PURWOREJO – Puluhan siswa dari SMP Mutiara Bangsa dan SD Mutiara Ibu mengikuti kegiatan Live In di Desa Ngandagan, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Program yang berlangsung selama empat hari, mulai 21–25 Januari 2026, ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual sekaligus pengalaman berharga bagi para siswa.
Sebanyak 50 siswa SMP Mutiara Bangsa kelas VII–IX yang beralamat di Jalan Tentara Pelajar No. 163 A, Banyuurip, Purworejo, serta 23 siswa SD Mutiara Ibu kelas VI dari Jalan Dewi Sartika No. 3A, Sindurjan, Purworejo, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Live In bertujuan melatih siswa agar lebih mandiri, berpikir kritis, serta terampil berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat. Melalui pengalaman hidup bersama warga desa, siswa diajak belajar memecahkan permasalahan nyata, bekerja sama, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab dan kepedulian sosial.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan 8 Dimensi Profil Kelulusan, sehingga siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi berkarakter, berdaya saing, dan siap hidup bermasyarakat.
Keistimewaan Live In adalah siswa tidak hanya belajar dari buku di kelas, melainkan tinggal dan belajar langsung di tengah masyarakat. Dengan demikian, mereka dapat merasakan kehidupan sehari-hari warga desa sekaligus melatih kemandirian dalam aktivitas keseharian.
Kepala Desa Ngandagan Bagiono menyampaikan bahwa pemerintah desa dan masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut.
“Ini merupakan kegiatan yang bagus dan disambut baik oleh Pemerintah Desa dan warga. Selain memberikan pengalaman berharga bagi siswa, kegiatan ini juga dapat mengenalkan Desa Ngandagan dengan keunikan dan keanekaragamannya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini membawa nama baik Desa Ngandagan ke luar daerah serta menjadi perhatian pemerintah desa, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk mendukung pembangunan desa.
“Harapannya, Ngandagan kembali menjadi salah satu desa percontohan seperti pada masa kepemimpinan Mbah Sumotirto, yang kala itu pernah dikunjungi Presiden Soekarno,” imbuhnya.
Melalui kegiatan Live In ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara dunia pendidikan dan masyarakat desa, sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang bermakna bagi para siswa.
Kontributor: Luthfi
Editor: TIM PN
