Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri wisata. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan


Diskusi Camat Kemiri dengan Pengelola Watu Belah dan KKN UII

PURBAYAN, (pituruhnews.com) Pemerintah Kecamatan Kemiri yang langsung dipimpin oleh  Camat Kemiri Fatqur Rochman, S.Sos beserta jajarannya melakukan Blusukan Peninjauan Tempat Destinasi Wisata di Desa Purbayan, Kemiri. Pada Selasa, 28/08/2018.

Lokasi peninjauan tempat wisata ini meliputi Watu Belah, Gunung Bimo, Wisata Njleker, yang mana akan dijadikan destinasi wisata di Desa Purbayan, Kecamatan Kemiri.

 Tempat Spot Foto Watu Belah (ltf)

Namun pengharapan baru terfokus di dua tempat, yaitu Watu Belah (WTM) dan Njleker, sedangkan untuk Gunung Bimo masih terkendala dengan medan, dan kan di rencanakan secepatnya di garap. Untuk tempat wisata di Njleker ini adalah pemandangan daerah Purbayan dan ada gardu pandang untuk spot berfoto, dan juga sebaliknya di Watu Belah pemandangan spot foto di atas batu WTM.

Kepala Desa Purbayan Sutrisno, "mengatakan bahwa tempat wisata yang ada di Desa Purbayan sudah didirikan sejak tahun 2017 langsung dikelola oleh BUMDES SIDO MAJU, dengan mengelola 3 lokasi sebagai tempat wisata". Katanya.

 Camat Kemiri meninjau Wisata Gunung Bimo Purbayan

Destinasi Wisata ini yang akan menjadikan Ikon Desa Purbayan yaitu Watu Belah, dikarenakan mempunyai sejarah pada masa pemerintahan kepala desa bapak Mustopo, pada tahun 1977 merupakan proses membelah Watu Belah yang kurang lebih 3 tahun sebagai akses jalan dari Desa Purbayan menuju ke Kecamatan Kemiri.

Hal itu juga di apresiasi oleh Camat Kemiri bapak Fatqur Rochman, S.Sos, mengatakan bahwa untuk menjadi daya tarik wisatawan khususnya dibidang wisata, Desa harus bisa melihat potensi yang dimilik desanya, untuk dijadikan sebagai obyek wisata, salah satu Wisata Watu Belah, dan Njleker di Desa Purbayan.

 Spot Foto di Njleker

Proses penggarapan tempat wisata ini juga di bantu oleh Mahasiswa Fakultas Universitas Islam Indonesia (UII) yang melakukan KKN di Desa Purbayan, yang dibagi beberapa titik tempat lokasi.

Pendamping KKN UII Yudi Wiratno, Mengatakan Desa Purbayan ini mempunyai banyak pontensi dibidang wisata, dan produk lokal, yang bagus untuk dikembangkan sebagai penambah ekonomi masyarakat sekitar.

Selain itu, juga mengundang tim media dari Pituruh News untuk bisa membantu mempublikasikan tempat ini, yang kebetulan Kecamatan Pituruh berdekatan dengan Kecamatan Kemiri, harapnya bisa sekaligus memperkenal tempat wisata di Pituruh yaitu Desa Wisata Pamriyan.

Pengerjaan Tempat Duduk Istirahat di Wisata Njleker

Kedepan dengan adanya tempat wisata ini bisa menambah perekonomian warga sekitar, khususnya di Desa Purbayan, Kecamatan Kemiri, dan akan selalu dikembangkan dan dikemas dengan manarik supaya pengunjung tidak bosan. jelasnya. (ltf)



Blusukan Camat Kemiri di Desa Purbayan

Lihat Video : https://youtu.be/C4Vn6-dnBOM

SAMBENG, (pituruhnews.com) - Pemuda Desa Sambeng, Kecamatan Pituruh berhasil mencetuskan sebuah ide kreatif untuk membuat perpustakaan desa yang dikemas menarik dan berbaur dengan alam.

Minggu, (29/12/2019) pukul 10.00 WIB, merupakan hari Peresmian Perpustakaan Desa, sekaligus Soft Opening Pasar Wisata Desa Sambeng yaitu Pasar Bokong Semar digelar di Tanggul Sungai Kedunggupit. Pasar wisata Bokong Semar menyadiakan kafe angkringan, produk lokal warga masyarakat desa Sambeng.

