Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

PREMBUN, (pituruhnews.com) - PN (61th) warga Desa Brengkol, Kecamatan Pituruh, Purworejo seorang pencari belut ditemukan meninggal di persawahan, Senin pagi, 24/02/2020.

Dilansir media online KebumenUpdate.com bahwa peristiwa terjadi sekira pukul 10.30 WIB, di pinggir sawah Desa Sidogede, Kecamatan Prembun, Kebumen.

Diungkapkan , salah seorang saksi Eko (35th) warga setempat mengaku sempat menolong korban saat kejang di tengah sawah. Saat itu Eko sedang berjalan kaki menuju lahan persawahan miliknya sekira pukul 08.30 WIB.

Korban kala itu sempat mengungkapkan sedang sakit, lalu oleh saksi ditepikan. Setelah kondisi membaik, Eko meninggalkan korban.

Namun sekira pukul 10.30 WIB, korban ditemukan oleh warga dalam posisi terlentang dan sudah meninggal dunia. Selanjutnya peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Prembun. Polsek Prembun dan tim Inafis Polres Kebumen yang datang ke lokasi, segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi.

“Dari hasil olah TKP, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau tanda yang mengarah ke tindak pidana. Kuat dugaan, korban meninggal karena sakit yang dideritanya,” kata Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dimintai dikonfirmasi.

Pernyataan polisi diperkuat oleh keterangan tim medis Puskesmas Prembun yang juga datang ke lokasi. Hasil pemeriksaan tim medis pada tubuh korban tidak ditemukan tanda penganiayaan. Jasad korban telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman. (ndo)

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Komando Distrik Militer (Kodim) 0708 Purworejo mendukung Bawaslu Purworejo dengan bersinergi bersama mengawal tahapan Pilkada tahun 2020. Sinergitas itu dilaksanakan hingga jajaran tingkat desa dengan memetakan potensi pelanggaran terutama politik uang.

Hal itu disampaikan Komandan Kodim Letkol INF Muchlis Gasim S.H., M.Si pada sosialisasi persiapan di Gedung Sudirman Kodim 0708 Purworejo. Sosialisasi diikuti oleh 110 anggota TNI dan 16 Komando Rayon Militer (Koramil) di 16 kecamatan Se Kabupaten Purworejo.
foto bersama
M Gasim menyatakan TNI netral pada Pilkada tahun 2020 ini dan menjaga keamanan sampai tingkat desa."Netralitas TNI pada Pilkada merupakan harga mati seperti halnya menjaga NKRI," kata Gasim dihadapan anggota TNI dan Koramil pada Jumat (21/2).

Koordinator Divisi Pengawasan Anik Ratnawati, SPd mengatakan Bawaslu juga akan bersinergi dengan TNI hingga semua level. "Sinergitas Bawaslu  bertujuan untuk mengantisipasi berbagai jenis pelanggaran," katanya.

Ketika memberikan materi Anik mengatakan jajaran Koramil dapat bekerjasama dengan Panwaslu Kecamatan untuk mengawasi tahapan Pilkada. "Potensi pelanggaran pasti terjadi sehingga perlu antisipati bersama," katanya.

Beberapa potensi pelanggaran antara lain politik uang. Pada pemilu kemarin, jelas Anik terjadi politik uang maka pada Pilkada tahun ini perlu diantisipasi.
penyampaian anik
Dalam waktu dekat kata Anik, sinergitas dan koordinasi yang akan dilakukan yakni persiapan pengawasan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan dan pemutakhiran data pemilih.

Kepada anggota TNI, Anik berpesan untuk mencermati daftar nama mereka apakah tercantum disyarat dukungan bakal calon perseorangan atau tidak. "Hal itu juga menjadi bagian dari netralitas TNI dalam mendukung PIlkada tahun 2020," kata Anik.

Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq SH SThI MKn, menyampaikan terimakasih kepada Kodim 0708 atas sinergitas yang telah terjalin selama Pemilu 2019. "Harapannya pada Pilkada tahun 2020 ini dapat ditingkat bersama untuk mewujudakan hasil pemilihan yang berintegritas dan bermartabat," kata Kholiq. (hms)
Advertisement

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Ribuan Syekher Mania dan masyarakat Purworejo penuhi Alun-alun Purworejo sebelah utara sembari bersholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, Senin (17/2/2020).

Meski sempat diguyur hujan, tak menyurutkan semangat ribuan syekher mania bersholawat bersama Habib Syech. Pengajian akbar dan sholawat bersama Habib Syeh itu, digelar dalam rangka mengisi hari jadi kabupaten Purworejo ke 189.
sambutan bupati
Bupati Purworejo, Agus Bastian, dihadapan ribuan syekhermania mengatakan, kegiatan Purworejo Bersholawat bukan kali pertama digelar, namun sudah beberapa kali. Meski demikian gelaran Purworejo Bersholawat kali ini dianggap spesial karena karena bertepatan dengan Peringatan hari jadi Purworejo ke 189.

