PURWOREJO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Tengah menegaskan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo telah berlangsung sesuai dengan ketentuan organisasi dan dinyatakan sah berdasarkan aturan internal partai. Dalam forum tersebut, seluruh pemilik hak suara secara aklamasi menetapkan Imam Teguh Purnomo sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo.
DPD Golkar Jateng: Musda Wonosobo Sah Secara Organisasi, Imam Teguh Purnomo Terpilih
Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Drs. Anton Lami Suhadi, usai memimpin jalannya Musda. Menurutnya, seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis organisasi.
"DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo telah selesai melaksanakan konsolidasi organisasi. Seluruh pemilik suara, mulai dari pimpinan kecamatan, organisasi kemasyarakatan pendiri dan yang didirikan, hingga organisasi sayap, secara bulat memberikan dukungan kepada Imam Teguh Purnomo sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo," ujar Anton saat ditemui di sela pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo di Ganeca Convention Hall, Minggu (26/7/2026).
Anton menjelaskan, legalitas Musda mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) Nomor 1 Tahun 2025, yang mengatur bahwa Musda harus dipimpin oleh utusan resmi DPD Partai Golkar Jawa Tengah yang mengantongi surat mandat.
"Kewenangan konsolidasi organisasi di daerah merupakan mandat dari DPP kepada DPD I. Karena seluruh tahapan di DPD II Wonosobo telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis, maka secara organisasi Musda ini sah dan tidak ada persoalan," tegasnya.
Ia memastikan seluruh proses administrasi telah diverifikasi secara menyeluruh sebelum pengambilan keputusan. Keabsahan dukungan dari setiap pemilik suara juga telah diperiksa sehingga penetapan ketua terpilih dilakukan sesuai mekanisme organisasi.
Sebagai simbol penetapan hasil Musda, dilakukan penyerahan pataka Partai Golkar kepada Imam Teguh Purnomo sebagai ketua terpilih.
"Musda tidak ada istilah diulang karena secara aturan sudah sah. Penetapan akhir nantinya akan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) resmi dari DPD I Partai Golkar Jawa Tengah. Peninjauan kembali hanya dimungkinkan apabila terdapat persoalan yang sangat mendasar, seperti pelanggaran pidana. Namun dari sisi proses organisasi, Musda telah selesai dan sah," jelas Anton.
Ia menambahkan, tahun 2026 merupakan momentum konsolidasi organisasi Partai Golkar di Jawa Tengah. Seluruh Musda DPD II maupun Musyawarah Kecamatan (Muscam) ditargetkan rampung sebelum memasuki tahapan politik berikutnya.
"Tahun ini adalah tahun konsolidasi organisasi. Seluruh Musda DPD II dan Muscam harus selesai, sebagaimana telah dilakukan di sejumlah daerah seperti Cilacap, Blora, Sukoharjo, dan lainnya. Tahun depan fokus kita bergeser pada persiapan menghadapi agenda Pemilu," katanya.
Sementara itu, Imam Teguh Purnomo, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi Partai Golkar, menegaskan seluruh proses penyelenggaraan Musda telah sesuai dengan Peraturan Organisasi (PO) serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.
"Sebagai Plt Ketua DPD II Wonosobo saat itu, seluruh tahapan Musda telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam PO maupun AD/ART partai. Musda sah karena diselenggarakan oleh pimpinan partai yang sah, dihadiri para pemilik suara, serta mendapat mandat resmi dari DPD I Partai Golkar Jawa Tengah," ungkap Imam.
Usai terpilih secara aklamasi, Imam mengajak seluruh kader Partai Golkar di Kabupaten Wonosobo untuk mengakhiri perbedaan yang muncul selama proses Musda dan kembali memperkuat soliditas organisasi.
"Mari kita konsolidasikan seluruh potensi kader Partai Golkar di Kabupaten Wonosobo. Kita kembali bersatu dan bergandengan tangan untuk menyukseskan seluruh agenda politik yang telah menjadi target partai," ajaknya.
Ia juga menilai komposisi kepengurusan saat ini menjadi kekuatan baru bagi Partai Golkar Wonosobo karena memadukan pengalaman kader senior dengan semangat generasi muda.
"Saya melihat kepengurusan saat ini sangat solid, sekitar 55 persen diisi kader-kader muda dan 45 persen kader senior. Komposisi ini menjadi kekuatan positif untuk mempercepat konsolidasi hingga tingkat kecamatan sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi agenda politik ke depan," pungkasnya.