Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri wonosido. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

WONOSIDO, (pituruhnews.com) - Bertempat di Aula Balaidesa Wonosido, telah dilaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan perangkat desa Wonosido sebagai Sekretaris Desa yaitu Sidik Priyanto, Jum'at, 08/11/2019 pukul 13.00 WIB.

Acara dihadiri oleh Anggota DPRD Komisi III Luhur Tri Endro Sadewo, SP, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, S.STP, Kapolsek Pituruh diwakili Aiptu Karyono, Danramil 09 / Pituruh Kapten Inf Maryono, Kepala Desa Wonosido Sutopo, serta semua lembaga desa Wonosido.
tamu undangan
Luhur Tri Endro Sadewo, dalam sambutannya Sidik pemuda yang potensial, punya etitut yang baik, dan pekerja keras.

"Semoga hadirnya Sidik sebagai Sekdes, akan membuat kinerja perangkat Desa Wonosido menjadi lebih baik, dan bisa berperan aktif dalam menggali semua potensi yag ada di desa Wonosido, " ucapnya.


"Saya berharap tetap rendah hati dan harus bisa menjadi panutan bagi desa Wonosido, " imbuhnya.


Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno juga menyampaikan dalam sambutannya, selamat kepada sekdes terlantik, pemerintah desa dan seluruh warga desa Wonosido, karena pengisian sekdes ini merupakan hajat bersama yang tujuannya adalah meningkatkan kinerja pemerintah desa dalam melayani masyarakat

"Saya berharap kepada sekdes terlantik, benar-benar meresapi sumpah yang diucapkan, serta memahami aturan tentang desa dan tupoksinya, agar segera bisa melaksanakan tugas dengan amanah dan optimal " tegas Yudhie


Seleksi pengisian perangkat desa ini dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2019, Sidik Priyanto berhasil menjadi peserta dengan nilai terbaik dari 3 peserta yang mengikuti tes secara tertulis, komputer dan pidato.

sebelum dilantik 
Sutopo, dalam sambutannya mengucapkan selamat atas terlantiknya saudara Sidik Priyanto sebagai Sekretaris Desa Wonosido, semoga bisa menjalankan tugasnya sebagai abdi masyarakat di Desa Wonosido.

"Sidik adalah anak muda yang pandai bergaul, aktif diolahraga voly, juga dalam berorganisasi termasuk di Karangtruna dan Pemuda Pancasila. Saya berharap sebagai generasi muda harus bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi untuk desa Wonosido, " ucapnya.

Diungkapkan, Sidik Priyanto pada saat selesai dilantik pada saat ditemui crew Pituruh News merasa sangat senang dan ini merupakan awal tantangan sebagai abdi masyarakat di Desa Wonosido.

"Berharap dengan terlantiknnya saya, mudah-mudahan desa Wonosido lebih berkembang, terutama kepada pemuda sebagai genarasi bangsa, " ucapnya.

Penulis : Luthfi



PITURUH ( KoranPurworejo.com) - POTENSI wisata di Kecamatan Pituruh sepertinya kurang terekspost ke permukaan. Padahal di kecamatan paling barat ini, ada beberapa situs seperti Goa Gong, Goa Pencu, serta beberapa air terjun dan potensi wisata pegunungan.

Sebagaimana halnya, Desa Wonosido yang berjarak 15 Km kearah utara dari kecamatan Pituruh. 
Kabid Destinasi Wisata Dinparbud Purworejo, Stefanus Aan , hari Minggu ( 22/4) singgah di Desa Wonosido. Kedatangan Stefanus Aan dalam rangka  pembinaan masyarakat dalam membangun sadar wisata. 
Menurut Aan Desa Wonosido memiliki potensi kehidupan yang bisa dimaksimalkan untuk jadi desa  yang lebih menarik. Karena tanaman kopi tumbuh begitu baiknya. " Ini bisa jadi ikon desa Wonosido, kata Aan.

Kabid Destinasi Dinparbud meninjau lokasi ( Foto Suta).


Kades wonosido Sutopo (58), mengaku telah membuat BUMDES  untuk pengembangan kearah destinasi di di desa Wonosido. " Kami ingin Desa Wonosido yang sebagian berupa desa hutan pegunungan, jadi desa destinasi, ungkapnya. 
" Desa wonosido punya keindahan  seperti Curug Saliala dari ketinggian 50 meter, Bukit sirongkok dengan keindahan kabutnya ,bukit tanggulangsi dengan tanaman  kopinya. Semua punya daya tarik ", imbuhnya.