Menurutnya, Purworejo merupakan daerah yang lekat dengan kehidupan masyarakatnya yang religius. Sehingga bersholawat menjadi sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat Kabupaten Purworejo.

Bersholawat merupakan wujud kecintaan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wassalam, sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. 

"Dengan bersholawat sekaligus kita memanjatkan doa agar selalu diberikan kekuatan lahir batin dalam mengarungi kehidupan ke depan untuk lebih baik lagi," kata Bupati. 
lantunan sholawat dari habib syech
Disampaikan, dzikir dan sholawat yang secara rutin dilaksanakan memberikan arti dan nilai mulia secara pribadi maupun kepada seluruh masyarakat. Dengan dzikir akan mampu menggerakkan hati dan memberikan dorongan yang kuat untuk meresapi keagungan Allah, sehingga bisa lebih meningkatkan iman dan ketakwaan.

"Selain sebagai sarana efektif untuk mendekatkan diri serta meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, kegiatan ini juga dapat memperlancar komunikasi dalam silaturrahmi yang semakin erat antara berbagai komponen dan potensi umat Islam," imbuhnya.

Habib Syeh Bin Abdul Qodir Assegaf, menyampaikan ucapan selamat milad ke 189 kabupaten Purworejo, Habib juga mendoakan Purworejo senantiasa dijauhkan dari bencana, dan diberikan kemakmuran, kesejahteraan serta terkabul seluruh keinginan masyarakatnya. (lt-bay)

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Para pegiat media sosial (Medsos) di Kabupaten Purworejo diminta untuk andil dalam menangkal berita-berita bohong atau hoax, khususnya informasi yang berkaitan dengan pembangunan daerah. Sebaliknya, peran komunitas Medsos serta komunitas-komunitas lain diharapkan mampu turut menyebarluaskan informasi-informasi positif terkait program atau pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Bupati Purworejo H. Agus Bastian, SE, MM saat memberikan sambutan dalam acara Forum Komunikasi Dengar Aspirasi Publik atau Critical Voice Point (CVP) bertajuk “Membangun Purworejo Tanpa Hoax” yang berlangsung di Halaman Ruang Kasepuhan Komplek Rumah Dinas Bupati Purworejo, Minggu (16/2) malam. Berbeda dari CVP biasanya, kali ini acara dikemas santai dengan konsep Ngopi Bareng Bupati.

Selain pegiat Medsos, acara juga diikuti sejumlah wartawan, penyiar radio, dan komunitas lain.

“Sehebat apapun pembangunan yang kita lakukan tidak ada gunanya jika komunikasi dan informasi kita tidak baik. Betapa pentingnya informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” ungkap Bupati.
sambutan Bupati
Menurutnya, informasi kepada masyarakat menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya bupati, wakil, atau unsur birokrasi di pemerintahan.

“Marilah Purworejo ini kita jaga agar tidak dirusak dengan informasi-informasi hoax. Mari pembangunan kita lindungi dengan informasi-informasi yang baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno menyampaikan bahwa kecamatan Pituruh telah mempunyai media informasi tersendiri berupa Media Online Pituruh News yang selama ini telah menjadi sumber informasi akurat bagi masyarakat, serta telah menjadi media sebagaimana harapan bupati purworejo, bapak H. Agus Bastian, SE, MM yaitu media yang memuat berita berdasarkan data dan fakta serta bersifat positif. 

"Mari kita dukung dan manfaatkan pituruh news sebagai sumber berita primer di Kecamatan Pituruh" pungkasnya.

Reporter : Lutfi
Editor : Bayun

PITURUH, (pituruhnews.com) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pituruh pada  Sabtu, (15/02/20) pukul 16.30 WIB mengakibatkan beberapa daerah mengalami bencana alam.

Pada pukul 17.00 WIB debit air kali di Desa Pamriyan meningkat, mengakibatkan kali Desa Sawangan juga mengalami kenaikan debit air sehingga air meluap ke lingkungan warga sekitar. 

Minggu pagi, (16/02/20) Media Online Pituruh mendapatkan kabar bahwa pada pukul 06.00 WIB telah terjadi longsor minor di tebing bahu jalan di Dusun Kesodan RT 008/004, Desa Pamriyan. Kejadian tersebut  diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu sore, (15/02/20). Akibat longsor ini menyebabkan sebagian jalan poros Desa Pamriyan - Kemranggen Kecamatan Bruno tertimbun longosr. Namun akibat longsoran ini jalan masih bisa di lalui kendaraan roda dua, dan tidak ada korban jiwa atau pun kerusakan rumah warga.
lokasi longsor
Informasi yang dihimpun Pituruh News bahwa lokasi longsor cukup jauh dari pemukim. Pada Minggu pagi, warga sekitar melakukan penanganan mandiri secara gotong royong membersihkan bahu jalan yang tertimpa longsoran. Selain di Pamriyan, longsor juga terjadi di Desa Wonosido dengan jumlah 6 titik lokasi yaitu Rt 01, Rt 02, RT 03 (2 ttk), Rt 6, dan Rt 07 Desa Wonosido.

