budaya Jawa. Dan saya sangat mengapresiasi kepada dalang perempuan Nyi Dwi Puspita Ningrum MPd, karena beliau sangat peduli pada budaya jawa khususnya budaya pewayangan, dan mengajarkan anak didik lebih mengenalkan budaya jawa, " imbuhnya.
Foto bersma dengan dalan perempuan dan kepala sekolah
Nyi Dwi Puspita Ningrum MPd juga mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai kegiatan Tepang Wayang, pengenalan tokoh-tokoh wayang kepada siswa-siswa sekolah SMA N 10 Purworejo.

"Pengenalan tokoh-tokoh itu dikemas dengan frakmen wayang, seperti dialog Pendowo dengan tokoh Punokawan, interaktif siswa-siswi SMA N 10 Purworejo dan juga nembang bersama, " katanya.

"Apresiasi dan antusias siswa-siswa SMA N 10 Purworejo sangat baik, ketika saya menyampaikan materi siswa mendengarkan dengan seksama, dan pada saat tanya jawab siswa dapat menjawabnya. Saya berharap generasi muda lebih mencintai budaya bangsa, seni tradisional, tidak hanya mempelajari seni modern saja, dan ikut melestarikan budaya bangsa, " imbuhnya.

Siswa SMA N 10 Purworejo Rosalinda mengungkapkan sangat senang dengan adanya acara seperti ini, karena untuk pengetahuan anak jaman sekarang, supaya tahu seni budaya jawa tidak hanya seni budaya modern.

"Acara seperti ini sering diadakan disekolah-sekolah, karena ini sebagai pengetahuan seni kepada siswa-siswi sekolah, " pungkasnya.

Reporter : Purnomo
Editor : Luthfi

PURWOREJO, (pituruhnews.com)SMAN 10 Purworejo sebagai satu-satunya SMAN di Kabupaten Purworejo pada tahun 2019 diamanahi untuk mengelola Program Kewirausahaan.

Demi menjaga amanah, melecut diri, mematik kesadaran peserta didik untuk semangat menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Dalam mengamati alam sekitar, kecermatan dan kekompakan seluruh indera  amat dibutuhkan dalam menggali ide untuk suksesnya Program Kewirausahaan SMA yang diprakarsai Direktorat Pendidik Menengah.

Bersinergi dengan keasrian dan kekayaan lokal Kecamatan Pituruh terlahirlah ide ini, yaitu ditemukan satu komoditi yang setiap musim kemarau melimpah, namun belum dimaksimalkan potensinya.

Tanaman ini dapat menjadi salah satu tanaman yang penting juga untuk menjaga ketahanan pangan. 
Kepala Sekolah SMA N 10 Purworejo
Bisa menjadi alternatif pengganti terigu, atau pun beras. Tanaman ini dipilih oleh Anak-Anak SMAN 10 Purworejo, dengan tujuan untuk membantu para petani memasarkan produk dengan lebih inovatif sehingga dapat menaikkan harga pasar, menaikkan semangat para petani dalam  pembudidayaannya. Dia adalah Pati Temu Lawak.

Melalui tangan terampil anak-anak dan difasilitasi para ahli,  pati temu lawak ini dikreasikan menjadi kue kering camilan "Temu Manis, Teman Manis Sehat dan Higienis". 

"Bila lazimnya kue camilan selalu berbahan dasar tepung terigu, ditangan anak-anak Kewirausahaan SMAN 10 Purworejo, terigu tersebut digantikan dengan pati temu lawak, " ujar Kepala Sekolah SMA N 10 Purworejo Setyo Mulyaningsih.

Dikatakan, Setyo Mulyaningsih pada saat mengenalkan produk temu lawak di lokasi CFD Kabupaten Purworejo (Minggu, 03/11/2019).  Pengenalan produk ini merupakan salah satu ikon yang dipilih melalui program Kewirausahaan SMA N 10 Purworejo.

"Alasan pengenalan produk dari anak-anak siswa SMA N 10 Purworejo ini di Car Free Day, karena ini merupakan tempat berkumpulnya warga masyarakat di Kabupaten Purworejo, harapanya salah satu hal yang dibidik dalam program kewirausahaan ini yaitu Temu Lawak, yang dioleh menjadi Temu Manis, Ini untuk mengangkat derajar petani temu lawak di Kecamatan Pituruh. " ucap Setyo Mulyaningsih.

