Notification

×

Iklan

Pemuda Tersidilor, Undang Dalang Kondang Ki Warseno Slank

Selasa, 19 November 2019 | 10:03 WIB Last Updated 2019-11-19T03:03:33Z
TERSIDILOR, (pituruhnews.com) - Pageleran Wayang Kulit Ki Dalang Ir. Warseno Hardjodarsono, M.Si, digelar oleh putra asli Desa Tersidilor yang sukses menjadi Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dr. Abdul Kharis Almasyhari, di Lapangan Desa Tersidilor, Pituruh, Sabtu, 16/11/2019.

Pageleran Wayang Kulit yang digelar oleh Dr. Abdul Kharis Almasyhari, merupakan tasyakuran di tempat kelahirannya yaitu Desa Tersidilor. Pagelaran wayang kulit yang berjudul "Risang Brotoseno", ini mengisahkan tentang sesorang yang memiliki sifat setia, welas asih, dan penyayang. Ia menyukai tantangan dan memiliki kepribadian yang luwes.

Sebanyak 700 warga masyarakat menyaksikan pagelaran wayang kulit. Turut hadir Direktur Jenderal Informasi dan Pelayanan Publik (Dirjen IKP) Dr. Widodo Muktiyo, Asisten Pemerintahan Gentong Sumharjono SSos MM, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, S.STP, Kapolsek Pituruh Iptu Sapto Hadi, S.Pd, S.H.M.H, Danramil/09 Pituruh Kapten Infanteri Maryono, Kepala Desa Tersidilor Drs. H Sumedi M.Pd. 
tamu undangan
Acara yang disisipi kesan humor ini membuat penonton yang menyaksikan merasa terhibur dan tidak bosan serta menambah rasa keharmonisan antar warga Desa Tersidi Lor ini.

Dr. Abdul Kharis Almasyhari, pada saat ditemui crew Pituruh News mengungkapkan bahwa pagelaran wayang kulit ini selain menjadi tonton, bisa menjadikan sebagai tuntunan warga masyarakat Desa Tersidilor dan sekitarnya.

"Dengan adanya pagelaran wayang ini, warga masyarakat bisa berkumpul dilapangan mendengarkan wejangan dari wayang, dan wejangan tersebut bisa menjadi tuntunan oleh masyarakat desa Tersidilor dan sekitarnya, " ucapnya.

"Berharap dengan pagelaran wayang kulit ini, generasi muda yang belum kenal dengan kesenian wayang kulit bisa menjadi kenal dan bangga mempunyai kesenian yang asli dari Indonesia ini, wayang ini merupakan warisan budaya kita yaitu Jawa. " imbuhnya.

"Desa ini dulu pernah ada kesenian sangat maju, khususnya kethoprak yang setiap bulannya tampil di balai desa. Sekarang sudah tidak ada lagi, mudah-mudahan kesenian dan kebudayaan desa Tersidilor bisa dihidupkan kembali, saya hanya nyengkuyung dari jauh." pungkasnya.

Penulis : Ambar Fatma
Editor : Lutfi

Iklan

×
Berita Terbaru Update