Kejadian di Desa Wonosido tidak ada korban jiwa dan hanya ada sedikit bagian rumah warga yang tertimpa longsor, namun tidak menimbulkan kerusakan.
kerja bakti warga
Diungkapkan, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno bahwa kejadian longsor dibeberapa titik, yaitu desa Pamriyan dan Wonosido kecamatan Pituruh.

Ia menghimbau kepada warga masyrakat kecamatan Pituruh khususnya didaerah rawan longsor, bahwa curah hujan masih ekstrim, warga diminta senantiasa waspada terhadap potensi bencana yang ada.
lokasi longsor
"Saya sangat berterimakasih atas informasi, selalu berkoordinasi dan penanganan secara gotong royong oleh pemerintah desa dan warga, " jelas Yudhie.

"Dengan adanya peristiwa ini, saya berharap sekecil apapun informasi tentang perkiraan ataupun kejadian bencana segera dikoordinasikan bersama pemerintah kecamatan dan BPBD Kabupaten Purworejo." pungkasnya. (lt-bay)


KEMIRI, (pituruhnews.com) -Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kemiri, mengadakan kegiatan Pembinaan Mualaf di wilayah kecamatan Kemiri pada hari Kamis, 13/02/2020 di Aula KUA Kecamatan Kemiri.

Pembinaan ini diikuti sebanyak 13 orang Mualaf di wilayah kecamatan Kemiri, dengan mendatangkan narasumber Zulfah Kirom dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo dan KH. Daldiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purworejo.
pemaparan materi
Diungkapkan, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kemiri Ika Damayanti bahwa kegiatan ini merupakan sebagai pelaksana Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 298 tahun 2017.

Oleh karena itu, penyuluh agama Islam kecamatan Kemiri mengagendakan beberapa penyuluhan kepada beberapa elemen masyarakat salah satunya pembinaan kepada para Mualaf diwilayah kecamatan Kemiri.

"Selain pembinaan pada para mualaf, Penyuluh Agama Islam juga memberikan pembinaan kepada dua majelis ta'lim binaan di masing-masing wilayahnya, " ucap Ika.
pembinaan mualaf
Zulfah Kirom, narasumber mengatakan bahwa Purworejo ini memiliki Mualaf Centre yang merupakan wadah bagi para Mualaf se-kabupaten Purworejo.

"Baznaz kabupaten Purworejo juga sangat memperhatikan para Mualaf ini, kenapa? karena mereka bagian dari salah satu obyek golongan yang berhak menerima Zakat. " ucap Zulfah.

"Melalui ini, sudah saatnya kita para Penyuluh secara umum mengayomi dan siap menjadi konsultan keagamaan bagi para mualaf tersebut. " imbuhnya.

Sementara itu, Much Sirodjudin Zuhri Kepala KUA Kecamatan Kemiri menambahkan bahwa mereka (para mualaf) adalah orang-orang yang sangat beruntung. Atas Nikmat, Hidayah, Taufiq dan Inayah dari Allah SWT.

"Adanya pembinaan ini diharapkan para mualaf senantiasa menebarkan kedamaian dan mengedepankan misi Islam yang Rohmatal lil'alamin." pungkasnya. (lt)

PURWOREJO, (pituruhnews.com)  - Dalam sambutan di acara HPN  ( Hari Pers Nasional )  Bupati Purworejo Agus Bastian mengaku tidak akan pernah  alergi terhadap kritik karena akan dijadikannya sebagai bahan instrospeksi. Dirinya juga sering di buly dan di olok - olok namun semua itu sudah ia maafkannya ,ia sampaikan di depan para tamu yang hadir dalam acara HPN di Aula Hotel Ganesha Purworejo pada Rabu  Malam, (12 /02/2020).

Hadir juga dalam acara tersebut Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito, Dandim 0708 Letkol Inf Muchlis Gasim SH, M ,Si. , Wakil Ketua DPRD  Yophy Prabowo SH,  dan Frans Suharmaji SE,MM , Pimpinan BUMD , Forkopida  dan Tokoh masyarakat. Dikatakan oleh Bupati H. Agus Bastian bahwa dirinya melihat Pewarta makin solid dan kompak
penyerahan penghargaan
"Pemda ingin selalu memfasilitasi media dengan adanya Pers Room dengan fasilitasnya. Saya juga berharap pers makin mantap berkualitas dan menjunjung integritas," ungkapnya.

Menurutnya, pers yang melakukan kegiatan jurnalistik memiliki peran yang penting dalam memberikan informasi pada masyarakat sesuai tema yang sejalan dengan tujuan Pemda yakni satu desa satu produk yang mengangkat kearifan lokal.

