Notification

×

Iklan

Permasalahan Pendidikan dalam masa Pandemi Covid-19

Kamis, 30 Desember 2021 | 21:15 WIB Last Updated 2021-12-30T14:15:57Z

 

Pada kali ini saya membahas tentang Permasalahan Pendidikan dalam masa Pandemi Covud-19.  Pandemi Covid-19 sudah terjadi selama hampir 2 tahun. Dimana semua warga tidak boleh beraktivitas sebagaimana sebelum  adanya Covid-19 ini. Aktivitasnya dilakukan secara online, baik dalam bekerja ataupun dalam menempuh pendidikan. Semua dilakukan dengan handphone, laptop, komputer dan alat canggih lainnya dengan menggunakan internet. Dengan adanya pandemi ini membuat dunia pendidikan tidak beraturan, dimana sekarang dilakukan secara daring melalui zoom meeting, google classroom, dan aplikasi online lainnya. Hal tersebut dilakukan dalam semua masa pendidikan,  baik SD, SMP, SMA ataupun Mahasiswa.

Dalam hal ini, terdapat pro dan kontra dengan pembelajaran yang dilakukan secara daring.  Pro dengan adanya pembelajaran jarak jauh yaitu  karena agar Covid-19 tidak semakin menyebar atau  meluas. Kontra dengan adanya pembelajaran jarak jauh yaitu anak menjadi kurang paham akan pelajaran yang disampaikan karena terhalang oleh jaringan. Awal pandemi siswa senang jika pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh, tetapi lama kelamaan siswa bosan dengan pembelejaran jarak jauh. Mereka rindu dengan suasana kelas yang ramai dan bertemu dengan teman-temannya. Berkumpul dengan teman-teman, berceritaatau saling curhat. Dan bekerja kelompok bersama, belajar bersama dann mmasih baanyak lagi.

Dengan adanya pandemi ini, terdapat dampak positif dan  negatif  bagi kalangan pelajar.  Dampak positif dari pandemi ini yaitu dengan situasi seperti ini memang lebih baik pembelajaran dilakukan di rumah, agar tidak menambah angka yang terkena Covid-19 dann untuk keselamatan bersama. Dampak negatifnya yaitu  siswa kurang memahami pembelajaran yang diberikan  karena adanya kendala jaringan, kesulitan dalam sarana dan prasarana. Dalam pembelajaran jarak jauh ada yang mengasikkan dan ada yang tidak mengasikkan.  Yang mengasikkan yaitu  pembelajarannya dilakukan di rumah dan tidak ke sekolah. Yang tidak mengasikkan yaitu tidak dapat berkumpul dengan teman, bosan jika di rumah terus, rindu dengan temannya, dan adanya kendala pada jaringan.

Permasalahan pendidikan pada siswa SD pun banyak karena adanya pandemi ini. Dengan adanya pembelajaran jarak jauh, siswa SD tidak paham dengan yang diajarkan gurunya, karna seharusnya siswa SD dibimbing langsung dengan tatap muka. Siswa SD harus didampingi oleh orang tuanya. Di rumah siswa SD diajarkan orang tuanya,tetapi menurut saya siswa SD senang jika diajarkan oleh gurunya dari pada orang tuanya sendiri. Siswa SD belum mengerti apa-apa tentang pembelajaran jarak jauh, paling hanya tahu jika lewat handphone. Siswa SD senang jika pembelajarannya diiringi dengan guyonan atau permainan. Karena siswa SD masih sukanya bermain, jadi siswa akan senang dengan pembelajaran itu jika disambi dengan permainan. Dan siswa SD akan lebih paham jika pembelajarannya diiringi dengan permainan yang menyangkut dengan materi tersebut.

Untuk siswa SMP dan SMA, mereka sudah  menngetahui tentang handphone, laptop dan komputer. Sehingga siswa SMP, SMA tidak bingung lagi dengan bagaimana cara penggunaan aplikasi online. Tetapi siswa SMP, SMA pun bosan jika pembelajarannya dilakukan secara daring terus menerus. Sedangkan Mahasiswa, mereka sudah lebih mengerti dengan pembelajaran jarak jauh. Tetapi ada kekuranganya yaitu dengan kendala sinyal, sehingga ketika akan mengumpulkan tugas atau ujian sering terlambat. Dan kurang mengetahui teman-teman sekelasnya karena bertemu lewat online. Jika dengan tatap muka, mahasiswa-mahasiswi akan saling mengenal dan  mengenal Universitasnya. Mengetahui dimana saja letak ruang kelasnya, ruang dosennya dan lingkungan Universitasnya.

Penulis   : Putri Septi Andriyani/Program Studi  PGSD/Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/Universitas Muhammadiyah Purworejo

Iklan

×
Berita Terbaru Update