Selain itu, itu juga dihadiri oleh Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, S.STP, Danramil/09 Pituruh Kapt. Inf Maryono, Kapolsek Pituruh diwakili oleh babinkamtibmas Aiptu Sutadi, Kepala Desa Sambeng Baruno, SIP. Serta turut hadir kepala desa Prapagkidul, Luweng lor, Kembangkuning dan masyarakat Desa Sambeng.
tamu undangan forkompimca
Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, S.STP dalam sambutannya, mengucapkan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sambeng atas idenya untuk mendirikan perpustakaan desa di Pasar Wisata Bokong Semar, dimana biasa perpustakaan berada  yang  kantor atau sekolah. Ia berharap keduanya saling bersinergi, misalnya dengan kenyamaman pasar wisata akan meningkatkan antusias baca, sebaliknya adanya tambahan perpustakaan menambah minat masyarakat datang ke pasar wisata.

Selain itu, Camat Pituruh juga merasa senang dan bangga karena untuk pertama kalinya di Kecamatan Pituruh ada pasar wisata.

Namun demikian kepada pemerintah desa dan BUMDES ia juga meminta untuk terus berjuang karena saat  ini masih tahap awal, dimana untuk mencapai kesuksesan dapat memerlukan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, oleh karena itu harus mampu membuat sesuatu yang sifatnya unik dan dapat bekerjasama dengan desa lainnya untuk mewujudkan wisata kawasan agar dapat segera lebih berkembang." ucapnya
foto pak camat pituruh
Diceritakan, Heru Setyawan, STP Sekretaris Desa Sambeng bahwa perpustakaan ini bermula dari ide warga desa Sambeng yang mengeluhkan apabila mencari pekerjaan itu sulit dan kebanyakan harus merantau ke luar kota.

Kemudian dari situlah muncul gagas ide bagaimana membuat lapangan pekerjaan yang ada di desa, melihat itu membuat perpustakaan desa dengan kolaborasi menjadi pasar wisata Bokong Semar.

"Tidak hanya fokus mendirikan perpustakaan, pemuda desa Sambeng juga dibentuk pasar wisata dengan nama Bokong Semar." katanya.

Nama Bokong Semar ini diambil dari letak pasar yang berdekatan dengan sebuah tanggul Sungai Kedunggupit, dimana tanggul tersebut menonjol "mlegenduk" seperti bokong semar (pantat semar).Dan ternyata nama Bokong Semar itu sudah ada sejak tahun 1963 yang mana pada waktu itu sungai banjir dan tanggul jebol.
tari ndolalak siswa sekolah dasar (SD) desa Sambeng
"Dalam satu tahun pada kala itu bisa jebol sampai tiga kali sehingga di buat tanggul yang tebal dan membentuk seperti bokong semar." katanya.

"Untuk kedepannya akan dibentuk, wisata outbound yang bertempat di Sungai Kedunggupit , melalui tanggul Bokong Semar yang lokasinya kurang lebih 20 meter dari perpustakaan desa dan pasar wisata, " imbuhnya.

Perpustakaan ini diambil dari sumber dana dari APBDES dan DD (Dana Desa) sejumlah sembilan juta rupiah. Dana tersebut untuk pembangunan tempat, rak beserta buku-buku perpustakaan. Dan tempat untuk perpustakaan dan pasar wisata bokong semar itu sama. 

"Pendiri pasar wisata Bokong Semar merupakan suatu kelompok sadar wisata yang dikelola oleh 10 anggota yang dibawah naungan Bumdes. Dimana Pokdarwis Bokong Semar dibiayai dari dana Bumdes yang bersumber dari bantuan gubernur sejumlah dua puluh juta untuk tahun anggaran 2019. '' ucapnya.

"Pembukaan pasar wisata Bokong Semar menampilkan kesenian tari ndolalak siswa sekolah dasar (SD) desa Sambeng yang dipimpin oleh Ibu Sukarti yang kebetulan beliau adalah pimpinan dari Bumdes dan pula ada kesenian kuda kepang dari desa Megulungkidul " tutupnya.