"Pers juga memiliki fungsi kontrol dan diharapkan dapat menjaga kondusifitas," jelasnya.
penyerahan tumpeng bupati untuk ketua pawarta purworejo
Menjelang akhir jabatannya Bupati  mengucapkan rasa terimakasih pada pers Purworejo yang banyak berkontribusi  pada pemerintah.

Ketua panitia Marni Utamining
mengungkapkan, dalam rangka peringatan HPN kali ini, Pewarta  Purworejo telah melakukan baksos berupa foging dan lavarsida di Kecamatan Bener serta MTs Negeri 2 Bener.

Para pewarta juga memberikan bantuan sarana ibadah di Masjid Nurul Huda, Kampung Brengkelan, Kelurahan Purworejo.
Selain itu, ujar Marni, pewarta juga mengadakan anjangsana kepada keluarga almarhum Syaeful Anwar Zein, wartawan Harian Berita Yudha, sebagai ucapan terima kasih atas jasa yang telah diberikan bagi dunia pers.
santunan anak yatim
Resepsi HPN kali ini juga menampilkan Kilas Balik Perjalanan dan Perkembangan Pers Indonesia oleh wartawan senior Atas Sampurno Danusubroto yang merunut sejarah diperingatinya HPN.

Saat era reformasi, lanjut Atas, selain PWI banyak organisasi wartawan di Indonesia, termasuk di Purworejo.

"Karena banyaknya organisasi wartawan di Purworejo berdiri Pewarta Puroworejo," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu Pewarta menyerahkan santunan kepada enam anak yatim yang diserahkan oleh Ketua Pewarta Edi Suryana.

Panitia juga memberikan
Penghargaan atas dedikasi seumur hidup kepada wartawan dan budayawan Atas Danusubroto. Penghargaan diserahkan oleh Bupati Purworejo.

Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati yang diserahkan kepada ketua panitia dan ketua pewarta Purworejo. (lt-by)

PITURUH, (pituruhnews.com)SMK Patriot Pituruh bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo (BPBD) menggelar kegiatan Latihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana selama tiga hari mulai tanggal 10 Februari - 12 Februari 2020.

Selain, bekerjasama dengan itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo (BPBD), SMK Patriot Pituruh juga menggandeng PMI Purworejo. 
penyelamatan korban simulasi bencana
Wilayah Kecamatan Pituruh merupakan salah satu wilayah di kabupaten Purworejo yang rawan terjadi bencana alam, khususnya tanah longsor. Hal ini didasari olek letak geografis Kecamatan pituruh yang sebagian wilayahnya adalah daerah dataran tinggi atau pegunungan.

Acara ini dibuka oleh Kepala SMK Patriot Pituruh yang di hadiri olek Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Drs. Sutrisno M.Si, Perwakilan dari PMI Purworejo, serta para pembina dari SMK Patriot Pituruh.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Drs. Sutrisno M.Si mengatakan sangat mendukung atas adanya kegiatan seperti ini,  apalagi untuk daerah di Kecamatan Pituruh yang merupakan daerah paling barat di Kabupaten Purworejo merupakan daerah rawan bencana terutama longsor.

"Wilayah kecamatan Pituruh belum ada tim SAR sehingga kegiatan pelatihan dan simulasi ini sangat bermanfaat khususnya di kecamatan Pituruh untuk kedepannya. " ucapnya.
pemaparan materi siswa
H. Haryoto, M.Pd Kepala Sekolah SMK Patriot Pituruh menambahkan pelaksanaan pelatihan penanggulangan bencana alam dengan tujuan agar siswa mempunyai kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya bencana alam Daerah Pituruh.

"Kegiatan ini diharapan dapat menjadikan salah satu pengabdian dunia pendidikan pada masyarakat. " ucapnya.

Ia menambahkan bahwa tujuan dari Latihan Penanggulangan Bencana Alam ini untuk meningkatkan kemampuan siswa ketika menghadapi bencana. Mengharap agar dengan adanya latihan ini dapat meningkatkan koordinasi, komunikasi,dan sinergitas antar seluruh unsur yang terkait dalam penanggulangan bencana alam.
simulasi
Sementara itu, Arif Sastwolangi, S.Pd Waka Kesiswaan SMK Patriot Pituruh juga mengatakan bahwa latihan ini dilaksanakan selama tiga hari dan dibagi menjadi dua tahap.

"Tahap pertama dilaksanakan selama satu hari dengan materi pembekalan teori, untuk tahap kedua selama dua hari berupa praktek dan simulasi bencana, " jelas Arif.

"Peserta yang mengikuti latihan ini sebanyak 30 siswa, peserta nantinya akan dijadikan im inti dalam  penanggulangan bencana dari SMK Patriot Pituruh. Dengan tema Tanggap, Tangguh, Tangkas." pungkasnya. (lut)

KUTOARJO, (pituruhnews.com) - Dalam rangka mengenalkan peserta didik ke Dunia Industri, SMK Institut Indonesia Kutoarjo memberangkatkan 330 peserta didik  kelas XI untuk melaksanakan Kunjungan Industri.

