![]() |
| Konferensi MWC NU Kemiri Jadi Momentum Menata Organisasi dan Memperkuat Khidmah untuk Umat |
Konferensi yang mengangkat tema “Khidmah MWC NU Kemiri: Jaga Marwah, Bangun Kemaslahatan Umat” tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al Asror, Desa Winong, Kecamatan Kemiri, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo, Camat Kemiri, Kapolsek Kemiri, Koramil Kemiri, KUA Kemiri, pengasuh pondok pesantren di wilayah Winong, kepala sekolah, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah MWC NU Kemiri, serta sejumlah Badan Otonom NU.
Sejumlah badan otonom yang turut hadir di antaranya Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU dan IPPNU. Rangkaian acara juga berlangsung semakin khidmat dengan keterlibatan para santri Pondok Pesantren Al Asror Winong yang bertugas sebagai paduan suara.
Pemilihan Pondok Pesantren Al Asror sebagai lokasi konferensi turut memberikan suasana tersendiri. Lingkungan pesantren yang lekat dengan tradisi keilmuan dan pembinaan santri menjadi bagian dari semangat kegiatan dalam meneruskan perjuangan dan pengabdian NU.
Konferensi tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi, memperkuat konsolidasi antarelemen NU, sekaligus menyusun langkah dan arah gerak MWC NU Kemiri ke depan.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Kemiri, Kyai Afif Jaelani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung pelaksanaan konferensi.
“Terima kasih kepada seluruh elemen yang telah mendukung suksesnya kegiatan Konferensi MWC NU Kecamatan Kemiri. Terkhusus, kami menyampaikan terima kasih kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al Asror Winong yang telah menyediakan tempat demi lancarnya kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Afif, tema yang diusung dalam konferensi tersebut memiliki pesan penting bagi kepengurusan MWC NU Kemiri ke depan. Menjaga marwah organisasi, kata dia, harus berjalan beriringan dengan upaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Semoga Konferensi MWC NU Kemiri ini menjadi momentum untuk memperkuat khidmah dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat,” lanjutnya.
Ia berharap proses regenerasi dapat melahirkan kepengurusan yang memiliki semangat pengabdian, soliditas, serta mampu mengoptimalkan potensi Nahdliyin di Kecamatan Kemiri.
Menurutnya, keberadaan MWC NU di tingkat kecamatan memiliki peran strategis dalam menggerakkan berbagai kegiatan, baik di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, pemberdayaan ekonomi maupun bidang kemasyarakatan lainnya.
Sementara itu, Camat Kemiri Bambang Supriatno, S.Sos., menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Konferensi MWC NU Kecamatan Kemiri. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa organisasi semakin berkembang.
“Pergantian kepengurusan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal untuk melanjutkan perjuangan dengan semangat, gagasan, dan energi baru,” ungkapnya.
Bambang juga berharap kepengurusan MWC NU Kemiri yang baru nantinya dapat terus hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, NU memiliki peran penting sebagai organisasi keagamaan sekaligus kemasyarakatan yang dapat ikut menjaga kebersamaan dan memberikan kontribusi bagi pembangunan di wilayah Kecamatan Kemiri.
Konferensi MWC NU Kemiri menjadi bagian dari perjalanan regenerasi organisasi sekaligus upaya memperkuat konsolidasi di tingkat kecamatan. Kepengurusan yang nantinya terbentuk diharapkan mampu meneruskan estafet perjuangan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Dengan semangat “Jaga Marwah, Bangun Kemaslahatan Umat”, MWC NU Kemiri diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepengurusan, tetapi mampu melahirkan gerakan dan program yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
