Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Image Image Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Image

IPPNU, KOPRI, dan DEMA IAIN An-Nawawi Gelar Kajian Fiqih Perempuan Bersama Ning Imas

Selasa, 14 April 2026 | 23:52 WIB Last Updated 2026-04-14T16:52:42Z

 

Kajian Fiqih Kewanitaan di Purworejo, Bahas Peran Muslimah dalam Karier dan Rumah Tangga

PURWOREJO – Tiga organisasi perempuan di Kabupaten Purworejo bersinergi menggelar kajian fiqih kewanitaan bertema “Perspektif Islam tentang Perempuan dalam Pekerjaan dan Pernikahan”. Acara yang berlangsung di Hotel Plaza Purworejo pada Minggu (12/4/2026) ini menghadirkan narasumber utama Nur Fatimatuzzahro atau yang akrab dikenal sebagai Ning Imas, dan diikuti sekitar 200 peserta.


Kegiatan ini diselenggarakan oleh PC IPPNU Kabupaten Purworejo, KOPRI OMII Kabupaten Purworejo, serta DEMA IAIN An-Nawawi sebagai bentuk kolaborasi dalam membangun wawasan keislaman yang relevan dengan tantangan perempuan masa kini.


Panitia menegaskan bahwa tujuan kajian ini adalah memberikan pemahaman kepada perempuan, khususnya generasi muda, agar mampu menghadapi dinamika zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai religius.


“Acara ini bukan untuk mendikotomi antara wanita pekerja dan ibu rumah tangga, melainkan untuk memberikan pencerahan hukum (fiqih) agar perempuan muslimah bisa menjadi wanita karier yang berdaya, namun tetap bertakwa, berakhlak mulia, dan sukses dalam mendidik generasi,” ungkap perwakilan panitia.


Ning Imas dalam pemaparannya menjelaskan bahwa fiqih memiliki fleksibilitas dalam memandang peran perempuan, termasuk dalam ruang publik. Menurutnya, pernikahan bukanlah penghalang bagi perempuan untuk berkarya, melainkan sebuah kemitraan yang membutuhkan komunikasi baik antara suami dan istri. Ia juga menegaskan bahwa perempuan memiliki hak untuk mengelola hartanya sendiri dari hasil kerja.


“Perempuan tetap bisa berkontribusi di masyarakat, berorganisasi, dan berkarya, namun harus mampu mengelola prioritas agar tetap menjaga keharmonisan rumah tangga di masa depan,” jelasnya.


Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah konsolidasi bagi organisasi perempuan NU di Purworejo untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi. Isu pernikahan dan pekerjaan sengaja diangkat karena dinilai menjadi tantangan utama kader perempuan, khususnya saat memasuki fase pasca-kampus.


Dengan terselenggaranya kajian ini, diharapkan peserta memiliki pemahaman yang utuh dan seimbang antara peran domestik dan publik, sehingga dapat menjadi perempuan yang berdaya, berilmu, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.


Kontributor: Luthfi

Editor: TIM PN

×
Berita Terbaru Update