Notification

×

Iklan

Pembelajaran ketika Pandemi pada Siswa Sekolah Dasar

Wednesday, 29 December 2021 | 10:58 WIB Last Updated 2021-12-29T03:58:50Z


foto/detik.com

Pendidikan merupakan usaha untuk mewujudkan suasana pembelajaran secara aktif guna mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut diperlukan proses pembelajaran yang dimana peserta didik itu menerima pendidikan karakter, pengetahuan, keterampilan dan sikap. Namun, akibat dari pandemi saat ini, peserta didik tidak dapat menerima pendidikan yang sebagaimana mestinya, bahkan ada pula peserta didik yang tidak bisa mengikuti pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah dirancang, khususnya terhadap peserta didik tingkat TK dan SD. Karena pada dasarnya mereka belum mampu jika harus belajar secara mandiri, masih perlu pendampingan orang tua dalam proses pembelajarannya. Sedangkan orang tuanya tidak bisa mendampingi anaknya belajar karena kesibukannya seperti bekerja dan lain sebagainya.

Banyak orang tua yang mengeluhkan perihal masalah ini karena kesibukan mereka dan juga tidak semua orang tua memahami apa materi yang ada pada anak-anak mereka, yang menyebabkan peserta didik kesulitan dalam mendapatkan pendampingan belajar yang baik. Tidak jarang orang tua yang menyalahkan pihak sekolah akibat adanya sistem BDR (Belajar Dari Rumah), mereka sering beranggapan bahwa mendidik adalah tugas guru, apabila dilakukan oleh orang tuanya masing-masing lalu apa tugas guru itu.

Menanggapi hal ini pembelajaran daring dapat diselingi dengan belajar kelompok yang didampingi oleh gurunya. Pembelajaran ini terdiri dari 4-5 peserta didik, yang di dalamnya merupakan kegiatan belajar mengajar dalam bentuk kelompok kecil yang dilaksanakan di rumah peserta didik atau gurunya. Jadi sistemnya bagi peserta didik yang sedang melaksanakan tatap muka, maka pembelajaran dan tugasnya berlangsung secara luring pada kelompok tersebut, sedangkan bagi peserta didik lainnya melaksanakan pembelajaran daring, begitupun seterusnya hingga semuanya bisa bertatap muka. Hal ini dapat sedikit membantu karena peserta didik bisa menanyakan apa saja yang belum dipahami ketika pembelajaran daring, sehingga ada kemungkinan peserta didik dapat mengikuti pembelajaran yang ada. Namun, kegiatan ini juga perlunya kerja sama antara orang tua dan gurunya, karena orang tua yang menghantarkan dan membimbing anaknya untuk kegiatan berkelompok.

Selain melakukan pembelajaran kelompok, dapat juga dilaksanakan pembelajaran pergantian shift yang dilaksanakan di sekolah. Seperti yang sedang dilaksanakan saat ini, saat situasi sudah semakin membaik, jadi peserta didik ke sekolah untuk tatap muka sesuai dengan shift dan jadwalnya. Hal ini cukup efektif karena peserta didik akan lebih banyak melaksanakan pembelajaran tatap muka sehingga dapat tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Ketika pendidikan bertatap muka dilaksanakan perlu ditanamkan pada peserta didik sikap mencintai belajar dan juga literasi. Akibat dari pandemi yang berkepanjangan ada peserta didik yang justru menjadi tidak menyukai belajar bahkan pergi ke sekolah khususnya untuk anak tingkat rendah, karena mereka terbiasa untuk belajar dari rumah.

Cara menanamkan sikap suka belajar pada siswa Sekolah Dasar dapat dilaksanakan dengan membuat media-media yang menarik seperti pembelajaran sambil bermain dan lain sebagainya. Media yang digunakan sebisa mungkin media interaktif, jadi terdapat komunikasi antara media dan siswa tersebut, sehingga menyebabkan peserta didik aktif di dalam kelas. Media dapat berupa media konvensional dan media cetak. Contoh dari media konvensional yaitu buku, peta timbul, roda berputar, dan puzzle, sedangkan untuk media cetak berupa komik, majalah, koran dan teka teki silang. Pembelajaran menggunakan media akan lebih mudah dipahami dan peserta didik akan merasa senang tentunya. Selain mudah dipahami, media juga dapat digunakan sebagai selingan agar siswa tidak merasa bosan dengan pembelajaran dengan sistem ceramah.

Iklan

×
Berita Terbaru Update