Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Meriahkan Hari Anak & Maulid Nabi SDN Girigondo, Kang Deden Tegaskan: Jadilah Orang Tua Sadar, Bukan Orang Tua Nyasar

Kamis, 23 Juli 2026 | 19:36 WIB Last Updated 2026-07-23T12:45:09Z

 

Meriahkan Hari Anak & Maulid Nabi SDN Girigondo, Kang Deden Tegaskan Jadilah Orang Tua Sadar, Bukan Orang Tua Nyasar

PITURUH – Sosok Kang Deden Gurame (Guru Asik Menyenangkan) berhasil mencuri perhatian penuh dari seluruh siswa dan wali murid SDN Girigondo pada Kamis, (23/07/2026). Kehadirannya menjadi magnet utama dalam gelaran peringatan Hari Anak Nasional yang dipadukan dengan penyambutan Maulid Nabi Muhammad SAW. Melalui pendekatan parenting berbasis metode mendongeng, beliau sukses menyulap suasana acara menjadi sangat dinamis, edukatif, dan penuh kehangatan emosional.


Penggunaan metode dongeng terbukti sangat tepat untuk jenjang anak usia sekolah dasar. Dengan keterampilannya menirukan berbagai karakter suara yang unik dan lucu, anak-anak terlihat begitu antusias dan fokus menyimak sepanjang sesi. Tanpa merasa digurui, para siswa hanyut dalam alur cerita sembari menyerap pesan-pesan moral dan spiritual yang disisipkan, seperti pentingnya menjaga ibadah sholat lima waktu, berbakti dan mencintai orang tua, serta meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.


Tidak hanya memikat perhatian anak-anak, Kang Deden juga memberikan wejangan yang mendalam bagi para wali murid yang hadir. Beliau menekankan pentingnya peran serta kesadaran penuh dari orang tua dalam proses tumbuh kembang anak. "Jadilah orang tua yang Sadar, bukan orang tua yang Nyasar," tutur Kang Deden di hadapan para wali murid yang menyimak dengan saksama.


Lebih lanjut, beliau menjelaskan beda mendasar antara kedua tipe orang tua tersebut. Orang tua yang sadar adalah mereka yang memahami betul amanah serta tugas mendidik anak secara utuh, sedangkan orang tua "nyasar" merujuk pada mereka yang memiliki anak tanpa dibekali persiapan ilmu pengasuhan yang cukup. Menjadi orang tua yang sadar menuntut keterlibatan aktif dan utuh secara emosional, bukan sekadar hadir secara fisik di samping anak.


Dalam pemaparannya, Kang Deden mengingatkan bahwa anak merupakan titipan berharga dari Tuhan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Beliau turut memperagakan contoh konkret cara berkomunikasi yang baik dan benar dengan anak, termasuk penggunaan intonasi serta pemilihan kata yang tepat agar pesan orang tua dapat diterima dengan hangat oleh buah hati.


Mengakhiri sesinya, Kang Deden menegaskan bahwa anak-anak adalah peniru yang sangat ulung dalam merekam perilaku di sekitarnya. Beliau menceritakan fenomena sederhana saat berinteraksi: ketika salam diucapkan dengan nada cepat, anak-anak akan menirukannya dengan nada cepat, begitupun saat diucapkan dengan nada lambat. Oleh karena itu, beliau berpesan kepada seluruh orang tua untuk senantiasa menjadi teladan yang baik (role model) dalam kehidupan sehari-hari, sebab contoh nyata jauh lebih ampuh daripada ribuan kata-kata.


×
Berita Terbaru Update