Diungkapkan, Kepala Sekolah SMK Institut Indonesia Kutoarjo Amat Rosidi bahwa pemberangkat dilaksanakan tiga gelombang yaitu 03 Februari sampai 05 Februari 2020 gelombang pertama, untuk gelombang kedua 04 Februari sampai 06 Februari 2020. Sedangkan gelombang ketiga akan dilaksanakan pada bulan Maret 2020 untuk jurusan TSM.
penyerahan penghargaan oleh PT Suzuki kepada SMK Institut Indonesia Kutoarjo
Ia menambahkan tujuan kunjungan industri ini untuk mengenalkan siswa dengan Budaya Kerja dan memperluas wawasan peserta didik di Dunia Industri. 

"Kunjungan ini dilaksanakan tiga gelombang dikarenakan padatnya kunjungan ke PT Yamaha." ucap Amat.

"Kunjungan industri, siswa diajak untuk melihat bagaimana sebuah perusahaan beroperasi dan bekerja. Mereka diberikan sebuah gambaran tentang suatu pekerjaan di bidang keahlian mereka dan mereka juga diberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dalam dunia kerja Industri. " tambah Amat Rosidi.

Tempat yang dikunjungi SMK Institut Indonesia Kutoarjo ini antara lain, PT. Kramayudha Ratu Motor yang merupakan Perakit Truk Mitsubishi Fuso di Indonesia yang terletak di Pulogadung, PT. Suzuki Indomobil Motor yang merupakan perakit Mobil Suzuki yang terletak di Cikarang Pusat, PT. Bukaka Teknik Utama merupakan perusahaan pembuat infrastruktur Garbarata, Jembatan Layang, hingga pertambangan yang terletak di Cileungsi.
foto bersama Siswa dilokasi kunjungan
Amat Rosidi juga mengatakan selain mengunjungi perusahaan, siswa  juga di agendakan untuk Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati Cirebon serta berwisata ke Bandung, diantaranya ke Museum Geologi dan Cibaduyut.

Untuk peserta didik jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor diagendakan Bulan maret untuk Kunjungan Industri ke Yamaha, dikarenakan jadwal yang padat untuk Kunjungan ke Yamaha.
siswa kunjungan industri
"Kunjungan Industri di SMK Institut Indonesia Kutoarjo di agendakan setiap tahun dan ditujukan untuk siswa di Kelas XI. ":pungkasnya. (phai)

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - SMP Negeri 2 Purworejo memborong piala lomba rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Purworejo. Tiga siswa sekolah itu, berhasil meraih kemenangan dalam Lomba Menulis Jurnalistik dan Lomba Foto Pariwisata Purworejo.

Siswa bernama Amanda Aprilia berhasil menjadi juara 1 Lomba Menulis Jurnalistik tingkat SMP bertema Pariwisata Purworejo, bersama Beatrissa Keke Njo yang juga meraih juara 3 untuk lomba yang sama. Sementara satu siswa bernama Amelia Bening, berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Foto Pariwisata Purworejo. "Ini menjadi kebanggaan bagi kami, bisa menjuarai ajang yang cukup bergengsi di tingkat kabupaten," tutur Kepala SMP 2 Purworejo, Yosiyanti Wahyuningtyas, Senin (10/2).

Amanda Aprilia menulis karya berjudul Pasar Inis, Tempat Nginis Bikin Eksis, sedangkan Beatrissa Keke Njo membuat tulisan Indahnya Hutan Pinus Kalilo. Amelia Bening memotret pemandangan malam di kompleks Alun-alun Purworejo. Sementara itu, untuk juara 2 lomba menulis jurnalistik diraih Alif Ashfa Muhammadi pelajar SMP 17 Purworejo yang menulis karya Pesona Keindagan Wisata Baru Gunung Buthak.    
penyerahan juara
Untuk lomba jurnalistik tingkat SMA dengan tema Generasi Muda dan Literasi, juara 1 diraih Gembong Hanung, pelajar SMA 1 Purworejo, dengan karya Literasi Budaya dan Kewargaan dalam Genggaman Disrupsi Kultural. Juara 2 diraih Yona Anugerah Sunia pelajar SMA 9 Purworejo, dengan judul Gawai Menurunkan Minat Baca Generasi Muda Bangsa. Juara 3 diraih Umi Nurul Fadhilah, siswa SMA 10 Purworejo dengan karya Sinergitas Pembelajaran, Literasi Membaca dan Literasi Digital.

Sementara pada lomba foto, juara 1 diraih Helmi Dwi Kusuma dengan karya Mercusuar Ketawang, dan juara 2 Eko Yunianto dengan foto Curug Kiai Kate. "Untuk juara favorit, ada tiga yakni Muhammad Anshori, Nifa Fadhil dan Kerry Septian Nugroho. Pemenang utama mendapat piala Bupati Purworejo, piagam dan uang pembinaan, sedangkan favorit hanya uang dan piagam," terang Ketua HPN 2020 PWI Purworejo Agung Budi Wibowo. 