Reporter : Ganis P
Editor : ALK
Advertisement

Wisata Pemancingan Pamriyan/ Foto Mas Pur
PAMRIYAN, (pituruhnews.com) Pamriyan selain dikenal memiliki hasil hutan yang berupa Kopi, juga memilik tempat Wisata Pemancingan bagi para penggila mancing. Tempat ini berlokasi di Rt 01/RW 01, Desa Pamriyan, Pituruh, Kamis, 25/10/2018.

Wisata Pemancingan ini didirikan pada bulan Agustus tahun 2009. Pemilik Wisata Pemancingan ini yaitu bapak Kusmayadi atau biasanya dipanggil Romo.

Pengunjung saat melepas mata kail dari hasil pancingannya/ Foto Mas Pur

Selain dijadikan untuk tempat wisata, Wisata Pemacingan Pamriyan ini juga dilengkapi toko yang didalamnya menyediakan berbagai perlengkapan, diantaranya alat mancing, pakaian, home stay dan juga tersedia warung makan lesehan bagi para pengunjung Wisata Pemancingan. 

"Bagi para wisatawan yang mungkin masih kebingungan untuk mencari tempat wisata berlibur ditengah kesibukan tuntutan pekerja sehari-hari, silahkan lansung saja datang ke Wisata Pemancingan Pamriyan yang berada di Kecamatan Pituruh" Ujar Mas Pur.

Ikan yang tersedia di kolam pemancingan ini antara lain bawal, gurameh, nila, lele dan braskap. Untuk harga perkilo rata rata 20.000 sampai 25.000.

Pengunjung Memamerkan Besa Ikan Hasil Pancingannya / Foto Mas Pur

Selain obyek wisata pemancingan, Desa Pamriyan juga mempunyai tiga curug yang sampai saat ini belum terkelola dengan baik dan belum difungsikan. Diharapkan untuk pemerintah terkait lebih memperhatikan potensi obyek wisata agar dapat menghidupkan potensi obyek wisata yang berada di Desa Pamriyan.

"Melihat dari potensi lain, Desa Pamriyan juga memiliki lahan hutan pinus yang luas dan cocok untuk dijadikan tempat obyek wisata," Ujar Romo.

Penulis : Mas Pur
Editor : ALK

BRUNO, (pituruhnews.com) - Keramaian lebaran memberikan dampak terhadap wisata di kabupaten Purworejo.

Seperti wisata Curug Gunung Putri desa Cepedak, kecamatan Bruno mengalami peningkatan pengunjung. Peningkatan pengunjung ini dirasakan sejak hari raya idul fitri H+2 hingga H+5 total pengunjung mencapai 6310,

Data pengunjung yang didapat dari Dinas Pariwisata dan Kebudyaan Kabupetan Purworejo, pada Senin, 09/06/2019.
Keramaian Wisata Curug Gunung Putri
Pengelola wisata Curug Gunung Putri, M Shodiqul Ma'arif mengatakan, kenaikan pengunjung dirasakan dari lebaran ke dua.

Setiap harinya mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dikarenakan liburan hari raya ini berakhir pada minggu.

Curug Gunung Putri ini merupakan nomor dua sebagai destinasi wisata dihari raya idul fitri 2019, sejajar dengan pantai jetis.

"Menghimbau untuk para pengunjung tetep mengutamakan keamanan, keselamatan dan menjaga keindah tempat wisata ini, jangan sampai merusaknya di wisata alam Curug Gunung Putri," ujarnya, Minggu, 09/06/2019.

Pengunjung rata-rata pemudik yang pulang pada hari raya baik lokal maupun mancanegara, untuk mengisi liburan dikampung halaman, " imbuhnya.
 
Curug Gunung Putri
Salah satu pengunjung Wisata Curug Gunung Putri dari Purworejo, Ifa mengungkapkan berkunjung ke curug ini, karena suasananya masih asri, segar dan masih alami.

"Mengetahui wisata ini melalui media sosial facebook dan instagram, berharap pengunjung tetap menjaga keindahan di wisata Curug Gunung Putri ini, " ujarnya.

