Notification

×

Iklan

Kolaborasi Pentahelix, UMKM Butuh Siap Implementasi Produk Melalui Go Digital Cahaya (Cintai Hasil Karya)

Senin, 18 Juli 2022 | 22:13 WIB Last Updated 2022-07-19T00:33:13Z
BUTUH, (pituruhnews.com) - Upaya meningkatkan ekonomi di kecamatan Butuh, Pemerintah Kecamatan Butuh menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) UMKM. Kegiatan tersebut bertempat di Pendopo Kecamatan Butuh yang digelar pada, Senin pagi, 18/07/2022.

Acara ini dihadiri oleh Dinas KUMKM Gatot Suprato, SH, Kabid Pemasaran Pariwisata, Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Endah Hanna Rosanti, S.IP, M.Si, Camat Kecamatan Butuh Bangun Erlangga Ibrahim, S,STP, MM, Ketua Forum UMKM Kabuapten Purworejo dari STIE Rajawali Dr. Hesti Respatinongsih, SE. M.Par, Fasilitator Rumah BUMN Kutoarjo Asri M, Jurnalis Media KR Jogja Jarot Sarwosambodo,S.E, polosoro Butuh, peluku usaha dan pemerhati UMKM Kecamatan Butuh.

Camat Butuh Bangun Erlangga Ibrahim dalam sambuatannya mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran para peserta diacara focus gruop dusscussion (FGD) UMKM Kecamatan Butuh. Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka implementasi aksi perubahan kinerja organisasi.


"Melalui kegiatan ini bisa membuka ruang untuk berdiskusi dalam usaha dibidang pengembangan dan pemasaran hasil produk pelaku umkm. Saya mempunyai program di FGD ini bisa membuka marketing dengan cara Outlet Digital Cahaya (Cintai Hasil Karya) UMKM sebagai media promosi produk UMKM yang dipunyai pelaku usaha di Kecamatan Butuh." ucapnya.


"Saya berharap ini menjadikan media promosi dengan konsep kolaborasi pentahelix, baik dari media, ekonomi maupun akademis. Semoga momentum hari ini bisa mengimplentasikan apa yang disampaikan oleh narasumber di tuangkan di usaha UMKM-nya. Mari kita dukung program pemerintah di bidang ekonomi kreatif UMKM dengan takelina tresno purworejo,larisi Purworejo." imbuhnya.

Kepala Dinas KUKMP Purworejo Gatot Suprato, SH menambahkan, pihaknya  mengapresiasi dengan kegiatan focus gruop dusscussion (FGD) UMKM di kecamatan Butuh ini. Menurutnya kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pendukung progam Bupati Purworejo yaitu Purworejo Berdaya Saing 2025.


"Kita berharap SDM yang mengikuti FGD ini dapat mempunyai mainset sebagai entrepreuner," katanya.


Kedepannya, Gatot berharap, para pelaku UMKM dapat mengelola dan memanajemen umkm yang dan miliki. Untuk tambahan modal Gatot menyebut UMKM dapat mengakses dana peningkatan pengembangan usaha UMKM.


"Yang terpenting marketing pemasaran produk diharapkan dapat berjalan offline maupun online," katanya.

Ketua Forum UMKM Purworejo Hesti Respatinongsih juga menambahkan dengan adanya FDG ini bisa terjalin implementasi kolaborasi pentahelix secara nyata sesuai perannya masing-masing dan menghasilkan outcomes yg terukur dan jelas. Paling tidak UMKM Butuh terindentifikasi dan terpetakan sampai dimana level posisi nya saat ini. Jadi misal pemasaran terbatas karena kemasan atau label masih kurang marketable, pihak dari akademisi siap membantunya.


"Forum UMKM Prworejo siap mendukung pengembangan dan pemberdayaan  UMKM melalui membantu menyusun rencana aksi yg meliputi prog  kerja jangka pendek dan panjang, membantu menyampaikan masukan, usulan, dan saran kpd pemda melalui dinas terkait, mendorong sinergisitas dan kolaborasi antar lembaga/asosiasi/ klaster. mendorong optimalisasi fungsi dan peran kelembagaan forum UMKM kecamatan (Forum UMKM Tumpeng Sewu), melakukan kegiatan dan pendampingan dalam pelaksanaan fungsi dan peran sebagai media pemberdayaan n pengembangan UMKM." ucapnya

Hal sama dikatakan, Jarot Sarwosambodo sangat apresiasi dengan adanya focus group disccussion ini karana ini akan menjadi media promosi yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM di kecamatan Butuh melalui Media Massa.


"Dengan adanya media massa ini bertujuan pengakuan publik dalam proses pemasaran produk, branding dan pelaku yang ikut acara ini dapat menyerap materi yang disampaikan oleh narasumber. Melalui media massa ini pelaku bisa menggunakan media sosial sebagai ajang promosi dengan continue dalam posting hasil produknya." imbuhnya.

Rumah BUMN Kutoarjo Asri, mengaku senang atas dilibatkannya dalam kegiatan ini. Menurutnya menyadari potensi yang dimiliki oleh suatu desa adalah kunci suksesnya UMKM disuatu wilayah.


"Sebagai pelaku usaha, saya berharap umkm di butuh harus go to digital untuk bisa memasarkan produknya kedunia digital seperti media massa facebook, instagram maupun marketplace lainnya." tutup Luluk Afni pelaku UMKM Butuh.(PN)

Iklan

×
Berita Terbaru Update