Sementara ketua BUMDES Desa Wonosido, Biso, mengaku sedang mencari solusi untuk kemajuan desanya. Diakui Biso, kedatangan Kabid Destinasi Stefanus Aan, sangat menginspirasi.

Biso yang disertai Pendamping  Gunadi Suprapto, menjelaskan, BUMDES desa Wonosido Sudah merecanakan, Pamsimas dan penyulingan daun cengkeh.
Kedua kegiatan pruduktifitas ini, diharap  bisa dijadkan wisata edukasi bagi pelajar.
Sementara menurut Gunadi Suprapto, seorang aktifis Hutan, menganggap Desa Wonosido punya potensi yang tidak kalah menarik. " Apalagi di desa ini, ada pesta ancak, yang cukup meriah dan menyedot banyak pengunjung" , tandasnya. ( Suta).

Sumber : KoranPurworejo.com
Advertisement

Camat Pituruh Saat Blusukan / Foto Sekcam Pituruh Yudi

PITURUH, (pituruhnews.com) - Diwaktu sela-sela kesibukannya dikantor, Camat Pituruh Ibu Siti Choeriyah, S STP, MM yang ditemani oleh Sekretaris Kecamatan Pituruh Bapak Yudi Agung Prihatno,S.STP menyempatkan waktunya untuk kegiatan Monitoring Evaluasi Pembanguan di area puncak Kecamatan Pituruh, pada Rabu, 24/10/2018.

Tujuan Monitoring Evaluasi Pembanguan ini dua desa, yaitu Desa Wonosido dan Pamrihan. Dalam kunjungannya Camat Pituruh dengan didampingi Kepala Desa Wonosido dan Pamrihan meninjau beberapa tempat yang dilakukan Pembangunan jalan rabat beton, pembangunan PAUD, Gedung Serbaguna, Kebon Kopi, Gedung BUMDES di Pamriyan dan Potensi Wisata di Wonosido.


Pituruh ini memiliki banyak ciri khas dan banyak potensi yang perlu digali, seperti kopi yang dimiliki Desa Pamrihan dan Wonosido. Diharapkan dengan adanya kopi tersebut bisa menambah ekonomi warganya.

"Dengan adanya potensi yang dimiliki dua desa, Camat Pituruh sangat mendukung, cuma untuk pihak pemerintah desa perlu memperhatikan lebih untuk pengembangan potensi yang ada." Katanya Camat Pituruh Siti Choeriyah, S STP, MM



Adanya sosial media, kaum milenial bisa ikut serta mengenalkan produk kopi yang di miliki Pituruh. Selain itu juga potensi kebun kopi yang dimiliki kurang lebih seluas 20 hektar yang ada saat ini, masih perlu sentuhan untuk mengoptimalkan hasilnya mulai dari inovasi tanaman, perawatan dan pengelolaan yang baik. Termasuk cara pemanenan dan pasca panen yang tepat. Kopi yang ditanam di Pamrihan adalah jenis Kopi Robusta.

"Dengan harapannya kopi ini bisa menjadi komoditas unggulan dan salah satu peluang usaha yang dikelola BUMDES nantinya" Ujar Yudi.

Selain itu pada saat ditemui crew Pituruhnews.com, Camat Pituruh Siti Choeriyah, S STP, MM mengajak untuk bisa berkunjung dan ngopi bareng disana.

Karena di Pamrihan sudah ada semacam cafe untuk ngopi, Camat Pituruh mengusulkan untuk membuat spot-spot berfoto di pinggir jalan dengan background gunung dan sawah. dan berharap dengan adanya kopi ini bisa mengikuti event kopi supaya kopi yang dimiliki Pamrihan dan Wonosido dapat dikenal oleh masyarakat pada umumnya.

Pada kunjungan ini juga ditemani oleh Kasi Ekonomi Pembangunan dan juga Pendamping Desa. (ltf)

Penulis : Luthfi
Editor : ALK 




WONOSIDO- Minggu,29/10/2017 pukul 08.30 wib di RT.01/02 Desa Wonosido Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Jawa tengah telah terjadi longsor Akp Junani Jumantoro bersama Camat bapak Drs. R.Sigit Setyabudi.MM dan anggota Polsek ,dan Koramil  ikut bersama membantu warga cek lokasi longsor dan gotong royong  membantu menarik tanah longsoran .