Selain menikmati wisata alam, pengelola wisata curug gunung putri juga menggelar hiburan dangdut selama dua hari di hari raya keempat dan kelima, tutupnya. (ltf)

Gunakan Dana Reses DPRD Dapil 5 Rancang Kawasan Wisata Terpadu
Suasana Ruang Pertemuan Mas Anto Mendengar , Foto M. Sodiqul Ma'arif


PAMRIYAN, Dana Reses adalah dana yang diberikan pemerintah kepada DPR atau DPRD guna melalukan kegiatan di luar kota, dengan adanya dana tersebut diharapkan kepada DPR atau DPRD lebih memahami dan lebih dekat dengan masyarakat atau daerah dimana dia ditugaskan. Sesuai dengan daerah ditugaskan DPRD dapil 5 Ir. H. Ngadiyanto, M.M. dengan melipuh wilayah Pituruh, Kemiri, dan Bruno.  Beliau menggunakan dana reses masa sidang 1 tahun 2018 dengan mengadakan acara dengan bertema " Serap Aspirasi Pengiat Wisata Membangun Kawasan Terpadu" Kegiatan tersebut di laksanakan di Desa Pamriyan yang di hadiri oleh para pengelola wisata, karang taruna serta 16 kepala Desa yang ada di 3 kecamatan Pituruh, Kemiri dan Bruno, Kamis (22/3/2018).

Guna merancang kegiatan tersebut beliau juga mengundang dari Disparbud Kabupaten Purworejo yang di wakili Kabid Destinasi Pariwisata Kabupaten Purworejo untuk membantu merancang kegiatan tersebut, dengan narasumber bpk. Stevanus Aan.

"Tujuan beliau degan adanya acara tersebut pariwisata yang ada di kawasan beliau pimpin lebih tertata serta para penggiat wisata lebih semangat mengembangkanya. Sebagai awalan daerah yang sudah mengelola wisata yaitu kawasan Bruno tepatnya Desa Cepedak, Giyombong dan Gunungcondong sedangkan untuk kawasan Pituruh yaitu Desa Pamriyan. Harapan beliau setelah dibuatya rancangan kawasan wisata terpadu pemerintah mau mengakui bahwa daerah Bruno dan sekitarnya masuk menjadi kawasan wisata."

Terutama kepada Bupati Purworejo mau mengeluarkan SK kawasan dengan keluarnya surat tersebut , perkembangan dan pembangunan lebih cepat sehingga desa-desa lain bisa ikut berperan dalam dunia wisata seperti daerah lain yang sudah maju. Dalam pembahasan acara tersebut beliau bpk. Stevanus  Aan mengemukakan bahwa Purworejo sesuai anjuran Bupati Purworejo akan melaksanakan Romonsa Purworejo 2020 karena adanya Segitiga Emas yang ada di sekitar yaitu Otorita Borobudur di Magelang, Dieng wonosobo serta pembangunan bandara baru yang ada di Jogjakarta.

Beliau berharap para pengelola wisata lebih bersiap terutama yang ada di daerah Bruno yang merupakan kawasan akses menuju Dieng. Kisaran pendapatan mencapai 16 juta pertahun keatas. Jangan sampai cuma sebagai akses jalan lewat saja namun, mampu menarik wisatawan baik lokal dan mancanegara ujar Stevanus Aan. (msm/tk) 

Sumber Repost : cepedaknews.com


KEMIRI, (pituruhnews.com) - Komunitas Kembol (Kemiri Mbolang) menggelar Fan Camp di area wisata Curug Kaliurip yang bekerjasama dengan pengelola Taman Wisata Curug Kaliurip, Sabtu, 06/07/2019 petang hingga minggu pagi.

Fan Camp "One Night in Kaliurip"  ini pertama kali digelar yang di Taman Wisata Curug Kaliurip. Selain itu acara ini juga menawarkan berbagai acara seperti live acoustic, camping, tanam 100 bibit, eksplor curug dan foto hunting. Live acoustic ini dimeriahkan oleh TFD Acoustic Band dari Purworejo.

"Sedikit ada 80 peserta yang mengikuti, dengan menggunakan tenda, yang masing-masing berasal dari berbagai daerah di Purworejo, bahkan ada juga yang dari luar Purworejo," ujarnya.
Tenda camping
Sugeng Riyadi Pengelola Kegiatan Taman Wisata Curug Kaliurip mengatakan, dulunya bukan taman wisata curug kaliurip, tetapi dikenalnya curug kaliurip. Sehingga pada bulan Oktober 2018, kami mulai membangun akses jalan ke tempat curug.

