Notification

×

Iklan

Pembelajaran Tematik Terpadu Di Sekolah Dasar

Jumat, 16 April 2021 | 13:06 WIB Last Updated 2021-04-16T06:17:35Z

Kurikulum merupakan suatu perangkat yang menyajikan perencanaan pembelajaran secara sistematik yang mencangkup pernyataan tujuan, organisasi, pengalaman belajar, program pelayanan, pola belajar mengajar, dan program evaluasi agar peserta didik dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman maupun keterampilan. Kurikulum yang digunakan di Sekolah Dasar adalah kurikulum 2013 yang dikenal dengan pembelajaran tematik terpadu. Adapun pelajaran yang terintegritas didalamnya yaitu: PPKn, Bahasa Indonesia, Seni Budaya dan Keterampilan, dan PJOK.

Pembelajaran adalah suatu proses kerjasama, tidak hanya menitikberatkan pada guru saja atau pada peserta didik saja, tapi harus saling bekerjasama dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran sehingga adanya perubahan tingkah laku dalam ranah afektif, kognitif, maupun psikomotorik. Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang menngunakan tema tertentu untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran dengan kehidupan seharihari.Penerapannya dilakukan melalui tiga pendekatan yaitu penentuan berdasarkan keterkaitan keterkaitan kompetensi dasar, tema, dan masalah yang dihadapi

Pembelajaran tematik merupakan strategi pembelajaran yang diterapkan pada jenjang pendidikan dasar. Sesuai dengan tahap perkembangan anak, karakteristik cara belajar anak, konsep belajar dan pembelajaran bermakna, maka pembelajaran tematik ini sangat baik diterapkan bagi anak-anak sekolah dasa. Menurut Akhmad Sudrajat (2013)sebagai suatu model pembelajaran maka pembelajaran tematik memiliki karakteristik antara lain:

1) Berpusat pada peserta didik (student centered). Hal ini sesuai dengan pendekatan pembelajaran saat ini yang lebih banyak mendudukan peserta didik sebagai subjek belajar sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada peserta didik dalam melakukan aktivitas belajar.

2) Memberikan pengalaman langsung (direct experiences). Peserta didik ditunjukan dengan sesuatu yang nyata (konkret) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak.

3) Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas. Fokus pembelajaran diarahkan pada tema-tema yang berkaitan dengan kehidupan peserta didik.

4) Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran. Sehingga peserta didik mampu menguasai konsep-konsep tersebut secara menyeluruh. Hal ini tentunya dapat membantu peserta didik dalam memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.

5) Bersifat fleksibel. Guru dapat menghubungkan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya, bahkan menghubungkan dengan kehidupan peserta didik dan lingkungan sekitar peserta didik.

6) Hasil akhir pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Peserta didik diberi kesempatan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik.

7) Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan. Pembelajaran tematik mengangkat prinsip belajar PAIKEM yaitu pembelajaran aktif, efektif, kreatif, dan menyenangkan.

Setiap model pembelajaran yang diterapkan pasti memiliki tujuan-tujuan tertentu, begitu pula dengan pembelajaran tematik. Tujuan pembelajaran tematik adalah sebagai berikut:

1) Meningkatkan pemahaman konsep yang dipelajari secara lebih bermakna.

2) Menumbuhkembangkan keterampilan menciptakan, mengolah, dan memanfaatkan informasi.

3) Membangun perilaku positif, kebiasaan sopan dan nilai-nilai luhur yang dibutuhkan dalam kehidupan.

4) Mengembangkan keterampilan sosial seperti gotong royong, toleransi serta menghargai pendapat orang lain.

5) Meningkatkan semangat dalam belajar dan memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik.

Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan model pembelajaran tematik terpadu untuk Sekolah Dasar, akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: penggabungan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan menjadi ekonomis, karena materi yang bertumpukan dapat dikurangi bahkan dihilangkan, peserta didik bisa melihat kaitan-kaitan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berfungsi sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir, pembelajaran menjadi mneyeluruh sehingga siswa akan mendapat pemahman mengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah. Dengan adanya perpaduan mata pelajaran maka keterampilan konsep akan semakin meningkat.

NAMA             : ENDAH DWI RAHAYU

ALAMAT        : MIRIT, RT 01/RW 01, KECAMATAN MIRIT, KABUPATEN KEBUMEN

PRODI             : PGSD

SEKOLAH       : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO


Iklan

×
Berita Terbaru Update