Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Image Image Image Image Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Image Image

Srawung Sinema #4 Hadirkan Film Sineas Sumatra, Wujud Solidaritas untuk Penyintas Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:23 WIB Last Updated 2025-12-31T15:23:59Z

Ketua Srawung Sinema, Eileena Julinda Lyana saat ditemui Tim PituruhNews.com (Istimewa)

PURWOREJO – Forum Film Purworejo bersama Komite Film Dewan Kesenian Purworejo menggelar Srawung Sinema #4, sebuah pemutaran film spesial bertajuk Solidaritas untuk Sumatra, di Amphitheater Alun-Alun Purworejo, Rabu (31/12/2025) sore.


Kegiatan ini menjadi ruang temu bagi masyarakat, pegiat film, dan komunitas seni, sekaligus ajakan untuk bersolidaritas membantu para penyintas banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Seluruh hasil donasi dari kegiatan ini akan disalurkan kepada korban bencana melalui yayasan di Aceh dengan pendampingan jejaring komunitas film, serta dikoordinasikan oleh Forum Film Purworejo.


Pemutaran Srawung Sinema #4 juga menjadi rangkaian awal dari agenda besar “Purworejo Gumebyar Tahun Anyar 2026”, yang digelar sebagai perayaan pergantian tahun dengan mengedepankan semangat kebudayaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.


Mengusung semangat kebersamaan di penghujung tahun, Srawung Sinema edisi ke-4 menayangkan film-film karya sineas Sumatra yang mengangkat isu sosial, lingkungan, dan kemanusiaan. Deretan film yang diputar antara lain INDOS karya Rino Tri Putra (Sumatra Barat), NGAYIKAH garapan Dirmawan Hatta (Bengkulu), SELUBUNG KAIN PUTIH karya Azhari (Aceh), serta HIKAYATUSSISTANCE, dokumenter hibrida karya Muhammad Hendri (Aceh).


Ketua Srawung Sinema, Eileena Julinda Lyana, menyampaikan bahwa pemutaran film ini merupakan bentuk empati kolektif terhadap para korban bencana di Sumatra.


“Pemutaran film ini kami hadirkan sebagai ruang empati bersama. Melalui sinema, kami ingin mengajak masyarakat Purworejo untuk ikut merasakan, memahami, dan peduli terhadap kondisi saudara-saudara kita di Sumatra yang terdampak bencana,” ujarnya.


Ia menjelaskan, dukungan dan donasi masih dibuka hingga 1 Januari 2026 melalui nomor rekening yang telah tertera. “Seluruh donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui yayasan di Aceh, dengan koordinasi Forum Film Purworejo, agar bantuan dapat tepat sasaran,” tambahnya.


Lebih lanjut, Eileena berharap Srawung Sinema tidak hanya menjadi agenda pemutaran film, tetapi juga ruang kebersamaan yang mampu menumbuhkan kesadaran dan solidaritas lintas daerah.

“Kami berharap Srawung Sinema bisa menjadi ruang srawung yang sesungguhnya, tempat sinema tidak hanya ditonton, tetapi juga dihidupkan sebagai gerakan sosial. Semoga solidaritas kecil dari Purworejo ini dapat memberi dampak dan harapan bagi para penyintas bencana di Sumatra,” pungkasnya.


Acara yang berlangsung pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini terbuka untuk umum dan mendapat dukungan dari berbagai komunitas film serta penggiat festival dari Sumatra. Melalui Srawung Sinema #4, sinema kembali ditegaskan sebagai medium empati, refleksi, dan solidaritas kemanusiaan dalam rangka menyambut Tahun Anyar 2026.


Kontributor: Luthfi Editor: TIM PN

×
Berita Terbaru Update