Notification

×

Iklan




Hujan Satu Malam, Wilayah Purworejo Dilanda Banjir dan Pohon Tumbang

Wednesday, 10 February 2021 | 19:05 WIB Last Updated 2021-02-10T12:06:13Z


PITURUH, (pituruhnews.com) - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Purworejo, Jawa mulai sore hari hingga malam hari mengakibatkan beberapa wilayah di Purworejo dilanda banjir. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun warga yang terdampak cukup banyak. 


Kabid Kedaruratan Logistik BPBD Purworejo,  Kusairi, menjelaskan Bencana Banjir terjadi di beberapa lokasi yaitu Dukuh Si Genuk, Dukuh Kliwonan, Dukuh Keputihan & Kedungringin, Desa Brengkol Kecamatan Pituruh. Kronologi kejadian bermula ketika hujan yang terjadi di kecamatan pituruh pada pukul 16.00 wib sampai dengan pukul 21.00 wib dengan intensitas tinggi. Hal itu menyebabkan sungai lesung mulai meluap pada pukul 18.00 wib dan membanjiri perkampungan warga di Desa Brengkol Kecamatan Pituruh. 


"Banjir juga menyebabkan beberapa pohon kelapa tumbang menutup jalan poros desa," katanya kepada wartawan usai kejadian pada Selasa (09/02/2021)

penyerahan logistik

Pihaknya berkoordinasi dengan Camat Pituruh & pemerintah Desa Brengkol Kecamatan Pituruh melakukan evakuasi pohon kelapa yang tumbang menutup  jalan di daerah sekitar lokasi banjir. Ratusan rumah dilokasi kejadian yang terdampak banjir yaitu Dukuh Sigenuk, RT01/RW 03 sebanyak 54 KK, 


Dukuh Kliwonan RT 02/ RW 03, sebanyak 30KK, Dukuh Keputihan RT 01, 02, / RW 04, sebanyak 130 KK dan Dukuh Kedungringin. RT 3/ RW 4, sebanyak 50 KK. 


"Banjir mulai berangsur surut pada pukul 21.30 wib. Lokasi terdampak banjir terparah adalah di Dukuh Keputihan dan Kedungringin dikarenakan lokasi 2 dukuh tersebut dekat dengan sungai. Pada saat kejadian ketinggian air ± 1.5 meter," katanya. 


Camat Pituruh, Yudhie Agung Prihatno mengatakan Pemerintah desa berencana medirikan dapur umum di Balai desa brengkol. Untuk kebutuhan konsumsi pengungsi untuk besok, Rabu, 10 Februari 2021. 

"Tapi tetap dapur umum di Balai Desa karena sumur, kompor dan peralatan dapur belum dapat digunakan," katanya. 


Yudhie menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada pada saat musim penghujan seperto ini. Karena musim penghujan tidak bisa diprediksi akan adanya banjir atau tidak. Pihaknya juga menyerukan untuk pemerintah desa untuk segera membuat posko kesehatan. 


"Karena hujan masih belum dapat diprediksi, warga diminta tetap waspada, segera melakukan kerja bhakti bersih lingkungan dan untuk kesehatan puskesmas mendirikan posko pemeriksaan serta desa bersama BPBD dan Dinas Sosial menyiapkan dapur umum, diharapkan semua dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga," tegasnya. (PN/Tri)

Iklan

×
Berita Terbaru Update