"Karena selama ini temu lawak hanya diolah oleh masyarakat dengan cara hanya diambil temunya, diiris tipis dikeringkan dan dijual. Ditangan anak-anak SMA N 10 Purworejo dilirik dan diolah menjadi pati temu lawak. Dari olahan pati SMA N 10 Purworejo mencari tim ahli yaitu Ibu Ida salah satu pengajar salah satu SMK di Purworejo, melaluinya siswa dibimbingan dengan cara mencari ide, dan ditemukanlah olahan Temu Manis, " imbuhnya.
Penjualan produk
"Diacara Car Free Day ini, kami menguji dan mengenalkan produk dari SMA N 10 Purworejo kepadaq masyakarakat di Kabupaten Purworejo, siapa tahu dengan munculnya produk ini menjadi keunggulan ketanganan pangan di Kabupaten Purworejo." ucapnya.

"Dengan adanya temuan produk ini, harapanya masyarakat petani temu lawak lebih meningkat, dan mereka tetap eksis mengembangkan temu lawak, tidak hanya berhenti disini, produk ini juga akan dilakukan uji laboratorium di Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dengan harapan setiap tahunnya akan ditemukan ide-ide berlian. " imbuhnya.

Produk olahan temu lawak yang dijual oleh SMA N 10 Purworejo, yaitu roti kering, stieck dan cendol. Harga cendol satu cup 5.000 rupiah, kue kering satu toples 15.000 dan stieck satu plastik dijual dengan harga 4.000.

"Selama ini kita tahunya temu lawak ini untuk jamu atau ada yang mengatakan obat herbal penambah nafsu makan, tapi kali ini tidak terasa lagi temu lawaknya dan enak." ucap Realita saat mencoba produk kreatif Anak-Anak Kewirausahaan SMAN 10 Purworejo.

"Produk olahan berbahan olahan ini rasanya krenyes di lidah, dengan menciptakan produk ini, karena SMA N 10 Purworejo peduli dengan Ketahanan Pangan Indonesia, " pungkasnya.

Reporter : Purnomo
Editing : Bayun, Luthfi
Advertisement

PITURUH, (pituruhnews.com) - Dalam rangka memperingati HUT RI ke-74, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an Lembaga kecamatan Pituruh mengadakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Selasa, 06/08/2019 di Aula Kecamatan Pituruh.

MTQ ini diikuti oleh 15 SD/MI, 6 SMP-Mts dan 1 SMA/MA, kategori musabaqah ini terdiri dari tiga cabang putri dan putra, untuk cabang pertama Tartilil, kedua Tilawatil Qur'an dan ketiga Hifdzil Qur'an.

Perlombaan ini pada cabang Hifdzil Qur'an putri SD/MI dimenangkan oleh Jihan Hasna siswi MI Takhasus Prapagkidul, juara II Aulia siswi SD N Blekatuk dan juara III Laura Ananda siswi MI AL Huda. Untuk Putra dimenangkan oleh M Muna Almutadi sisiwi MI Takhasus Prapagkidul, juara II Attasyah siswa MI AL-Huda dan juara III Ahmad Danial siswa SD N Blekatuk.

Untuk cabang Hifdzil Qur'an putra SMP/Mts dimenangkan oleh M.Naufal siswa SMP N 20 Purworejo, juara II Naufal Faiz SMP Muhammadiya dan juara III M. Inggil Aq siswa SMP PGRI Pituruh.

Cabang Hifdzil Qur'an putri SMP/Mts dimenangkan oleh Aizatul Ifadah siswi MTs Ma'arif NU Pituruh, juara II Malihatus Sofiana siswi SMP N 20 Purworejo dan juara III Widya Nurrohma siswi SMP N PGRI Pituruh.
peserta MTQ
Sedangkan untuk Hifdzil Qur'an putri SMA hanya diikuti oleh satu peserta dari SMA Muhammadiyah Pituruh bernama Salsabila W. dan Hifdzil Qur'an putra juga berasal dari SMA Muhammadiyah Pituruh diwakili oleh Husni Nasirudin.

Murottal putri SD/MI dimenangkan oleh Atina Fitria N sisiwi MI Takhasus, juara II Rohmatul Azizah siswi MI Karanggetas dan juara III Widyati Khusnul K siswi SD N Luwenglor. Sedangkan untuk putra M Syafiq R siswa MI Takhasus, juara II Alvi Bakhrul siswa SD N Megulunglor, juara III Ilham Ardiansyah siswa SD N Luwenglor.

