![]() |
| Pengajian Umum Selapanan Sabtu Pahing TQN Se-Kabupaten Purworejo Hadirkan KH Achmad Chalwani di Masjid Nur Muhammad Kroyolor |
Pengajian tersebut akan menghadirkan Rois A'li Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), KH Achmad Chalwani, sebagai pembicara utama. Kehadiran ulama kharismatik yang dikenal luas di kalangan Nahdlatul Ulama dan jamaah thariqah itu dipastikan menjadi magnet tersendiri bagi ribuan jamaah yang akan datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo maupun daerah sekitarnya.
Bagi jamaah TQN, Pengajian Selapanan Sabtu Pahing bukan sekadar agenda rutin yang diadakan setiap 35 hari sekali. Lebih dari itu, kegiatan ini telah menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperdalam pemahaman keagamaan, sekaligus menjadi sarana bermuhasabah agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam setiap pelaksanaannya, pengajian ini selalu diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan, mulai dari pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, dzikir bersama, pembacaan shalawat, doa bersama hingga tausiyah yang disampaikan oleh ulama. Suasana yang khusyuk dan penuh kekeluargaan menjadi ciri khas majelis ini sehingga mampu menghadirkan ketenangan batin bagi para jamaah yang hadir.
KH Achmad Chalwani dikenal sebagai salah satu ulama yang konsisten menyampaikan dakwah dengan pendekatan yang santun, menyejukkan, serta menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT (hablum minallah) dan hubungan antarsesama manusia (hablum minannas). Melalui ceramahnya, beliau kerap mengajak umat Islam agar tidak hanya memperbanyak ibadah ritual, tetapi juga memperbaiki akhlak, menjaga persatuan, menghormati sesama, serta berperan aktif menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Panitia berharap kehadiran KH Achmad Chalwani dapat memberikan semangat baru bagi para jamaah untuk semakin istiqamah menjalankan amaliah Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah. Nilai-nilai dzikir, muraqabah, mujahadah, serta pembinaan akhlak yang diajarkan dalam thariqah diharapkan mampu membentuk pribadi muslim yang lebih sabar, rendah hati, ikhlas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Masjid Nur Muhammad di Desa Kroyolor dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat Kecamatan Kemiri. Masjid tersebut juga dikenal aktif menjadi tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan dakwah, pengajian, serta pembinaan generasi muda melalui kegiatan keislaman.
Melihat antusiasme jamaah pada penyelenggaraan sebelumnya, panitia memperkirakan jumlah peserta yang hadir akan mencapai ribuan orang. Jamaah diperkirakan datang sejak pagi hari menggunakan kendaraan pribadi maupun rombongan dari berbagai majelis dzikir, pondok pesantren, serta kelompok jamaah TQN yang tersebar di Kabupaten Purworejo.
Selain dihadiri para jamaah thariqah, kegiatan ini juga terbuka bagi masyarakat umum. Panitia mengajak seluruh umat Islam, khususnya warga Kabupaten Purworejo, untuk menghadiri majelis ilmu tersebut sebagai ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurut panitia, pengajian rutin seperti ini memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius. Di tengah derasnya perkembangan teknologi, arus informasi, serta berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, keberadaan majelis ilmu menjadi benteng moral sekaligus ruang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman yang damai, moderat, dan penuh kasih sayang.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan ilmu agama, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, tempat kerja, hingga kehidupan bermasyarakat. Semangat saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta memperkuat kepedulian sosial menjadi bagian dari nilai yang terus ditanamkan dalam setiap pengajian.
Pengajian Umum Selapanan Sabtu Pahing juga menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan dan majelis dzikir di lingkungan Nahdlatul Ulama masih terus hidup dan berkembang. Keberlangsungannya dari waktu ke waktu menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat dalam menghadiri majelis ilmu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menjaga warisan dakwah para ulama.
Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh jamaah yang hadir. Melalui kebersamaan dalam doa, dzikir, dan mendengarkan tausiyah, diharapkan lahir pribadi-pribadi muslim yang semakin kokoh keimanannya, mulia akhlaknya, serta mampu menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat.
"Majelis ilmu adalah taman surga di dunia. Semoga Pengajian Umum Selapanan Sabtu Pahing ini menjadi wasilah turunnya rahmat Allah SWT, mempererat persaudaraan umat, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Purworejo dan sekitarnya."