Menurutnya, enam karya jurnalistik dan enam karya foto merupakan yang terbaik. Untuk lomba menulis, diikuti 52 pelajar, sedangkan fotografi tercatat lebih dari 300 karya. "Penjurian cukup ketat, kami juga melibatkan profesional, sehingga hasilnya memang benar-benar yang terbaik," tandasnya. (jr)
Advertisement

SOMOGEDE, (pituruhnews.com) - Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Pituruh melaksanakan kegiatan pemberdayaan sosial Penanaman Seribu Pohon Alpukat "Menanam Satu Pohon, Menumbuhkan Seribu Kebaikan" di Desa Somogede, Kecamatan Pituruh, Rabu, (05/02).

Arif Rohman Muis, SE,.MM koordinator PKH Wilayah II Provinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa dengan adanya penaman seribu pohon alpukat ini, akan mendorong masyarakat untuk mengembangkan pohon alpukat di Desa Somogede.

"Melalui penanaman pohon alpukat ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dibidang pertanian, supaya masyarakat berdaya mempunyai usaha, untuk meningkatkan perekonomian " ucapnya.
camat Pituruh menanm
Yudhie Agung Prihatno camat Pituruh menambahkan, bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan salah satu terobosan dari PPKH Kecamatan Pituruh, bagaimana menciptakan suatu program yang masih berkaitan dengan penggentasan kemiskinan yaitu penanaman pohon alpukat.

"Penanaman pohon alpukat diharapkan bisa menjadi stimulan, pohon ditanam di lingkungannya masing-masing, kemudian tumbuh menjadi besar, nantinya bermanfaat untuk penghijauan dan ketika sudah berbuah bisa menjadi salah satu penghasilan tambahan. Sehingga diharapkan nantinya bisa meningkatkan perekonomian warga khususnya penerima pkh di Desa Somogode Ini, " ucapnya.

"Penanaman sebanyak 1.000 pohon alpukat, cocok untuk ditanam di daerah pegunungan, sesuai kajian dinas pertanian " tambahnya.

"ini merupakan suatu terobosan yang bagus karena program pemerintah begitu banyak untuk pengentasan kemiskinan mulai dari rumah tidak layak huni, bantuan pangan non tunai. Ini suatu hal yang baru bagaimana melestarikan alam dan meningkatan pendapatan, dimana masyarakat Desa Somogede salah satu mata pencaharian adalah petani, imbuhnya.

"Kegiatan pemberdayaan sosial ini dibiayai dengan dana khas kelompok penerima PKH, di bantu oleh pendamping PKH dan TKSK Kecamatan Pituruh. Setiap peserta PKH menerima bibit pohon ini gratis, biaya ini merupakan dana yang dikelola oleh PKH,  jadi dikembalikan kepada para penerima manfaat. " ucapnya.

"Terobosan-terobosan ini perlu dikelola dengan baik, ide-ide apapun itu tentu saja sepanjang dengan kajian yang sudah mencukupi ini bisa diterapkan di mana saja. Dengan kepedulian semua stakeholder yang ada karena ini bersifat stimulan, mulai dari jajaran Pemerintah desa, Kecamatan, Kabupaten dan naik ke atas termasuk para pendamping pendamping PKH dan pendamping Desa, " tambah Yudhi.
5 anggota pkh yang mundur
Ia juga menambahkan melalui penanaman ini bisa bersama-sama bagaimana mendukung mengawasi memonitoring kegiatan, terutama bantuan yang sudah diberikan kepada masyarakat agar benar-benar bisa dijaga, nantinya tumbuh dengan baik dan bisa menjadi salah satu alternatif pendapatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Hari ini sudah ada 5 anggota PKH graduasi dari kepesertaan PKH  secara sukarela,  karena sudah meningkat perekonominya, kegiatan penanaman pohon ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian sehingga tingkat graduasi semakin banyak dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah, " imbuhnya.
proses penanaman
Arif Rohman Muis, SE,.MM juga menambahkan bahwa kegiatan ini perlu ditingkatkan karena tujuan dari program PKH ini mengentaskan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kalau Penerima sudah graduasi (penggentasan) ini maka kemiskinan di kabupaten Purworejo menurun, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

"Dengan adanya anggota PKH yang sudah graduasi, anggota PKH sudah siap untuk mempunyai kehidupan yang lebih baik, jangan sampai mereka graduasi tapi beberapa waktu kemudian diambil kembali, " ucapnya.

"Penanaman pohon alpukat ini tidak hanya di Desa Somogede saja, diharapkan bisa dilaksanakan ditempat lainnya. Agenda sejenis yaitu penanaman pohon juga sudah dilaksanakan di Kecamatan Kaligesing, Desa ketawang, Kutoarjo, " imbuh Arif.