Bapak Kastono,70 tahun ,tani alamat RT.01/02 Desa Wonosido yang mengalami longsoran tanah menimpa rumah bagian belakang sepanjang 5 meter dengan ketinggian 7 meter tidak ada korban jiwa hanya kerugian materiil .

Rumah yang letaknya persis di pinggiran tebing pada kondisi kosong,hujan lebat yang mengguyur desa itu membuat tanah longsor di ketahui oleh tetangga nya bapak Kamad,44 th,tani dan bapak Teguh Supardi ,71 th,tani pukul 15.00 wib kemudian melaporkan kondisi rumah kepada perangkat Desa bapak Tukirin dan Kepala Desa Bapak Sutopo dan paginya secara bersama sama gotong royong membersihkan reruntuhan tanah dan memperbaiki sebagian rumah yang terkena longsor.

Dalam satu Desa Wonosido terjadi dua lokasi di RT.01/02 rumah bapak Kastono dengan RT.01/01 yang  menimpa jalan rabat beton  Desa sepanjang 100 meter sehingga jalan yang menghubungkan Desa Somogede ke Desa Erarejo Kecamatan Wadas Lintang putus total  namun tidak ada korban materiil dan korban jiwa. (Humas Pituruh)

PITURUH, (pituruhnews.com) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pituruh pada  Sabtu, (15/02/20) pukul 16.30 WIB mengakibatkan beberapa daerah mengalami bencana alam.

Pada pukul 17.00 WIB debit air kali di Desa Pamriyan meningkat, mengakibatkan kali Desa Sawangan juga mengalami kenaikan debit air sehingga air meluap ke lingkungan warga sekitar. 

Minggu pagi, (16/02/20) Media Online Pituruh mendapatkan kabar bahwa pada pukul 06.00 WIB telah terjadi longsor minor di tebing bahu jalan di Dusun Kesodan RT 008/004, Desa Pamriyan. Kejadian tersebut  diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu sore, (15/02/20). Akibat longsor ini menyebabkan sebagian jalan poros Desa Pamriyan - Kemranggen Kecamatan Bruno tertimbun longosr. Namun akibat longsoran ini jalan masih bisa di lalui kendaraan roda dua, dan tidak ada korban jiwa atau pun kerusakan rumah warga.
lokasi longsor
Informasi yang dihimpun Pituruh News bahwa lokasi longsor cukup jauh dari pemukim. Pada Minggu pagi, warga sekitar melakukan penanganan mandiri secara gotong royong membersihkan bahu jalan yang tertimpa longsoran. Selain di Pamriyan, longsor juga terjadi di Desa Wonosido dengan jumlah 6 titik lokasi yaitu Rt 01, Rt 02, RT 03 (2 ttk), Rt 6, dan Rt 07 Desa Wonosido.

Kejadian di Desa Wonosido tidak ada korban jiwa dan hanya ada sedikit bagian rumah warga yang tertimpa longsor, namun tidak menimbulkan kerusakan.
kerja bakti warga
Diungkapkan, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno bahwa kejadian longsor dibeberapa titik, yaitu desa Pamriyan dan Wonosido kecamatan Pituruh.

Ia menghimbau kepada warga masyrakat kecamatan Pituruh khususnya didaerah rawan longsor, bahwa curah hujan masih ekstrim, warga diminta senantiasa waspada terhadap potensi bencana yang ada.
lokasi longsor
"Saya sangat berterimakasih atas informasi, selalu berkoordinasi dan penanganan secara gotong royong oleh pemerintah desa dan warga, " jelas Yudhie.

"Dengan adanya peristiwa ini, saya berharap sekecil apapun informasi tentang perkiraan ataupun kejadian bencana segera dikoordinasikan bersama pemerintah kecamatan dan BPBD Kabupaten Purworejo." pungkasnya. (lt-bay)

kerja bakti karang taruna wonosido menjelang kunjungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo

WONOSIDO, (pituruhnews.com) Gagasan Bupati Purworejo AGUS BASTIAN, SE, MM, dengan seloganya ROMANSA 2020, berharap disetiap kecamatan yang mempunyai potensi alam yang perlu di kembangkan baik dari Kuliner, Wisata dan Budaya. 

