![]() |
| Fokus Jalur Alternatif, DPUPR Purworejo Targetkan Jalan Siap H-7 Lebaran |
PURWOREJO – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo terus mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan kabupaten. Fokus utama diarahkan pada jalur alternatif dan titik rawan agar pemudik dapat melintas dengan aman dan nyaman.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Purworejo, Muhammad Ngadnan, menyampaikan bahwa pemeliharaan jalan sudah dilakukan sejak akhir pekan lalu di beberapa ruas prioritas. Jalur dari perbatasan Kebumen menuju Pituruh menjadi salah satu yang telah ditangani dengan campuran aspal panas (JAP), dan kini terselesaikan hingga wilayah Kemiri di sisi barat.
Selain itu, perbaikan juga dilakukan di wilayah UPT Loano pada ruas Tumbakanyar–Banyuasin hingga perbatasan Banyuasin–Pagarharjo yang terhubung ke DIY. Di Kecamatan Gebang, ruas Seren–Winong sepanjang 1 kilometer yang sebelumnya rusak sedang juga telah diperbaiki, karena jalur ini penting sebagai akses alternatif menuju Magelang maupun Semarang.
Untuk wilayah selatan, pemeliharaan dijadwalkan dimulai pada ruas Jenar–Angkruk Ketip di Kecamatan Purwodadi yang terhubung ke Sangubanyu, serta ruas Purwodadi–Krendetan sebagai jalur pintas dari jalan nasional menuju Purwodadi dan Ngombol. Di perkotaan, penanganan difokuskan pada ruas berlubang yang membahayakan, seperti Jalan WR Supratman.
Ngadnan menambahkan, DPUPR menargetkan maksimal H-7 Lebaran setiap UPT dapat menyelesaikan sedikitnya lima ruas prioritas. Namun melihat progres cepat, jumlah tersebut berpotensi bertambah hingga 9–10 ruas. Untuk ruas yang tidak masuk pemeliharaan besar, penanganan sementara dilakukan dengan asbuton atau CPHMA.
Dalam pelaksanaannya, DPUPR menghadapi kendala padatnya arus lalu lintas dan faktor cuaca hujan. Meski demikian, petugas tetap disiagakan untuk mengatur lalu lintas agar pekerjaan berjalan lancar.
Anggaran besar juga dialokasikan untuk mendukung pemeliharaan, di antaranya kontrak pengadaan JAP senilai Rp3,8 miliar, material lapen hampir Rp800 juta, serta pengadaan aspal drum sekitar Rp2,5 miliar.
“Kami tetap berupaya maksimal sebelum Lebaran, namun penanganan akan terus berlanjut setelahnya karena tidak mungkin seluruh ruas bisa terselesaikan sekaligus,” tegas Ngadnan.
DPUPR mengimbau masyarakat untuk bersabar dan berhati-hati saat melintas di lokasi pekerjaan. Dengan percepatan ini, Pemkab Purworejo berharap kondisi jalan kabupaten, khususnya jalur alternatif, lebih siap menyambut lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kontributor: Luthfi
Editor: TIM PN
