Notification

×

Iklan

Corona Belum Usai Omicron pun Datang dan Pendidikan Anak tidak Terjamin

Kamis, 30 Desember 2021 | 12:35 WIB Last Updated 2021-12-30T05:35:54Z

 



Pada akhir tahun ini sudah dikabarkan bahwa corona sudah mulai menghilang dan sekolah-sekolah sudah bisa bertatap muka. Karena sebelumnya siswa hanya di perbolehkan daring pada saat pembelajaran yang mengakibatkan banyak dampak, dampak positif maupun negative. Akhir-akhir ini juga di kabarkan bahwa ada virus terbaru yaitu Omicron. Virus varian baru dari Covid-19 dan mulai menyebar di Indonesia. Lalu apakah system pendidikan di Indonesia masih menggukan metode pembelajaran daring, dan banyak dampak negative dari pada dampak positif dari metode pembelajaran tersebut.

Dampak negative dari metode itu pun sangat banyak yang pertama, jika siswa terlalu berlama-lama di depan hp ataupun gadget lainnya akan mengakibatkan gangguan mata seperti mata lelah, mata kering dan lain-lain.

Kedua, banyak siswa-siswi yang tidak memahami pembelajaran dengan baik dan yang menentukan tersebut salah satunya dari dukungan keluarga sendiri, orang tua setia mendampingi anak tersebut dan membantu anak memahami pembelajaran, tetapi kebanyakan orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing menjadikan anak tidak diperhatikan dan tidak memahami pembelajaran. Bisa karena anak dan keluarga kurang memahami pembelajaran menggunakan aplikasi zoom atau media lainnya.

Ketiga yaitu siswa yang belum bisa mempunyai saran dalam pembelajaran daring misalnya siswa belum memiliki hp dan sarana lainnya, terkadang hanya berbagi dengan orang tua dan lebih mementingkan orang tua, menjadikan pembelajaran anak terbengkalai dan siswa sulit menerima pembelajaran tersebut.

Pada akhir tahun ini pun sudah mulai berjalan pembelajaran tatap muka walaupun berkala tetapi sangat membantu siswa dalam kurangnya memahami pembelajaran tersebut, namun terdengar virus terbaru yaitu Omicron apakah pembelajaran ini akan kembali daring lagi dan pendidikan akan lemah karena banyaknya siswa yang lanjut sekolah tetapi tidak memahami apa ilmu yang dipelajari tersebut.

Penyusun oleh :

Ardia Rahma Putri

Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Purworejo


Iklan

×
Berita Terbaru Update