Daerah Pituruh adalah salah satu daerah yang minimnya wisata, namun hal ini tidak menyurutkan niat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk bisa menambah daerah daerah yang berpontesi wisata, dan Kebudayaan.

Hal itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengirimkan surat pemebritahuan kepad Pemerintah Desa Wonosido akan meninjau potensi alam yang di miliknya, akan berkunjung dan meninjau langsung pada Minggu, 22/04/2018.

Mengingat adanya bahwa hari Minggu, 22 April 2018 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Purworejo akan meninjau lokasi tempat wisata, maka BUMDes (Unit Pariwisata) meminta bantuan kepada anggota karang taruna untuk kerja bakti menggarap jalan pada hari Sabtu, 21 April 2018.



Dalam kegiatan kerja bakti ini dilakukan dengan sistem bergilir yang melibatkan beberapa RT, yaitu mulai dari RT 01 sampai RT 08.

Sutarto selaku Kepala Unit Pariwisata BUMDes "SIDO MAKMUR" menjelaskan bahwa untuk mengangkat potensi alam dan membangun wisata diperlukan dukungan dan partisipasi dari semua pihak. Beliau berharap agar semua masyarakat bisa segera sadar akan potensi alam dan mengembangkannya dalam sektor pariwisata" Ungkapnya (Ltf-Tofik S)



Wonosido - Minggu ,29/10/2017 pukul 10.00 wib di RT.05/02 tepatnya Dukuh Taman Sari Desa Wonosido Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Jawa tengah telah terjadi bencana alam tanah longsor yang menimpa separo jalan menuju Desa tetangga sehingga jalan menjadi sempit dan membahayakan pengendara terutama roda empat, Kepala Desa Wonosido dan masyarakat bersama sama gotong royong membersihkan puing puing yang menghalangi jalan agar dapat di lewati.
Bripka Turino di Desa binaanya menyampaikan bahwa hujan yang turun berturut turut biasanya akan terjadi musibah tanah longsor sehingga bagi warga yang rumahnya di tepi tebing agar hati hati dan jangan pulas tidur/ waspada mengingat sekarang sudah memasuki musim penghujan.

Sumber : Tribratanewspurworejo.com


Pituruh,(purworejo.sorot.co)--Tanah longsor kembali terjadi di Desa Wanasida, Kecamatan Pituruh. Setelah diguyur hujan kurang lebih satu hari, jalan rabat beton sepanjang 50 meter ambrol sehingga menyebabkan akses jalan terganggu, Sabtu,(28/10/2017).
Anggota Karang Taruna setempat Topik Supriyadi mengungkapkan, jalan tersebut longsor sekitar pukul 15.00 WIB. Padahal jalan itu merupakan akses dari Dukuh Tamansari menuju Dukuh Krajan, balai desa dan sekolah dasar. Walaupun merupakan jalan antar Dusun jalan tersebut tergolong ramai.
"Roda dua masih bisa lewat walaupun harus hati-hati, tapi untuk roda empat tidak bisa," terangnya, Minggu,(29/10/2017) siang.
Padahal jalan rabat beton tersebut baru saja dibangun sekitar 4 bulan yang lalu. Walaupun kondisi jalan sudah membahayakan, namun masih tetap dibuka dan boleh dilalui oleh kendaraaïn bermotor.  
"Ya mau gimana lagi masa ditutup, semoga saja tudak terjadi seauatu yang tidak diinginkan," harapnya.
Topik menambahkan, tidak hanya jalan, dalam waktu yang hampir bersamaan juga terdapat tanah longsor yang mengenai rumah warga. Rumah milik Kastino (70) warga RT. 01/02 Desa Wonosido tertimbun akibat tebing sepanjang 5 meter dengan ketinggian 7 meter ambrol.
"Alhamdulilah tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil," imbuhnya.
Sejak pagi tadi warga dibantu dengan beberapa muspika sudah membersihkan material longsor. Walaupun sudah ditangani, namun warga cemas dengan kondisi curah hujan tinggi yang hingga kini masih sering terjadi.
"Memang perlu diwaspadai karena kondisi tanah di Desa Wonosido sendiri tergolong rawan longsor," terangnya. (dana)
 Sumber : Purworejo.sorot.co

SOMOGEDE, (pituruhnews.com) - Sebanyak 28 team bola voli mengikuti turnamen bola voli "SOMOGEDE CUP 2019". Turnamen ini digelar oleh Karangtaruna Bukit Bunga Desa Somogede yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Somogede.