"Curug ini diresmikan pada 16 April 2019 oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, MM. Pembangunan ini yang melibatkan warga setempat, " ujarnya.
Penanaman Bibit oleh peserta camping
Aan Ontoceno seniman Kemiri menambahkan, ikut serta untuk meramaikan wisata di taman wisata curug kaliurip ini. Awal kali pada saat datang ketempat ini, lokasi masih belum banyak terjamah oleh orang, kondisinya masih berupa rumput dan kurang penataan.

"Pengalaman saya dulu, waktu ke lokasi curug ini masih jalan setapak, jalan tersebut awalnya hanya untuk digunakan warga setempat untuk mengambil hasil bumi. Selang berjalanya waktu sekarang sudah dibangun, dengan bekerja sama dari berbagai elemen masyarakat dan karangtaruna, " ucapnya.

Dari kerja keras dari elemen tersebut, tempat ini bisa dijadikan sebuah taman wisata curug kaliurip. Tempat sangat multi guna bisa digunakan untuk reuni, area bermain anak, temlat untuk rapat maupun memanjakan pikiran disaat pekerjaan banyak atau liburan, " pungkasnya. (lt)

Kirab Grebeg Pajangan Sidomulyo
PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Geliat wisata di Kabupaten Purworejo mulai bangkit. Salah satu wisata yang sudah lama dan bahkan hampir terlupakan adalah wisata Situs Pajangan. Agar wisata Situs Pajangan ini dapat bangkit kembali maka warga desa setempat berinisiatif untuk membuat suatu acara sebagai langkah awal untuk kebangkitan tempat wisata ini. Pada hari Minggu Legi (28/10/2018)  diadakan  Kirab Grebeg Pajangan dengan mengusung tema "Menuju Desa Wisata Sidomulyo 2025". Ada alasan khusus mengapa hari yang dipilih adalah Minggu Legi .

"Minggu Legi dipilih karena selain hari libur, hari Minggu Legi dalam kalender jawa mempunyai arti Minggu manis diharapkan agar kirab yang pertama ini dapat membuahkan hasil yang manis bagi masyarakat pada umumnya dan Situs Pajangan pada khususnya" jelas ketua Pokdarwis Situs Pajangan Turab Hartono.
 Tumpeng Kirab Grebeg Pajangan 
Kirab ini diikuti oleh kurang lebih 200 orang warga desa Sidomulyo yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua dengan berpakaian adat jawa dan diiringi oleh grup drumband dari SMK PN-PN2 Purworejo. Jarak yang ditembuh kurang lebih 3 kilometer dimulai dari jalan depan Balai Desa Sidomulyo hingga pelataran Situs Pajangan. Pelaksanaan kirab dimulai pukul 14.00 WIB yang diawali dengan doa dan juga sambutan dari Kepala Desa Sidomulyo. 

Dalam acara kirab ini membawa 4 tumbeng yang berisi hasil bumi warga desa Sidomulyo yaitu sayur-mayur, ketupat, buah-buahan dan makanan. Setelah sampai dipelataran Situs Pajangan, keempat tumpeng  tersebut diletakkan di depan tobong kesenian.  

Selanjutnya digelar prosesi acara yang diisi sambutan-sambutan dari pihak terkait. Salah satunya adalah dari Dinas Pariwisata Purworejo. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Purworejo yang kali ini diwakili oleh Agung Pranoto menyampaikan  apresiasinya kepada pemerintah desa yang telah melaksanakan kegiatan pada sore ini sebagai bentuk kesungguhan untuk melestarikan budaya dan memberikan wisata alam alternatif bagi warga di Kabupaten Purworejo. Semoga kegiatan seperti ini dapat langgeng dan apa yang dicita-citakan oleh jajaran desa dapat terwujud dan juga semoga dapat memberikan pemasukan bagi masyarakat sekitar. Untuk kedepannya agar semakin  diperkuat melalui seni budayanya.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh perwakilan Dinas Pariwisata yang diserahkan kepada Lurah Desa Sidomulyo. Kemudian diikuti ratusan warga yang menggrebek tumpeng yang sudah diarak tadi. 
 Pemotongan Tumpeng Kirab Grebeg Pajangan 
Makna dari grebeg tumpeng adalah untuk berebut rizki yang sudah diberikan Allah SWT yang pada akhirnya akan menjadikan kita berserah diri terhadap rejeki yang kita terima yang sudah kita usahakan semaksimal mungkin. Rangkaian prosesi acara kirab grebeg Pajangan ini menggunakan bahasa jawa krama. Hal ini bertujuan untuk nguri-nguri budaya jawa agar tetap lestari dan tidak hilang ditelan jaman.