Cabang Murottal putra SMP/Mts dimenangkan Slamet Setiawan Siswa SMP N 20 Purworejo, juara II Edwin Fadlyansyah siswa SMP Muhammadiyah Pituruh dan juara III Mambaul Ikhwan Alwi siswa SMP PGRI Pituruh, sedangkan untuk putri dimenangkan oleh Lyla Dewi siswi MTs Ma'arif NU Pituruh, juara II Sekar Aprilia M siswi SMP PMB Pituruh dan juara III Mutia Khoirunnisa siswi SMP N  20 Purworejo.

Murottal putra tingkat SMA/MA diikuti satu peserta yaitu Hafid Muh Z siswa SMA Muhammdiyah Pituruh, sedangkan murottal putri dimenangkan oleh Murni Realita siswi SMA Muhammdiyah Pituruh.

Cabang Tilawatil putra SMP/MTs dimenangkan oleh Arif siswi SMP N 20 Purworejo, juara II Muhammad Hizbi siswi SMP PGRI dan juara III Muhammad Adib M siswi MTs Ma'arif NU Pituruh. Untuk Tilawatil dimenangkan Vicky Ardiansyah siswa SMA Muhammadiyah Pituruh.
Forkompimca
Acara ini dihadiri oleh Plt Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, Kasi Kemasyarakatan Muridan, Ketua Panitia HUT 17 Agustus Kusbandono, Ketua Panitia MTQ Zuhro, M.Ag dan 22 peserta lomba MTQ.

Pada saat ditemui crew Pituruh News, Plt Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno mengatakan, terimakasih kepada Panitia HUT RI ke 74 Kemerdekaan tingkat kecamatan Pituruh yang telah mengagendakan lomba MTQ sebagai salah satu kegiatannya.

Hal ini sesuai dengan nilai-nilai religi masyarakat kecamatan Pituruh dan selaras dengan perjuangan para pahlawan yang juga menjadikan agama sebagai pondasi perjuangan.

"Diharapkan dengan lomba MTQ ini,  menjadi salah satau sarana syiar Al-Qur'an, dimana anak-anak sejak dini lebih mengenal Al Qur'an, sebagai motivasi untuk belajar dan dapat meraih prestasi, " ucapnya.

Anak-anak yang belum dapat prestasi maksimal, dapat belajar dari kegiatan ini, yang sudah jangan berpuas diri karena masih banyak yang harus dipelajari, " imbuhnya.
peserta dari SMP N 20 Purworejo
Dikatakan ketua panitia MTQ Zuhro, M.Ag, ini merupakan tempat pengkaderannya qori qoriah sebenarnya, namun respon dari desa tidak ada desa yang daftar, tapi malah sekolah yang banyak mengeluarkan pesertanya.

"Berharap MTQ ini kedapan pesetanya lebih banyak, untuk yang menjadi juara I pada 8 Oktober akan mewakili kecamatan, ditingkat kabupaten, " pungkasnya. (pr-lt)


BRUNOREJO, (pituruhnews.com) Unit Dikyasa Polres Purworejo melaksanakan giat sapa masyarakat, Senin, (10/09) unit dikyasa menyapa bapak Ghofur (56) seorang penjual kopi la rempah asli Brunorejo dengan berkeliling.

Kopi ini merupakan asli dari Pegunungan Bruno. Kopi tersebut sudah turun temurun tiga generasi, namun sejak tahun 2005 berinovasi dengan mencampurkan rempah rempah.



Unit Dikyasa Polres Purworejo Ipda Wulan Puji Anjarsari, S.Tr.K beserta Bripda Vondra Setyawan, Bripda Ratih Anggoro Kasih, Bripda Farichah Qomarul Umi Almuslichati Assyukuri berkunjung ke Bruno dalam kegiatan giat sapa masyarakat, dan Sosialiasi Tertib Berlalu Lintas di SMA Islam Sudirman Bruno.


Kopi La Rempah ini selain rasanya yang nikmat, juga bagus menjaga kesehatan, stamina, dan menghangatkan tubuh. Kopi La Rempah bertempat di Dukuh SIngojoyo, Desa Brunorejo, Kecamatan Bruno. Harga kopi ini terjangkau dan sehat bagi tubuh.

"Keistimewaan kopi merupakan terbuat dari bahan alami, tidak ada bahan pengawet, tidak ada efek samping, kopi la rempah ini sehat bagi kebugaran tubuh, dan menambah cita rasa  baru untuk para penikmat kopi" katanya.

Kopi Bruno ini dipetik langsung dari perkebunan di Bruno, dengan memanfaatkan lahan yang ada di Bruno. 

Diungkapkan, Ipda Wulan Puji Anjarsari, S.Tr.K koo lah rempah ini merupan kopi yang berkhasiat bagi tubuh, selain rasanya yang enak dengan aroma rempah rempah juga ada citra rasa khas kopinya. 

