Notification

×

Iklan

Mahasiswa KKN Undip Ajari Warga Desa Roworejo Membuat Alat Penjernih Air dan Desinfeksi Air

Minggu, 07 Februari 2021 | 07:43 WIB Last Updated 2021-02-07T00:43:21Z


ROWOREJO (05/02/2021)
Kegiatan KKN Universitas Diponegoro selama pandemi Covid-19 dilakukan secara mandiri di desa masing-masing mahasiswa. Kuliah Kerja Nyata yang biasanya dilakukan secara berkelompok, saat ini dilaksanakan secara mandiri oleh mahasiswa. Begitu pula yang dilakukan oleh Cahyani Esa Safitri, salah satu peserta KKN UNDIP Tim I Periode 2021.


Mahasiswi jurusan Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan ini dibimbing oleh Dr.rer.nat Thomas Triadi Putranto, S.T, M.Eng. Adapun program yang dibuat oleh mahasiswi ini yaitu tentang “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Alat Penjernih Air Keruh dan Desinfeksi Air”. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan alat penjernih air keruh dan desinfeksi air diadakan dalam rangka meningkatkan pencapaian akses kualitas air minum dan sanitasi yang baik sesuai dengan usaha pencapaian Tujuan Berkelanjutan (SDGs) pilar ke 6 yaitu “Clean Water and Sanitation”.


Menurut Cahyani, kualitas air yang kurang baik disebabkan karena adanya pencemaran air dari limbah domestik (limbah rumah tangga) yang terjadi di dekat sumber air milik warga setempat. Oleh karena itu, Cahyani tertarik untuk menciptakan alat untuk meningkatkan kualitas air sebagai solusi permasalahan air di desa tersebut. Mahasiswa KKN yang dibimbing oleh Dr.rer.nat Thomas Triadi Putranto,S.T,M.Eng ini membuat alat penjernih air keruh dan desinfeksi air (Sehat Air-Ku). 


Penjernih Air Keruh (PAK) memiliki 2 model, yaitu model 1 dan model 2. Dalam pembuatan Penjernih Air Keruh (PAK) Model 1 yang ditujukan untuk menjernihkan air sebanyak 100 liter ini, terdiri dari 3 sachet bahan. Sachet 1 (kapur dan polimer) seberat 4 gram, sachet 2 (PAC) seberat 8 gram, dan sachet 3 larutan kaporit sebanyak 20 mL. Sedangkan Penjernih Air Keruh (PAK) Model 2 digunakan untuk menjernihkan air sebanyak 50 liter. Sachet 1 (kapur dan polimer) seberat 2 gram, sachet 2 (PAC) seberat 4 gram, dan sachet 3 larutan kaporit sebanyak 10 mL. Masing-masing bahan ini dikemas dalam plastik dan diberi label (Serbuk No. 1, Serbuk No. 2, Larutan No. 3) agar memudahkan dalam implementasi alat tersebut.


Alat desinfeksi air ini digunakan sebagai alat desinfeksi air pada reservoir di penampungan air, reservoir/water tower, maupun sumur gali penduduk. Spesifikasi Chlorine Diffuser atau alat desinfeksi air yaitu menggunakan pipa PVC diameter 2” dan ¾” dengan panjang masing-masing 40 cm. Pada pipa PVC diameter ¾” digunakan sebagai wadah kaporit, dop diameter 2” dan ¾”, tutup drat ¾”, verlock shock diameter 2 x 1,25”, pasir diameter 1,0-3,0 mm, tali plastik ± 50 cm sebagai pengait, campuran kaporit kadar 60-70% dengan pasir perbandingan (1:1). Kemudian pada pipa PVC 2” diberi lubang dengan diameter 3 mm sebanyak 3 buah, dan pipa PVC ¾” diberi lubang dengan diameter 1 mm sebanyak 3 buah (atas 1, bawah 1, dan tengah 1).   


Pelaksanaan program tersebut dilakukan secara door to door atau dari rumah ke rumah, tujuannya agar menghindari kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dan mengurangi durasi kontak yang terlalu lama serta lebih mudah dalam menerima materi yang disampaikan. Kegiatan edukasi program ini dilaksanakan pada tanggal 22 Januari -27 Januari 2021.


Dari kegiatan implementasi program 1 Sehat Air-Ku (alat penjernih air keruh dan desinfeksi air) yang telah dilaksanakan memberikan referensi kepada masyarakat dalam mengatasi permasalahan kualitas air di sumber air miliknya.


“Setelah diberikan edukasi tentang alat penjernih keruh dan desinfeksi air tersebut, sekarang saya jadi lebih paham mengenai kualitas air yang baik untuk dikonsumsi dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terimakasih ya mbak Cahyani atas edukasinya, semoga kegiatan KKN di Desa Roworejo ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sukses selalu nggih mbak”, tutur Bu Narni. (**)

Penulis: Cahyani Esa Safitri (Jurusan Kesehatan Masyarakat) 

Dosen Pembimbing KKN: Dr.rer.nat. Thomas Triadi Putranto, S.T, M.Eng.


Iklan

×
Berita Terbaru Update