"Desa Somogede ada 5 orang yang mengundurkan diri dari PKH, Untuk jumlah anggota PKH se-kabupaten Purworejo sendiri sebanyak 280 anggota yang mengundurkan diri, " tambahnya.

"Kegiatan Pemberdayaan sosial  diperlukan sinergisitas dari berbagai pihak, karena untuk menurunkan angka kemiskinan sendiri perlunya ada kolaborasi antar pemerintah desa, kecamatan, bahkan kabupaten, " ucap Arif.
foto bersama
Sementara itu, Kepala Desa Somogede Tukiman mengatakan sangat berimakasih karena kegiatan ini sangat bermanfaat untuk warga masyarakat desa Somogede.

"Dengan adanya penanaman pohon alpukat ini bisa untuk ketahanan air, dan jika sudah panen bisa untuk menambah ekonomi warga desa Somogede khususnya penerima bantuan PKH, " ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya program PKH ini, warga masyarakat Somodege ini merasa terbantu, dan ada beberapa anggota PKH sendiri sudah ada yang berani mengundurkan diri karena merasa bagus ekonominya.

Komariyah anggota PKH Desa Somogede menyatakan mundur dari kepersertaan PKH karena perekonomian sudah meningkat.

"Dengan adanya program PKH ini sangat membantu, melalui PKH warga masyarakat yang kurang mampu, ekonominya dapat terpenuhi, " tutup Komariyah.

Reporter : Purnomo
Editor : Luthfi Bay

PAMRIYAN, (pituruhnews.com) - Hujan deras yang  mengguyur desa Pamriyan, Kecamatan Pituruh, sejak pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, Minggu, 02/02/2020 mengakibatkan rumah salah satu warga roboh.

Priyanto, (70) warga Dukuh Kesodan Rt 09 / Rw 04 Desa Pamriyan, Pituruh pemilik rumah yang mengalami roboh. Rumah roboh sekitar pukul 21.00 WIB.
anggota polsek membantu
Menurut keterangan yang diperoleh crew Pituruh News bahwa rumah roboh karena faktor kayu sudah rapuh salah satu menjadi faktor utama. Kerugian diperkirakan mencapai 30 juta, dan tidak terjadi korban.

Diungkapkan, Kapolsek Pituruh Iptu Sapto Hadi, S.Pd, S.H.M.H bahwa korban tinggal sendri dirumah, saat ini korban mengungsi dirumah anaknya.

"Kami bersama Kecamatan Pituruh, Koramil Pituruh, Pemerintah Desa Pamriyan dan warga sekitar melaksanakan kerja bakti di rumah yang roboh yaitu rumah bapak Priyanto, " ucap Kapolsek, Senin, 03/02/2020 siang. (hms)

PURWOREJO- Penegakan hukum dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) membutuhkan kekompakkan di internal Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Bahkan kekompakan dan kesamaan persepsi menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar. 

Penegasan itu disampaikan Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito SIK SH MSi saat menerima audiensi Ketua Bawaslu Nur Kholiq yang didampingi tiga anggota Bawaslu Ali Yafie, Anik Ratnawati, dan Abdul Azis di Mapolres, Senin (27/1) siang. Ikut mendampingi Kapolres Kabag Ops Kompol Setiyoko.

"Gakkumdu ini terdiri dari tiga lembaga. Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan. Saya berharap ketiga lembaga ini kompak dan punya persepsi yang sama," ujarnya. 

Lebih lanjut ditegaskan Mantan Kasatreskrim Polresta Bekasi ini, ketiga lembaga tersebut harus secara intens melakukan koordinasi. Polanya bisa dilakukan melalui pertemuan formal dan informal. "Perlu sering ngopi," timpa Ketua Bawaslu Nur Kholiq.
penyerahan buku
Ditegaskan, alumni Akpol 2000 ini, pihaknya siap meneruskan kerjasama dan sinergi yang sudah dijalin dengan Bawaslu selama ini. Dia optimis kerjasama dan sinergi itu bisa dimaksimalkan, jika melihat pola kerjasama yang sudah dijalin dalam mengawal pemilu 2019 kemarin. 

Perwira polisi yang sebagian besar karirnya di satuan Reskrim ini menambahkan, untuk memaksimalkan kerja-kerja penegakan hukum dalam Pilkada, juga diperlukan penguatan kapasitas Panwascam. "Teman-teman Panwascam nanti bisa diberikan pelatihan tentang teknik-teknik penyelidikan maupun penyidikan. Sehingga apabila ada perkara, bukti yang dibutuhkan cukup dan memadahi," katanya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo Nur Kholiq dalam kesempatan itu mengungkapkan, Bawaslu RI bersama dengan Jampidum Kejagung dan Bareskrim Mabes Polri saat ini sedang menyiapkan payung hukum untuk kelembagaan Sentra Gakkumdu pada Pilkada. 

