Notification

×

Iklan

Kebutuhan Dunia Industri akan Lulusan SMK Kejuruan Listrik (TITL) Baru Terpenuhi Dua Puluh Persen

Minggu, 27 Maret 2022 | 07:12 WIB Last Updated 2022-03-27T00:27:36Z

KUTOARJO, (pituruhnews.com) - Dibalik membludaknya lulusan siswa SMK tiap tahunnya, dunia indusrtri ternyata masih kekurangan tenaga kerja dari lulusan kejuruan Teknik Instalasi dan Tenaga Listrik (TITL). Hal tersebut disampaikan oleh Fitra Mandala Pratama, Ppic Job SDM PT Mitsubishi Logistik Indonesia, di sela-sela kegiatan Tes Rekrutmen Calon Tenaga Kerja yang diselenggarakan di SMK Institut Indonesia (SMK ii) Kutoarjo, Sabtu (26/3). 
Dalam pertemuanya dengan Shinta Kusumastuti, ST., M.Pd., Ketua Kejuruan TITL SMK ii, Fitra mengatakan bahwa dunia teknologi dan industri tidak bisa dipisahkan dari listrik. Makanya semua perusahaan sangat membutuhkan lulusan jurusan Listrik dan selama ini baru terpenuhi sekitar 20%. Dirinya heran mengapa lulusan TITL jarang yang mau masuk perusahaan, padahal peluangnya masih sangat besar.

Shinta menambahkan bahwa SMK yang memiliki jurusan TITL memang tidak banyak. Di Purworejo sendiri, di wilayah Kulon Kalijali hanya ada satu SMK yang memiliki jurusan Listrik yaitu SMK II Kutoarjo.
“Jadi Purworejo itu punya 43 SMK, Negeri dan Swasta, yang terbagi dalam dua subrayon. Wilayah Wetan Kalijali dan Kulon Kalijali. Dari 43 SMK itu hanya 7 SMK yang mempunyai jurusan listrik. Dan di Barat Kalijali hanya SMK ii yang ada jurusan TITL. Nah dari pertemuan dengan pihak PT Mitsubishi ini, tentu manambah motivasi kami untuk terus meningkatkan kompetensi siswa-siswa kami sesuai dengan yang diinginkan perurasahaan. Karena di dunia kerja ternyata peluangnya sangat besar jika dibanding jurusan lain,”  ucapnya.

Dikatakan, Shinta bahwa kejuruan yang dipimpinnya kini terus berbenah diri. Selain menjuarai Lomba Kompetesi Siswa di tingkat Kabupaten, Ia juga menjalin kerjasama dengan berbagi Instansi yang relevan dengan Jurusan Listrik baik dunia usaha maupun industri.
“Kami menjalin kerjasama dengan PLN, PT Kereta Api (KAI Kutoarjo) bagian rangkaian kelistrikan kreta api dan beberapa dunia usaha lokal yang terkait dengan listrik untuk membakitkan jiwa wira usaha siswa. Kami juga memiliki prototype mobil listrik untuk mempersiapkan siswa menghadapi trend transpotasi terbaru yang sedang menjadi trend dunia.” tamba Shinta.

Menurut Shinta, sekolah itu role model dalam mengantarkan siswa memasuki masa depan yang perubahanya sangat cepat. Maka SMK harus terus meng-up date diri mengikuti tuntutan jaman.
“Untuk menjadi inovatif adalah pekerjaan sulit jika kita merasa nyaman dengan kemapanan, sedang tuntutan dunia kerja dan industri terus meningkat. Maka bekerjasama adalah keharusan,” pungkas Shinta Alumni UGM yang juga aktif mengajar di Bimbingan dan Motivasi Bina Siswa Cendikia (BSC) Purworejo ini. (PN/LT)


Iklan

×
Berita Terbaru Update