"Dengan memberikan pemahaman kepada bapak Ghofur, Ipda Wulan Puji Anjarsari, S.Tr.K supaya bisa memanfaatkan kemajuan zaman untuk lebih mengembangkan bisnis beliau yaitu secara online, dan tidak hanya berjualan keliling" Katanya. (ltf)

Smandasa Got Talent Seasons 2 / Foto Gemboos_Photret
KALIKOTES, (pituruhnews.com)-- Dimeriahkan beberapa guest star, SMAN 10 Purworejo sukses menggelar Smandasa Got Talent seasons 2 di lapangan sekolah, Sabtu (15/12). Kesuksesan ini tidak lepas dari peran salah satu guru yakni Andreana Bangun Tri Sujanto, S.Pd selaku guru musik di SMAN 10 Purworejo.

Bangun saat perform / Foto Gemboos_Photret
Pak Bangun, panggilan murid kepadanya. Beliau sejak 2017 berinisiatif untuk mengadakan ujian praktek kelulusan dengan cara yang berbeda, yakni dengan menggelar sebuah ajang dimana siswa diharuskan untuk tampil dalam konsep band menyanyikan lagu-lagu yang mereka pilih sendiri. Guru satu ini memang tampil beda, beliau berani mencoba tantangan yang memang di sekolah lain belum ada ajang serupa.

Restu Unik K salah satu peserta merasa sangat senang dan suka dengan acara ini. "Saya jadi bisa bermain alat musik dan tampil di depan banyak orang seperti artis" ungkapnya. Masih menurut Restu, Bangun dalam mengajar dikenal sebagai sosok yang sabar walaupun siswa belum bisa tetap diajarinya dengan telaten.

Acara ini diikuti oleh 36 grup band, setiap grup terdiri dari 5-6 orang siswa kelas XII dengan siswa dapat menentukan sendiri anggota grup bandnya. Acara dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 17.30. Adapun dana untuk menggelar acara ini diperoleh dari sekolah dan juga sponsor. Dalam ajang ini juga disediakan tempat untuk para sponsor menjajakan dagangannya.
Bangun dan Roby Handoyo saat kolaborasi / Foto Gemboos_Photret
Selain grup band tersebut juga dimeriahkan oleh Guest Star Robi Handoyo (Master Gitaris Klasik Indonesia), Reyna Qotrunnada (Peringkat 6 Rising Star Indonesia 2014) dan DJ Rajwa Qonnita (DJ Wawa).

Perlu diketahui kedua guest star tersebut merupakan kenalan dari Bangun sehingga mereka bersedia untuk ikut berpartisipasi di ajang ini. Robi Handoyo merupakan gitaris klasik yang saat berusia 18 tahun  belajar gitar klasik dengan Bangun. Robi sudah malang melintang mengikuti festival gitar klasik baik nasional maupun internasional diantaranya di Malaysia dan Italia. Terakhir Robi berhasil meraih 2nd prize on open solo category, Valerio International Guitar Festival 2018. Sedangkan Reyna Qotrunnada merupakan penyanyi cantik yang baru berusia 19 tahun yang piawai memainkan piano. Dia merupakan salah satu peserta Rising Star Indonesia yang berhasil  menembus babak 6 besar tahun 2014 dan sudah mengenal Bangun sejak dia masih duduk di bangku SMP. 
Bangun dan anak didiknya foto bareng Reyna Qotrunnada / Foto Gemboos_Photret
"Semoga acara ini bisa diselenggarakan tidak hanya untuk lingkup sekolah saja namun bisa di area yang lebih luas sehingga tidak hanya dinikmati oleh kalangan di SMA N 10  namun juga dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar" ujar Reyna salah satu guest star.

Sebagai penutup acara ditampilkan aksi dari DJ Wawa. DJ Wawa adalah adik kandung Reyna yang masih berusia 12 tahun. Hentakan musik yang disajikan DJ Wawa berhasil membuat siswa-siswi bergembira di tengah guyuran hujan yang telah mengguyur sejak siang hari.

"Alhamdulillah semua dapat berjalan dengan lancar, terima kasih atas bantuan semua pihak termasuk sponsor yang telah membantu mewujudkan acara ini. Semoga untuk ke depanya acara ini dapat berlangsung lebih meriah dan dapat dinikmati oleh semua kalangan" pungkas Bangun.

Penulis : Bay
Reporter : Najib, Bay, Gujiih
Diberdayakan oleh Blogger.