"Harapan dari pelaksanaan acara ini adalah sesuai dengan visi misi Bupati Purworejo bahwa pariwisata merupakan bemper kedua setelah pertanian untuk meningkatkan sapta pesona Purworejo. Untuk kedepanya semoga Sidomulyo menjadi daerah wisata yang handal sehingga dapat meningkatkan pendapatan di sektor PAD yang dapat menjadikan masyaralat menjadi makmur" ujar Turab Hartono.
 Perebutan Tumpeng oleh pengunjung
Sebagai penutup acara akan diadakan  pegelaran kesenian wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Sunarpo dari Grabag dengan lakon "Semar Mbangun Jiwo". 

Penulis : Bayun
Editor   : Atika Ayuning Tyas  



KALIGONDANG, (pituruhnews.com) Dengan dipelopori Karang Taruna "GIRI PUSPITA" Desa Kaligondang. Melaksanakan suatu kegiatan positif cinta alam dengan membersihkan  bakal wisata yang ada di Kaligondang yaitu Tebing Watu Pecah. Pada Minggu, 27 Mei 2017.

Salah satunya dalam menjaga alam yaitu dengan kita mencaintai dan merawatnya.Hal ini membuat anak muda Kaligondang dengan cara membuka akses jalan penghubung antara Desa Kaligondang dengan Desa Somogede. dan bakal Calon Wisata yang ada di Desa Kaligondang yaitu sebuah batu yang terletak di Lereng Gunung Kembang.

Konon dahulu pada saat membuka jalan, warga membukanya dengan cara dinamit/diledakan pada waktu itu tahun 60an, sehingga batu yang menutup akses jalan itu pecah menjadi tebing, dengan ketinggian kurang lebih 20 Meter,  dan serpihan batu kecil nya masih banyak batu-batuan pecahan yang ketinggiannya mulai dari 2 sampai 10 meter.

Dahulu tempat yang asri ini sering di lagumi oleh para warga sekitar. Dengan pemandangan yang luas jika kita melihat dari sebelah batunya, kita akan di sapa oleh pemandangan yang sungguh asri ini. Kita bisa melihat daataran rendah dari sana seperti Kota Pituruh yang tampak dari atas Watu Pecah.

Dalam rangka penunjangan Ekonomi Desa Kaligondang, berencanan watu pecah ini akan di tata rapi dan di susun oleh Pemuda Karang Taruna "GIRI PUSPITA" dan warga sekitar.

Tujuannya area watu pecah yang sudah tidak terawat supaya bisa d lirik masyarakat lagi, berhubung dulunya sering sebagai tempat untuk selfi oleh orang perantauan, kini pemuda mengaktifkan kembali dengan di buatnya wisata ini, supaya di lirik oleh para wisatawan lokal yang mudik ke kampung halaman menjelang lebaran nantinya.

Pada saat di temui pituruhnews.com, Nastakim menyampaikan Wisata Watu Pecah yang dikelola Karang Taruna "GIRI PUSPITA" dibawah naungan Pemerintah Desa Kaligondang sebagai pemasukan kas dengan adanya wisata tersebut. supaya karang taruna bisa berdiri mandiri disetiap kegiatan yang berhubungan dengan uang, tidak selalu meminta kepada Pemdes ataupun swadaya masyarakat , nantinya kas juga bisa dikembangkan untuk kegiatan sosial.

Tidak hanya Wisata Watu Pecah, di samping itu juga akan dijadikan panjat tebing sampai di atas watu pecah.


KEMIRI, (pituruhnews.com) Potensi wisata yang dimilik Kecamatan Kemiri tidak kalah menarik dari wilayah lain. Hanya perlu sedikit sentuhan lebih manarik saja, sehingga potensi yang ada,  bisa mengundang wisatawan atupun masyarakat untuk mendekat.