Turnamen Somogede Cup 2019 digelar mulai pada Sabtu, 22/09/2019 hingga Minggu, 29/09/2019, bertempat di Lapangan Bola Voli Desa Somogede, Kecamatan Pituruh.

Open turnamen ini dimenangkan oleh team Wonosido Pituruh, juara II Karanganyar Wadaslintang Wonosobo, juara III Kalijering Pituruh dan juara harapan I Gesikan Kemiri. Total hadiah yang diperbutkan 2.600.000 dan Trophy.
penyerahan dari Ketua Panitia
Final turnamen "Somogede Cup 2019" dihadiri anggota DPRD Kabupaten Purworejo Luhur Tri Endro Sadewo, SP, Kepala Desa Somogede Tukiman, serta Ketua Karangtaruna Kecamatan Pituruh Fauzi Isnan beserta pengurus.

Ketua Panitia Somogede Cup 2019, Nimran mengatakan sangat berterimakasih kepada team yang sudah mengikuti tunamen Somogede Cup 2019 ini.

"Turnamen ini merupakan sekaligus meresmikan lapangan bola voli di Desa Somogede, serta untuk menjalin silahturahmi antar pecinta dan pemain bola voli, " ucapnya.

"Saya meresa bangga atas suksesnya turnamen ini, sebagai panitia ini merupakan pengalaman dan pelajaran supaya desa kita bisa lebih baik dan bisa mencetak bibit pemain bola voli yang profesional, " kata Nimran, Senin siang, 30/09/2019.
Luhur Tri Endro Sadewo, SP
Luhur Tri Endro Sadewo, SP menambahkan bahwa dengan adanya turnamen dengan sistem pemain lokal putra desa, merupakan sangat membanggakan karena bisa mencetak bibit pemain olahraga dibidang bola voli.

"Dalam suatu pertandingan, kalah menang itu sudah biasa dalam komputesi, yang terpenting yaitu dengan menjaga sportivitas antar pemain dan pecinta bola voli. Semoga dengan olahraga boli voli bisa membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, " tuturnya.
juara turnamen Somogede Cup 2019
Sementara itu, Sekdes Somogede Kerod Budiyono juga menambahkan atas nama pemerintah desa dengan terselenggaranya turnamen ini, sangat mendukung dan mengapresiasi.

Turnamen ini sebagai ajang persahabatan dan silaturahmi antar pemuda dengan desa sekitar. 


"Saya berharap kedepan pemuda Desa Somogede bisa untuk melaksanakan turnamen ini secara berkesinambungan, untuk pemuda karangtaruna Desa somogede, semoga tambah kompak, pengalaman dari setiap event-event yang dilaksanakan, serta tambah maju demi desa tercinta  yaitu Desa somogede, " paparnya.

Penulis : Luthfi

Siti Hartati Pelopor Millenial Generation
BOGOR, (pituruhnews.com) - Siti Hartati pemudi asli Desa Wonosido, Kecamatan Pituruh. Mahasiswi di Institut Pertanian Bogor ini menjadi salah satu aktivis Millenial Generation, Generasi Cerdas Anti Hoaks.

Generasi millenial ini diperbincangkan oleh banyak kalangan di dunia dalam segala bidang. Generasi Millenials atau yang dikenal sebagai generasi Y merupakan generasi yang lahir setelah generasi X, yaitu generasi yang lahir tahun 1980-2000an. Generasi ini sangat berpengaruh di era globalisasi karena mereka sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal yang berkaitan dengan teknologi subjek utamanya adalah generasi muda yang berusia kisaran 15-37 tahun. Kemampuannya di dunia teknologi yang berkembang membuat generasi ini lebih mendominasi jika dibandingkan dengan generasi X dalam dunia sosial media bahkan mereka hampir tidak bisa lepas dari dunia sosial media dan gadgetnya selama 24 jam. 

