Notification

×

Iklan

Mahasiswa IPB Goes to Field di Sutoragan Kemiri

Friday, 14 January 2022 | 08:24 WIB Last Updated 2022-01-14T02:02:50Z


KEMIRI, (pituruhnews.com) - IPB Goes to Field (IGTF) merupakan program tahunan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University, dimana mahasiswa secara langsung terjun kepada masyarakat untuk turut serta dalam meningkatkan pertanian dan pemanfaatannya, serta mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkannya selama berkuliah untuk dapat membantu dan memecahkan solusi yang ada di masyarakat. Pada tahun ini, IGTF dilaksanakan secara domisili, dengan salah satunya dilaksanakan juga di Kabupaten Purworejo Clorot Team terhitung sejak bulan September hingga Desember 2021. 

 

Tim IGTF terdiri dari 5 mahasiswa yang berasal dari berbagai departemen. Program yang dibawa berkaitan dengan pengembangan potensi Desa Sutoragan terutama  peningkatan hasil kebun dan pemasaran pasar  KWT (Kelompok Wanita Tani) An-Nisa. KWT An-Nisa merupakan kelompok wanita tani yang dibentuk oleh warga atau pemerintah desa yang dibina oleh Dinas Pertanian yang didukung oleh pemerintah kabupaten sebagai proses kegiatan mencapai kesejahteraan sosial dan ekonomi dengan semangat gotong royong sebagai bentuk meningkatkan taraf kesejahteraan sosial melalui organisasi pemberdayaan masyarakat di Dusun Wirokerten, Desa Sutoragan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. 

Pelaksanaan praktik pemasaran produk hortikultura dari hasil kebun Kelompok Wanita Tani An-Nisa Desa Sutoragan dengan menggunakan media digital melalui aplikasi e-commerce, sosial media dan website penjualan produk milik KWT An-Nisa. Program yang dibawa tim IGTF ini meliputi pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam peningkatan produksi meliputi metode intensifikasi pertanian yang baik dan benar sehingga tercapai hasil yang optimal, penambahan varietas dan pemberian pupuk, program pembuatan Budikdamber (budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem budidaya dalam ember), penyusunan strategi pemasaran produk hortikultura untuk memperluas pasar, penyediaan Pelayanan Informasi Pasar (PIP) yang bertujuan menyediakan informasi pemasaran komoditas pertanian secara terpadu/terintegrasi tentang harga, pemasok/supply, dan pembeli/demand). PIP ini dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, terutama para petani baik sebagai produsen (penjual) maupun konsumen (pembeli) pada layar handphone yang dapat diakses melalui website KWT An-Nisa.

Pada tanggal 25 Desember 2021, Clorot Team kedatangan dosen supervisi dari LPPM IPB, dimana beliau memantau sejauh mana perkembangan dari program yang dilaksanakan. Beliau berpesan bahwa sistem e-commerce yang telah kami kembangkan, dapat dijadikan acuan sebagai penggerak dalam mewujudkan smart village. Smart village sendiri merupakan sebuah sistem terpadu dan terintegrasi dalam mempermudah berbagai urusan di pedesaan. 

Penulis : Citizen journalism

Iklan

×
Berita Terbaru Update