Tidak saja destinasi wisata yang dimiliki Kemiri. Kemiri juga mempunyai kopi khasnya yang akan menjadikan bren salah satu produk unggulan, yang mana jenis tersebut sudah muncul ke di Oemah Kopi. 

Bertekat ingin memajukan kecamatan Kemiri, Camat Kemiri bapak Fatqur Rochman, S.Sos mengundang beberapa pihak, yang tujuannya ingin mengembangkan kawasan potensi wisata alam pegunungan, dalam acara ngopi bareng pak camat lan gendu-gendhu roso, yang membahas pengembangan kawasan wisata desa di ruang kerja Camat Kemiri, Jumat (5/10/2018)

Dengan melihat potensi yang ada, harus bisa dikembangkan lebih jauh, dengan diperlukannya gerakan bersama, sehingga potensi alam yang dimiliki kecamatan Kemiri bisa dinikmati oleh masyarakat lokal maupun warga luar.


Sementara itu, Sekcam Kemiri Bangun Erlangga mengungkapkan ada beberapa rintisan daerah desa wisata pegunungan yang ada dikecamatan Kemiri, yaitu desa Purbayan, Gunung Teges, Sukogelap, dan Wanurojo. 

"Hasil dari ngopi bareng  pak camat ini, membahas adanya beberapa program yang bisa dikembangkan dikecamatan Kemiri," ungkap Bangun.

Tidak hanya melibatkan unsur Kecamatan, acara ngopi bareng ini juga menghadirkan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo bapak Stephanus Aan Isa sebagai narasumber.

"Kegiatan ngopi bareng ini akan di agendakan secara berkesinambungan, karena ini sangat penting dilakukan untuk mendorong desa lainnya yang ada dikecamatan kemiri, untuk mengangkat potensi alamnya" kata Bangun.

Kecamatan kemiri sudah menjadi daya tarik untuk destinasi wisata. salah satunya yang sedang di gandrungi wisatawan lokal Purworejo yaitu Wisata di Desa Purbayan, yang kawasan ini memiliki destinasi alam berupa pegunungan, aliran sungai eksotis serta air terjun. (ltf-ep)


 
CEPEDAK, (pituruhnews.com) Berkunjung ke tempat wisata Curug Gunung Putri, Desa Cepedak, Kecamatan Bruno, IMP (Ikatan Motor Purworejo) untuk mengadakan Kopdar Gabungan IMP dan Touring Wisata, pada Minggu, 02/09/2018.
IMP didirikan pada 20 Mei 2016, dan sudah mengadakan Kopadar salama 3 kali yang meiputi seluruh anggota IMP (Ikatan Motor Purworejo). Acara Kopdar Ketiga ini di Tempat Wisata yang populer di Purworejo, yaitu Curug Gunung Putri Bruno yang salah satu tempat  destinasi unggulan di Bruno.


"IMP menjadi wadah dari club club yang ada di Purworejo yang di namakan IMP (Ikatan Motor Purworejo), dan semua all variant bisa gabung di IMP" Ujar Anung Wahyu Prastowoaji sebagai 001 IMP.
 


Dengan adanya IMP ini salah satunya bisa mengenal dari club satu, ke club yang lain. Untuk menjadi satu menjaga solidaritas sesama pecinta motor, menjalin silahturrahmi sesama anggota club motor.

Kopdar ini yang hadir dan ikut gabung dari motor jenis NMax, Ninja, Vega, Jupiter, Matic, dan masih banyak lagi kurang lebih 100 motor variant, anggota Koramil/10 Bruno, serta dengan hiburan orkes dangdut.

Untuk Kabupaten Purworejo ini mempunyai 34 club motor, namun yang baru gabung di IMP baru 24 club.

Bertempat di Curug Gunung Putri ini merupakan salah satu memperkenalkan Destinasi Wisata Alam, selain Curug Gunung Putri juga akan memperkenalkan destinasi wisata lokal lainnya" ujar Agung.