Siti saat di Kampus
Menurut data statistik 2016, jumlah usia produktif di Indonesia (15-60 tahun) mencapai angka 166,06 juta. Artinya 50% lebih penduduk Indonesia adalah usia produktif. Dari jumlah penduduk usia produktif, kelompok usia yang mendominasi adalah usia 15-39 tahun dengan jumlah sekitar 84,75 juta dari total penduduk Indonesia yang sejumlah 258 juta. Artinya sekitar 32% penduduk Indonesia adalah usia produktif yang merupakan generasi Y, atau disebut dengan generasi millenials. Hal ini berarti Indonesia memiliki banyak kesempatan untuk membangun negaranya. Mengingat bahwa disebagian besar dunia pengaruh mereka ditandai dengan peningkatan liberalisasi politik dan ekonomi.

Siti Hartati mengatakan, di Indonesia sendiri generasi millennial sudah mulai tanggap terhadap isu-isu yang berkembang di negara Indonesia. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah, informasi yang mereka dapatkan kebanyakan berasal dari internet yang belum teruji kebenarannya.

Kelemahannya adalah, generasi millenial terbilang mudah dipengaruhi oleh informasi-informasi yang ada sehingga generasi ini bukanlah generasi strong voter. Belum lagi dengan semakin canggihnya teknologi dan kemudahan untuk mengakses informasi . Ada banyak hal yang menjadi keresahan terkait dengan keakuratan informasi yang tersebar. Untuk itu, sangat perlu jika seorang generasi milenial memiliki idealisme yang tinggi. Setidaknya dengan memiliki idealisme, seorang millenials tidak mudah terombang-ambing oleh hoax yang semakin banyak beredar di kalangan masyarakat. Generasi milenial juga perlu beradaptasi dengan sejarah, menunjukkan bahwa primordialisme dan tradisionalisme dapat memperkuat entitas nasionalisme yang mengikuti perkembangan arus globalisasi yang ada.

"Seperti yang kita ketahui bahwa, seiring dengan perkembangan zaman semakin banyak kejahatan yang terjadi melalui internet. Salah satunya adalah pembohongan publik atau hoaks yang dapat merugikan banyak orang dan menguntungkan kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kepentingan tertentu. Hoak sebuah masalah yang cukup serius meskipun terlihat sepele, karena hoax dapat mengubah persepsi dan cara pandang seseorang terhadap suatu fenomena. Dengan demikian seseorang yang telah termakan hoax akan kehilangan pendiriannya dan mudah terombang-ambing oleh informasi negatif dan dapat memicu perpecahan dalam masyarakat," Ucapnya.

Permasalahan hoaks ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, perlu adanya suatu tindakan untuk menyadarkan generasi millenials dalam berglobalisasi dengan baik, benar dan tepat. Hadirnya tekhnologi boleh saja memudahkan manusia dalam menyelesaikan pekerjaanya. Akan tetapi kita harus ingat bahwa tekhnologi diciptakan untuk membantu manusia, bukan manusia yang dikuasai teknologi. Untuk itu, jadilah generasi yang kritis dalam berpikir dan bijak dalam menggunakan internet. Budayakan membaca sebelum menyebarkan sampai selesai sebelum menyebarkan informasi.

"Jaman terus bergerak, kita tak boleh terus berdiam diri. Bangsa ini membutuhkan partisipasi dan kontribusi jiwa mudanya. Kita boleh menjadi generasi millenials yang hebat dalam berselancar, tapi kita tak boleh menjadi seorang apatis yang tak peduli dengan masa depan bangsa ini. Kita harus ingat bahwa ada darah juang yang mengalir dalam tubuh kita untuk ibu pertiwi.  Jadilah Generasi Millenials yang cerdas dengan tetap memiliki integritas dan idealisme. Mulailah dari diri sendiri, bijaklah bersosial media," Imbuhnya. (ltf-pr-gns)
Advertisement

