![]() |
| Meriahkan Hari Anak Nasional, SMPN 39 Purworejo Tanamkan Karakter Lewat Budaya dan Mimpi Besar |
Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi aktivitas para siswa yang antusias berkreasi memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar mereka. Siswa laki-laki membuat kuda kepang atau jaranan dari pelepah pisang, sedangkan para siswi merangkai songkok dari daun-daun kering, seperti daun nangka dan daun durian. Seluruh hasil karya tersebut kemudian digunakan dalam penampilan seni pada akhir kegiatan.
Kepala SMPN 39 Purworejo, F. Sugeng Subagyo, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional sengaja dikemas lebih menarik agar anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang membentuk karakter.
Menurutnya, memanfaatkan bahan sederhana yang ada di lingkungan sekitar menjadi cara efektif untuk melatih kreativitas sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.
"Anak-anak belajar bahwa sesuatu yang sederhana bisa diolah menjadi karya yang bernilai. Dari situ mereka belajar bekerja sama, berkreasi, dan menghargai budaya yang diwariskan kepada kita," ujarnya.
Ia menambahkan, budaya juga telah menjadi bagian dari kebiasaan di SMPN 39 Purworejo. Setiap tanggal 23, seluruh warga sekolah mengenakan pakaian adat Jawa sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri.
"Bagi kami, pakaian adat bukan sekadar seragam. Ada nilai kesederhanaan, sopan santun, dan identitas yang ingin terus ditanamkan kepada anak-anak," katanya.
Usai kegiatan budaya, seluruh siswa mengikuti Seminar Anak bertema "Bermimpi Menjadi Anak Hebat". Dalam sesi tersebut, para peserta diajak berani memiliki cita-cita tinggi serta terus mengembangkan potensi diri sejak dini.
Sugeng menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga karakter dan kepeduliannya terhadap orang lain. Ia menekankan tiga nilai utama yang harus dimiliki generasi muda, yakni berkarakter, berprestasi, dan bermanfaat.
Menurutnya, karakter dibangun melalui sikap disiplin, tanggung jawab, jujur, dan percaya diri. Prestasi dapat diraih sesuai bakat dan minat masing-masing, sementara sikap bermanfaat diwujudkan melalui kepedulian serta kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Seminar tersebut diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX SMPN 39 Purworejo. Menariknya, sekolah juga mengundang siswa kelas VI dari SD Negeri Ngaran, SD Negeri Sudorogo, dan SD Negeri Hardimulyo untuk mengikuti kegiatan tersebut sebagai bekal motivasi sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
"Kami berharap adik-adik SD semakin percaya diri untuk terus belajar dan berani memiliki mimpi yang besar. Semangat itu harus ditanamkan sejak sekarang," ungkap Sugeng.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan flash mob yang memadukan Tari Jaranan dan Tari Dolalak. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah karena seluruh properti yang digunakan merupakan hasil karya siswa sendiri, mulai dari kuda kepang berbahan pelepah pisang hingga songkok yang dibuat dari daun-daun kering.
Sugeng mengaku bangga melihat antusiasme seluruh peserta, termasuk para siswa SD yang dinilai mampu menangkap pesan-pesan yang disampaikan selama seminar.
"Saat diajak berdiskusi, mereka mampu menjelaskan kembali materi yang diterima. Itu menunjukkan kegiatan seperti ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi mereka," tuturnya.
Salah seorang peserta dari SD Negeri Ngaran, Karunia Putri Ramadhani, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar yang dikemas secara interaktif membuat materi lebih mudah dipahami dan memotivasinya untuk terus belajar.
"Saya jadi lebih semangat meraih cita-cita. Saya ingin rajin belajar, berprestasi, punya karakter yang baik, dan bisa membanggakan orang tua serta bermanfaat bagi banyak orang," ujarnya.
Foto: Siswa SMPN 39 Purworejo menampilkan kolaborasi Tari Jaranan dan Tari Dolalak menggunakan properti hasil karya sendiri dari pelepah pisang dan daun-daun kering dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026.