Untuk di tahun 2019 IMP ini akan mengadakan Baksos dan Touring Wisata yang ada di Purworejo. dan kegiatan ini juga di apresiasi dari pengelola Wisata Curug Gunung Putri.
Advertisement

Foto Sungai Desa Wisata Pamrihan Pituruh

PAMRIYAN, (pituruhnews.com) Sabtu, 31/03/2018 Dalam Menyambut Romansa Purworejo 2020 yang di gagas oleh Bupati Purworejo AGUS BASTIAN, SE, MM, dengan memperkenalkan beberapa destinasi lokal seperti Kesenian, Wisata, Budaya, dan Kuliner.

Kecamatan Pituruh merupakan kecamatan yang paling barat dari Kabupaten Purworejo yang mempunyai banyak destinasi wisata, dan kuliner. membahas wisata salah satunya pituruh mempunyai Desa Wisata yang sudah dikelola oleh Pemerintah Desa, yaitu Desa Pamriyan.

Dalam hal ini memperkenalkan potensi lokal adalah dengan adanya sosial media. sosial media merupakan aset terbesar dalam lingkungam masyarakat terutama masyarakat yang jauh dari lingkup daerah berpotensi wisata, seni dan kuliner.



Sabtu, 31/03/2018 para pecinta fotographer berkunjung ke Desa Pamriyan, untuk bisa memperkenalkan potensi yang ada di pamriyan salah satunya pemancingan, dan tempat untuk menikmati keindahan alam pegunungan.

dalam kunjungan berfoto dan membawa properti kumpul supaya dapat memdapatkan hasil yang maksimal. dan juga membawa model foto terkenal di instagram yaitu Ulli Estri, dengan 3 master fotographer handal dari purworejo kota.



"Semoga dengan adanya Romansa Purworejo 2020.  masyarakat purworejo bisa mengetahui apa yang ada dan dimilik purworejo tercinta ini, dan bisa menjadikan purworejo lebih Diminati Wisatanya" Ungkap Agung anggota Fotographer Purworejo

foto by pituruh.com


Somogede (pituruhnews.com) adalah salah satu desa terpencil di kecamatan PituruhKabupaten PurworejoJawa TengahIndonesia. Desa Somogede berjarak 11 Km berkendara ke utara dari pusat kecamatan Pituruh melalui Kalikotes-Polowangi serta 35 Km dari pusat Kabupaten Purworejo. Desa ini merupakan salah satu desa paling barat di Kabupaten Purworejo berbatasan langsung dengan Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo. Desa Somogede terkenal dengan sejumlah potensi air terjunnya seperti Air Terjun Jaka Tarub dan Air Terjun Pandowo. Selain itu juga terdapat wisata tracking ke Gunung Kembang.

"Potensi wisata yang ada di daerah pituruh memang belum begitu dikenal. namun upaya memperkenalkannya adalah wujud atas apresiasiny terhadap potensi yang sudah ada di pituruh, salah satunya yaitu Curug Jaka Tarub".

Curug Jaka Tarub terletak di Desa Somogede yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonosobo dan Kebumen ini merupakan aset potensi wisata alam yang dimilik Pituruh. 

"Curug Jaka Tarub ini diresmikan pada 16 Juli 2016 oleh Camat Pituruh Drs. R. Sigit Setyanudi, MM. dengan harapan potensi wisata alam di pituruh lebih dikembangkan dan dikenalkan kepada masyarakat luas".

Budi salah satu perangkat Desa Somogede saat ditemui oleh pituruhnews.com, Kamis, 22/02/2018 menuturkan sejarah singkat dari curug jaka tarub kono dulu pada saat ada pelangi yang arahnya ke curug itu merupakan turunnya bidadari yang turun dari khayangan, yang kono selandangnya di ambil oleh jaka tarub dan tidak bisa kembali lagi ke khayangan. dan sekarang terjadi bila ada pelangi jika ada panas sinar matahari tepat di depan curug, maka akan terjadi lengkungan warna pelangi di depan curug. ungkapnya 




"Destinasi Wisata Curug Jaka Tarub juga di apresiasi oleh Kapolsek Pituruh Junani Jumantoro , dengan Dan Ramil Ariyadi bersama anggotanya,  Jum'at 22/02/2017 tahun lalu pada saat kegiatan meninjau daerah wisata di daerah pituruh".(lf)
Diberdayakan oleh Blogger.