Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Pemuda Lintas Agama Purworejo Resmi Dikukuhkan, Wabup Dion: Kerukunan Dimulai dari Saling Mengenal

Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:00 WIB Last Updated 2026-07-04T01:00:21Z

Pemuda Lintas Agama Purworejo Resmi Dikukuhkan, Wabup Dion: Kerukunan Dimulai dari Saling Mengenal

PURWOREJO
– Pemerintah Kabupaten Purworejo terus memperkuat upaya menjaga kerukunan antarumat beragama melalui pelibatan generasi muda. Hal itu ditandai dengan dikukuhkannya kepengurusan Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Purworejo periode 2026–2029 oleh Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., di Hotel Sanjaya Inn Purworejo, Kamis (2/7/2026).


Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk membangun ruang kolaborasi bagi pemuda dari berbagai latar belakang agama. Melalui PELITA, diharapkan lahir berbagai kegiatan yang mampu mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi menyampaikan bahwa kerukunan tidak dapat terwujud tanpa adanya komunikasi dan saling mengenal. Menurutnya, semakin kuat hubungan antargenerasi muda lintas agama, semakin kecil potensi munculnya prasangka maupun konflik sosial.


"Yang terpenting adalah saling mengenal. Ketika sudah saling mengenal, rasa curiga akan berkurang dan kebersamaan akan semakin mudah dibangun," ujarnya.


Ia menilai keberadaan PELITA merupakan investasi sosial bagi Kabupaten Purworejo. Forum ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi sekaligus wadah untuk mengembangkan berbagai aksi sosial, kepemudaan, dan kebangsaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan agama.


Dion juga mengingatkan pentingnya menjaga agar persoalan individu tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok. Menurutnya, pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan bahwa minimnya komunikasi sering menjadi pemicu munculnya gesekan sosial.


Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus PELITA untuk menjadi teladan dalam memperkuat semangat persatuan, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, serta menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.


Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Purworejo, KH Khabib Sholeh, S.Pd.I., M.M., mengatakan PELITA diharapkan menjadi wadah pembinaan calon pemimpin muda yang memiliki komitmen kuat terhadap kerukunan antarumat beragama.


Menurutnya, para pengurus memiliki tanggung jawab menjadi pelopor moderasi beragama, bijak dalam menggunakan media sosial, aktif membangun kegiatan sosial lintas agama, serta menanamkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.


Sebanyak enam tokoh muda resmi dikukuhkan sebagai pengurus PELITA Kabupaten Purworejo periode 2026–2029, yaitu H. M. Tashilul Manasik, S.Psi., M.Pd., Yusriana Azizah, Ahmad Fadhol Arifin, S.Pd., Rivaldi Anjar Saputra, Yohanes Teguh Surahmadi, dan Aditthana Devi Asih.


Selain pengukuhan PELITA, kegiatan juga dirangkaikan dengan Penguatan Kapasitas Anggota Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) se-Kabupaten Purworejo yang mengusung tema "Bersatu dalam Keberagaman, Bergerak dalam Keberagaman, Memperkuat Paguyuban Kerukunan Umat Beragama dan Pemuda Lintas Agama."


Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas anggota PKUB, pengurus FKUB, pengurus PELITA, unsur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kementerian Agama, tokoh lintas agama, serta berbagai elemen masyarakat.


Melalui pembentukan PELITA, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, dan generasi muda semakin kokoh dalam menjaga kondusivitas daerah, sehingga Purworejo terus menjadi kabupaten yang damai, inklusif, dan menjadi contoh kehidupan masyarakat yang rukun dalam keberagaman.

×
Berita Terbaru Update