Ngeri ! Jalan Sepanjang 10 Meter di Desa Pamriyan Longsor ke Jurang

Pituruh,(pituruhnews.com)--Hujan yang melanda Kabupaten Purworejo beberapa hari terakhir mengakibatkan longsor di jalan yang menghubungkan Desa Pamriyan dengan Desa Wonosido tepatnya di Dusun Bangsal, Desa Pamriyan, Kecamatan Pituruh, Kamis, (01/02/2018) lalu.
Kepala Desa Pamriyan Budi Susilo mengungkapkan, kemungkinan amblasnya sebagian badan jalan tersebut, selain karena intensitas hujan yang cukup tinggi juga kontruksi tanah yang labil.
Ya memang kondisi daerahnya pegunungan, di bagian sisi yang longsor juga terdapat jurang,” jelsanya, Sabtu, (03/02/2018).
Adapun jalan yang longsor lebarnya sekitar dua meter dengan panjang 10 meter. Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan, apalagi kalau tidak segera ditindak lanjuti. Ditambah lagi posisi jalan berada tepat di tepi jurang. 
Peristiwa ini sudah tiga hari dan sampai saat ini belum ada tindakan dari Dinas PUPR Purworejo,” imbuhnya.
Akibat dari peristiwa tersebut, arus lalu lintas di dua desa pun tersendat, yakni Desa Pamriyan dan Wonosido. Walaupun masih bisa dilewati, akan tetapi melihat kondisi jalan yang ambrol sudah sangat membahayakan. Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, dengan panjang sekitar 9 Km yang melintas dari Desa Kaliglagah sampai Desa Pamriya.
Selain akses ke Wonisido, jalan tersebut juga digunakan oleh warga kami untuk ke Kecamatan Pituruh. Dan jika nanti putus total terpaksa kami memutar lewat Kecamatan Bruno,” pungkasnya.

Penulis : Dana Nur Sehat
Sumber : purworejo.sorot.co 


 
PITURUH, (pituruhnews.com) - Laporan Hasil Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Dikecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo Tahun 2019. Kamis, 31/1.

DESA NO NAMA CALON KADES TANDA GAMBAR PEROLEHAN SUARA
1 Pangkalan 1 Maskun Padi 29


