Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Image Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Image

Open Donasi untuk Kesembuhan Imas Masruroh, Pejuang Jantung Bawaan Asal Prapagkidul

Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:18 WIB Last Updated 2026-01-31T04:18:01Z

 


PURWOREJO – Kisah perjuangan seorang gadis muda asal Desa Prapagkidul, Kecamatan Pituruh, mengundang simpati banyak pihak. Imas Masruroh (17), anak keempat sekaligus putri satu-satunya dari pasangan Muchaeni dan Eka Sri Sarweni, saat ini tengah berjuang melawan penyakit jantung bawaan yang dideritanya sejak lahir.


Ayah Imas merupakan purnatugas Kepala Dusun Desa Prapagkidul yang pensiun pada tahun 2016 dan kini berusia 72 tahun dengan kondisi kesehatan yang mulai menurun. Sementara sang ibu masih aktif mengabdi sebagai pendidik PAUD sejak 2011, sekaligus kader kesehatan desa yang terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, Muslimat, dan Fatayat.


Riwayat penyakit Imas mulai terdeteksi sejak usia satu tahun. Dokter menyatakan ia memiliki kelainan jantung bawaan dan merekomendasikan pengobatan lanjutan ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Namun karena usianya masih sangat kecil, keluarga belum menyetujui tindakan medis lanjutan. Kondisi Imas kembali memburuk saat duduk di bangku kelas 1 SMA, hingga harus dirawat di ICU RSUD Prembun akibat gastritis berat disertai sesak napas.


Sejak 2023 hingga awal 2025, Imas rutin menjalani kontrol bulanan di RSUP Dr. Sardjito. Pada akhir 2024, ia menjalani prosedur pemasangan kateter dan kemudian dirujuk ke RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Puncaknya, pada 8 Januari 2026, Imas menjalani operasi bypass jantung dan hingga kini masih dirawat intensif di ruang ICU.


Dalam proses panjang pengobatan ini, orang tua Imas telah menjual aset keluarga berupa sawah dan tanah pekarangan demi biaya perawatan. Namun saat ini keluarga masih membutuhkan biaya tambahan, terutama untuk obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS serta biaya operasional selama pendampingan di rumah sakit. Estimasi dana yang dibutuhkan mencapai Rp25.000.000.


Dana tersebut akan digunakan untuk menebus obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, membantu biaya operasional ibu Imas selama mendampingi perawatan di ICU, serta mendukung kontrol dan pengobatan lanjutan pasca operasi.


Meski kondisi fisiknya kerap melemah, Imas tetap memiliki semangat hidup yang besar. Ia bercita-cita dapat bekerja seperti teman-teman seusianya untuk membantu perekonomian keluarga, dan suatu hari melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.


Melalui penggalangan dana ini, Imas sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan agar proses pemulihan dan pengobatannya dapat terus berjalan hingga dinyatakan sembuh.


Donasi dapat disalurkan melalui laman berikut:

👉 Kitabisa – Mari Bantu Imas Sembuh


Setiap bantuan, doa, dan kepedulian sangat berarti bagi kesembuhan Imas. Semoga ia segera pulih sepenuhnya dan dapat menjalani hidup dengan sehat tanpa meninggalkan penyakit di dalam tubuhnya.


Kontributor: Luthfi 

Editor: TIM PN

×
Berita Terbaru Update