"Masa kerja Sentra Gakkumdu Pilkada ini selama sembilan bulan. Payunh hukumnya sedang disiapkan di tingkat pusat," jelasnya.
Kunjungan Bawaslu
Kholiq berharap, kerjasama yang sudah terjalin selama pemilu 2019 bisa semakin ditingkatkan. "Kami merasa sangat terbantu karena di Gakkumdu Purworejo bisa memiliki kesamaan persepsi. Ini akan terus kami tingkatkat," katanya. 

Kholiq menambahkan, Sentra Gakkumdu bertugas untuk memproses perkara-perkara pidana pemilihan. Saat ini sudah dipetakan potensinya di setiap tahapan. 

"Kami optimalkan pencegahan. Berbagai sosialisasi maupun imbauan-imbauan akan terus kami sampaikan. Termasuk nanti akan melibatkan juga rekan penyidik Polres Purworejo maupun penyidik dari Kejari Purworejo," tandasnya. (hms)

KALIJERING, (pituruhnews.com) - Masyarakat Desa Kalijering menggelar sedekah bumi (Nyadran), dalam rangka mengucapkan rasa syukur atas hasil bumi di Desa Kalijering dengan tema "Guyub Rukun Ahnyengkuyung Raharjaning Kampung" dengan mengundang KH. Bejo Astajirin dari Tersobo, Prembun Kebumen, Senin, 27/01/2019.

Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Luhur Tri Endro Sadewo, SP, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, S.STP, Danramil 09/ Pituruh Kapten Infanteri Maryono, Kapolsek Pituruh diwakili oleh Aiptu Sukarman, Kepala Suroyo, S.Pd,  seluruh masyarakat Desa Kalijering, dan desa sekitar beserta kepala desa.
penyampaian pengajian
Diungkapkan, ketua panitia Tulus Margono bahwa ditahun 2020 ini desa Kalijering mengadakan acara sadranan, yang artinya atu kesatuan untuk warga masyarakat desa Kalijering dengan meminta doa kepada tuhan Yang Maha Kuasa dan segera ke depannya itu diberikan kelancaran dalam hal apapun termasuk dalam pertanian, kesehatan ataupun hasil bumi.

"Bungkusan yang dibawa masyarakat ini bernama "Panjang Ilang", karena leluhur pada saat merti bumi/nyadran ini memakai panjang ilang dengan berbahan daun kelapa yang masih muda, " ucapnya.

"Walaupun arti dari panjang ilang belum sepenuhnya memahami dan mengetahuinya, akan tetapi kita percaya bahwa dengan menguri-uri kabudayaan nenek moyang kita jangan sampai punah di Desa Kalijering, " katanya.

"Dengan adanya Nyadran ini kita mengharapkan agar selalu bersyukur kepada yang maha kuasa yang membuat kita seperti ini yaitu yang maha kuasa. Dengan menguri-uri yang sudah dilakukan oleh nenek moyang pada masa dahulu. " imbuhnya.
kades bersama tamu
Kepala Desa Kalijering Suroyo menambahkan bahwa tradisi nyadran ini merupakan agenda rutin tahunan, cuma saja biasanya dilaksanakan tidak terfokus dalam satu tempat. Biasanya ada tiga titik, namun kita mencoba menunjukkan guyub rukunan warga desa Kalijering dengan sesuai tema yang diusung Nyadran ini.

"Adanya acara nyadran ini akan menjadi pondasi kesejahteraan, kesehatan sesuai dengan tema yang saya sampaikan tadi bahwa hidup guyub rukun ini akan membangun guyub rukun ahnyengkuyung raharjaning kampung. " ucapnya.

"Ini pertama yang dilakukan dalam satu tempat, dengan melibatkan semua warga kalijering dengan jumlah kurang lebih 500 kepala keluarga. Melalui nyadran ini antusias masyarakat dari pandangan saya sangat luar biasa, yang hadir di acara nyadran ini melebihi target. " tambah Suroyo.
sambutan camat
Sementara itu, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno dalam sambutannya, sangat mengapresiasi kepada pemerintah dan warga desa kalijering yag telah nguri-uri budaya nyadran dan merti desa.

"Ini merupakan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME, selain rasa syukur yang diwujudkan dalam kegiatan tersebut, diharapkan pemerintah dan masyarakat desa kalijering dapat mewujudkan dalam kehidupan sehari hari, " ucapnya.

"Melalui nyadran ini masyarakat selalu menjaga apa yang dimiliki, termasuk sawah, ladang, sungai, gunung, hutan dan sebagainya. Saya berharap  adanya program-program yang inovatif sesuai kebutuhan masyarakat seperti yang dilakukan di tahun 2019. dengan kegiatan ketahanan air yang memang dibutuhkan masyarakat Desa Kalijering karena sering terdampak kekeringan. " pungkasnya.(lt)
Diberdayakan oleh Blogger.