2 Ribut Riyadi Ketela 135


3 Nur Said Jagung 36
2 Kaligondang 1 Poniman Padi 175


2 Sagiri Ketela 241


3 Wagirin Jagung 103
3 Kalimati 1 Mujiyono Foto Calon 226


2 Suratno Foto Calon 254


3 Paino Foto Calon 13
4 Luwenglor 1 Rusmiyati Padi 459


2 Bunyamin Ketela 301
5 Somogede  1 Nimran Padi 140


2 Tukiman Ketela 330


3 Wagimin Jagung 269


4 Siyo Budiyono Kelapa 135
6 Tersidilor 1 Mujianto Padi 29


2 Sumedi Ketela 521


3 Ngadiso Jagung 331
7 Waru 1 Rosi Al Fitri Padi 74


2 Sudaryanto Ketela 175
8 Girigondo 1 Nur Sahid Foto Calon 645


2 Subarkah Foto Calon 615


3 Suwarto Foto Calon 412
9 Prapagkidul  1 Mahmudin Foto Calon 195


2 Kasiyem Foto Calon 254
10 Polowangi 1 Nurida umiyati Utami Foto Calon 136


2 Sairan Foto Calon 126


3 Catur Jawoto Foto Calon 9












11 Kesawen 1 Zumrotus Solichah Padi 176


2 Mohamad Wahidin Ketela 251


3 Setiyaji Jagung 40
12 Karanggetas 1 Senen Foto Calon 264


2 Wagiyono Foto Calon 278
13 Sawangan  1 Sugiri Padi 484


2 Sisum Ketela 383
14 Pekacangan  1 Dra. Istibaiyah Foto Calon 288


2 Drs. Supardjo Foto Calon 345
15 Tersidikidul 1 Rahmat Rajiyo Padi 127


2 Yanti Eko M Ketela 77
16 Blekatuk 1 Maulud Mulyono Padi 96


2 Rachmat Ari N,S.Sos.I Ketela 108
17 Kendalrejo 1 Wahyu Budiono Padi 389


2 Sutoyo Ketela 532
18 Tunjungtejo 1 Suhariyono, S.Kom Foto Calon 464


2 Endah Ratnawati Foto Calon 17
19 Sambeng 1 Baruno, S. IP Foto Calon 139


2 Dwi Pramono Foto Calon 102


3 Yudha Firmansyah Foto Calon 20
20 Keburusan  1 Amad Baderi Padi 271


2 Suroyo Ketela 359
21 Luweng Kidul  1 Muhasim Padi 291


2 Marwiyah Ketela 111
22 Megulungkidul 1 Wahyuning Rusmiati Padi 290


2 Muh Saefudin Ketela 5


3 Malik Khairul Anam, S.Pd. Jagung 680
23 Ngandagan 1 Tentrem Winarni Padi 259


2 Petrus Paulus Perasojo Ketela 78


3 ST. Subroto Jagung 15


4 Bagiono Kelapa 286


5 Sugiyono Kacang 33


















24 Semampir  1 Susanto Foto Calon 152


2 Thewut Sutejo Foto Calon 97
25 Karanganyar 1 Suyono Padi 297


2 Bambang TA Ketela 47
26 Kedungbatur  1 Alex Suryo Adi Putro Padi 46


2 Sudarti Ketela 138
27 Pepe  1 Ngadino Padi 173


2 Hari Setyoko Ketela 124
28 Kembangkuning 1 Mualip Foto Calon 18


2 Basuki Foto Calon 91


3 Supriyati Foto Calon 178
29 Megulunglor 1 Parnomo Foto Calon 265


2 Karsono Foto Calon 110


3 Haryadi Foto Calon 237
30  Dlisen Wetan  1 Rahmat Basuki Padi 228


2 Suparjo Ketela 283
31  Ngampel 1 Ardani Padi 141


2 Wahid Trisno Hadi Ketela 373


3 Tupon Jagung 526
32  Kalijering 1 Suroyo,S.Pd Padi 597


2 Kasimun Ketela 477
33  Brengkol 1 Bibit Turasmi Foto Calon 843


2 Suprapto Foto Calon 624
34  Petuguran 1 Subur Padi 119


2 Tutur Haryono Ketela 77


3 Kamim Marito Jagung 206
35 Prapaglor 1 Heti Kusnani Padi 659


2 Muhyani Ketela 557
36  Sumber 1 Triyono Foto Calon 347


2 R. Sugiyanto Foto Calon 152
37  Wonosido 1 Sutopo Padi 348


2 Pono Ketela 277


















38  Sekartejo 1 Pujiono Padi 366


2 Ismanto Ketela 42
39  Dlisenkulon 1 Sukarman Padi 171


2 Kartiningsih Ketela 43




DESA JUMLAH DPT JUMLAH HADIR JUMLAH TDK HADIR SUARA SAH SUARA TDK SAH
1 Pangkalan 241 202 39 200 2














2 Kaligondang 690 559 131 519 40














3 Kalimati 563 499 64 493 6














4 Luwenglor 960 769 191 760 9







5 Somogede  1189 881 308 874 7





















6 Tersidilor 1027 893 134 881 12














7 Waru 291 252 39 249 3







8 Girigondo 2140 1687 453 1672 15














9 Prapagkidul  543 461 82 449 12







10 Polowangi 316 276 40 271 5




























11 Kesawen 632 518 114 467 51














12 Karanggetas 718 558 160 542 16







13 Sawangan  1068 874 194 867 7







14 Pekacangan  729 646 83 633 13







15 Tersidikidul 250 206 44 204 2







16 Blekatuk 237 208 29 204 4







17 Kendalrejo 1138 932 206 921 11







18 Tunjungtejo 609 499 110 481 18







19 Sambeng 311 267 44 261 6














20 Keburusan  760 648 112 630 18







21 Luweng Kidul  622 440 182 402 38







22 Megulungkidul 1180 999 181 975 24














23 Ngandagan 807 684 123 671 13

















































24 Semampir  288 250 38 249 1







25 Karanganyar 438 344 94 342 2







26 Kedungbatur  250 189 61 184 5







27 Pepe  329 299 30 297 2







28 Kembangkuning 324 288 36 287 1














29 Megulunglor 697 622 75 612 10














30 Dlisen Wetan  560 515 45 511 4







31 Ngampel 1355 1056 299 1040 16














32 Kalijering 1530 1091 439 1074 17







33 Brengkol 1877 1494 383 1467 27







34 Petuguran 441 408 33 402 6














35 Prapaglor 1531 1233 298 1216 17







36 Sumber 577 506 71 499 7







37 Wonosido 938 634 304 625 9




























38 Sekartejo 564 419 145 408 11







39 Dlisenkulon 286 221 65 214 7












Diberdayakan oleh Blogger.