Notification

×

Iklan

PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR

Sabtu, 15 Juli 2023 | 14:46 WIB Last Updated 2024-02-12T07:49:08Z

Lingkungan merupakan kesatuan ruang semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan itu terdiri dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya manusia.

Lingkungan merupakan sumber belajar yang kaya dan menarik untuk siswa. Lingkungan manapun bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa.


Jadi, kapan saja dan di mana saja, ketika ada interaksi antara pebelajar dengan sumber belajar. Tentu saja guru bukan satu-satunya sumber belajar. Apapun baik lingkungan, alat, bahan-bahan lain bisa berfungsi sebagai sumber belajar.


Jenis-jenis lingkungan sebagai sumber belajar ada tiga, yaitu : 1). Lingkungan Sosial, lingkungan sosial sebagai sumber belajar berkenaan dengan interaksi sosial dengan kehidupan bermasyrakat seperti organisasi sosial, adat dan kebiasaan, mata pencaharian, kebudayaan, pendidikan, kependudukan, struktur kepemerintahan dan agama. Lingkungan sosial tepat digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Dalam praktek pengajaran penggunaan lingkungan sosial sebagai sumber belajar hendaknya dimulai dari lingkungan yang paling dekat seperti keluarga, tetangga dan sebagainya. Hal ini disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku dan tingkat perkembangan peserta didik. 2). Lingkungan Alam, lingkungan alam berkenaan dengan segala sesuatu yang sifatnya alamiyah seperti keadaan geografi, iklim, suhu, udara, musim, dan lain sebagainya. Lingkungan alam tepat digunakan untuk bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam.Aspek-aspek lingkungan alam tersebut dapat dipelajari secara langsung oleh peserta didik dengan cara-cara yang telah disebutkan sebelumnya. Mengingat sifat-sifat dari gejala alam relatif tetap tidak seperti dalam lingkungan sosial, maka akan mudah dipelajari para siswa. Siswa dapat mengamati dan mencatatnya secara pasti, dapat mengamati perubahan-perubahan yang terjadi termasuk prosesnya dan sebagainya. Gejala lain yang dapat dipelajari adalah kerusakan-kerusakan alam termasuk faktor penyebabnya. 3). Lingkungan Buatan, di samping lingkungan sosial dan lingkungan alam yang sifatnya alami ada juga disebut lingkungan buatan yakni lingkungan yang sengaja diciptakan atau dibangun manusia untuk tujuan tertentu yang bermanfaat untuk kehidupan manusia.Siswa dapat mempelajari lingkungan buatan dari beberapa aspek prosesnya, pemanfaatannya, pemeliharaannya serta aspek lain yang berkenaan dengan pembangunan dan kepentingan manusia dan masyarakat pada umumnya.


Ketiga lingkungan belajar di atas dapat dimanfaatkan sekolah dalam proses belajar mengajar melalui perencanaan yang seksama oleh guru bidang studi baik secara sendiri-sendiri maupun bersama. Penggunaan lingkungan belajar dapat dilaksanakan dalam jam pelajaran bidang studi di luar jam pelajaran dalam bentuk penugasan peserta didik atau dalam waktu khusus yang sengaja disiapkan pada akhir semester atau pertengahan semester.Usaha untuk membina dan mendorong siswa dalam meningkatkan semangat dan partisipasi aktif dalam kegiatan belajar mengajar, merupakan salah satu tugas guru. Guru harus mempunyai kemampuan berinteraksi dengan siswa yang bersifat edukatif, kemampuan untuk memotivasi, serta kamampuan profesional termasuk untuk menciptakan situasi belajar yang hangat dan merangsang keingintahuan siswa dalam belajar.


Manfaat lingkungan sebagai sumber belajar antara lain: 1).Menumbuhkan aktivitas belajar siswa. Penggunaan cara atau metode yang bervariasi merupakan tuntutan dan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kegiatan belajar mengajar. Begitu banyaknya nilai dan manfaat yang dapat diraih dari lingkungan sebagai sumber belajar. Namun demikian diperlukan adanya kretivitas dan jiwa inovatif dari para guru untuk dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Para guru sebagai fasilitator dalam pelaksanaan pembelajaran harus mampu memberikan kemudahan kepada siswa untuk memepelajari berbagai hal yang terdapat dalam lingkungannya. 2).Membawa siswa untuk mengamati lingkungan akan menambah keseimbangan dalam belajar. Belajar tidak hanya terjadi diruangan kelas namun juga di luar ruangan kelas dalam hal ini lingkungan sebagai sumber belajar yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, keterampilan sosial, dan budaya, perkembangan serta intelektual.


Kondisi siswa yang berbeda-beda latar belakang, sosial, ekonomi, budaya, gaya belajar dan taraf kecerdasan, sangat berpengaruh dalam mencapai keberhasilan belajar siswa. Dalam hal ini guru harus mampu memanajemen kelas, seperti memahami latar belakang siswa, penguasaan materi, pemilihan alat peraga serta metode  yang tepat dan penyesuaian dalam lingkungan setempat.


Semua hal tersebut diatas dilakukan guru dengan tujuan demi tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan sesuai dengan kurikulum sedangkan untuk mengukur keberhasilan siswa ditunjukan dengan dikuasainya materi, dinyatakan dengan nilai. 


Dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar diharapkan bisa menumbuhkan kreativitas dan jiwa inovatif dari para guru untuk dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Bagi siswa proses belajar mengajar  lebih bermakna (meaningfull learning) sebab anak dihadapkan dengan keadaan dan situasi yang sebenarnya, menumbuhkan aktivitas belajar anak (learning activities), semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan anak, mendorong pada penghayatan nilai-nilai atau aspek-aspek kehidupan yang ada di lingkungannya, dan kegiatan belajar akan lebih menarik bagi siswa sebab lingkungan menyediakan sumber belajar yang sangat beragam dan banyak pilihan.


Semoga dengan pemanfaatan lingkungan sekitar  lebih meningkatkan dan memotivasi aktivitas siswa sehingga siswa dapat menikmati bahwa lingkungan sebagai sumber belajar benar-benar dapat memperkaya dan memperjelas bahan ajar yang dipelajari dan bisa dijadikan sebagai laboratorium belajar anak, dan metode ini diharapkan dapat menumbuhkan kretivitas dan jiwa inovatif dari para guru untuk dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

KHOMSI BAROKATI, S.Pd.SD
SD Negeri 1 Tlaga
Banjarnegara

Iklan

×
Berita Terbaru Update