Notification

×

Iklan

Lestarikan Budaya Jawa, Pituruh Expo 2019 Tampilkan Warisan Kesenian Nenek Moyang

Friday, 23 August 2019 | 00:13 WIB Last Updated 2019-08-22T17:13:49Z
PITURUH, (pituruhnews.com) - Gebyar Pentas Kesenian Rakyat, acara "Pituruh Expo 2019", dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, digelar sejak tanggal 17 sampai 24 Agustus 2019.

Selain menampilkan kesenian lokal dari Pituruh, pituruh expo kali ini juga menampilkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dari awal expo ini di buka, telah banyak kesenian yang tampil, mulai dari kesenian tari tradisional, ndolalak, kuda kepang, musik keroncong, dangdut, dan kesenian sholawat Jamjaneng.
Vokalis Janjaneng 
Pada Kamis, 22/08/2019 sesuai jadwal pukul 21.00, kesenian sholawat jawa Jamjaneng "Nurul Huda" dari Megulunglor ikut berpartisipasi dalam acara Pituruh Expo 2019. Jamjaneng ini diketuai atau disepuhi oleh bapak Muh Yasir.

Dikatakan, Muh Yasir bahwa kesenian jamjaneng ini merupakan kesenian peninggalan Sunan Kalijogo. Yang sampai saat ini tetep terjaga dan lestari, tidak khusus bagi warga desa Megulunglor yang ikut melestarikannya.

"Grup kesenian jamjaneng Nurul Huda desa Megulunglor, merasa sangat senang bisa ikut berpartisipasi memeriahkan Pituruh Expo 2019. Personil Jamjaneng yang ikut tampil di Pituruh Expo ini sebanyak 10 orang. " katanya.
Penampilan Janjaneng Nurul Huda
Lantunan lagu yang dibawakan oleh Jamjaneng ini yaitu dengan makna menceritakan sejarah kanjeng nabi Muhammad SAW dituangkan dengan irama jawa.

"Berharap untuk generasi muda ikut berperan menjaga dan melestarikan kesenian Jamjaneng dengan mencintai sholawat jamjaneng. Untuk pemuda atau orang yang ingin belajar bisa datang ke Megulunglor, karena setiap malam minggu rutin mengadakan latihan," ujarnya

"Khusus di kecamatan Pituruh kurang lebih ada 6 desa yang mendirikan grup kesenian jamjaneng, mulai dari desa Girigondo, Brengkol, Sikambang, Kalikotes, Sawangan, dan Megulunglor, " pungkasnya. (pr-ph)
×
Berita Terbaru Update