![]() |
| KKN UNDIP Edukasi Warga Desa Dalangan Bangun Keluarga Harmonis dan Cegah KDRT |
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Kerja Multidisiplin 2 ini mengangkat tema "Psikoedukasi Keluarga Harmonis Tanpa Kekerasan". Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menciptakan hubungan keluarga yang sehat sebagai langkah awal mencegah terjadinya KDRT.
Dalam pemaparannya, tim mahasiswa menjelaskan berbagai aspek terkait kekerasan dalam rumah tangga, mulai dari pengertian, faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya kekerasan, dampak psikologis maupun sosial bagi korban, hingga pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan saling menghargai dalam kehidupan berkeluarga.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Warga yang hadir tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pengalaman maupun persoalan yang sering dijumpai dalam kehidupan rumah tangga. Melalui diskusi tersebut, peserta diajak mencari solusi yang lebih bijaksana dalam menyelesaikan konflik tanpa melibatkan tindakan kekerasan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim KKN UNDIP turut menyerahkan poster edukasi bertema "Keluarga Harmonis Tanpa Kekerasan" kepada Pemerintah Desa Dalangan. Poster tersebut berisi informasi mengenai ciri-ciri keluarga yang sehat, berbagai bentuk KDRT, serta langkah-langkah sederhana untuk membangun komunikasi yang efektif dan saling menghargai di dalam keluarga.
Sekretaris KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Desa Dalangan, Effia Devona Putri Gufron, menjelaskan bahwa keharmonisan keluarga dibangun melalui komunikasi yang baik, sikap saling menghormati, serta kemampuan mengendalikan emosi ketika menghadapi perbedaan pendapat maupun persoalan sehari-hari.
"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa komunikasi yang sehat, empati, dan kemampuan mengelola emosi merupakan fondasi penting dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga. Semoga materi yang disampaikan tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta keluarga yang harmonis, aman, dan sejahtera," ujarnya.
Ia menambahkan, upaya mencegah KDRT perlu dimulai dari lingkungan keluarga dengan membiasakan komunikasi yang terbuka, saling menghormati, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah, bukan dengan kekerasan.
Melalui kegiatan psikoedukasi tersebut, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro berharap masyarakat Desa Dalangan semakin memahami pentingnya menjaga keharmonisan keluarga sebagai pondasi kehidupan bermasyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga, menumbuhkan budaya komunikasi yang positif, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
