![]() |
| 207 Kader Posyandu Purwodadi-Banyuurip Didorong Aktif Kawal Pelayanan Dasar Masyarakat |
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Cengkawakrejo, Kamis (17/9/2026), tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si. Hadir pula Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Purworejo Raja Thifal Mazaya Izzati, anggota DPRD Komisi IV H. Muh Dahla, Camat Banyuurip Sumarjana, serta Camat Purwodadi Veny Yudha Apriyani.
Dalam kesempatan tersebut, Dion menempatkan kader Posyandu bukan sekadar sebagai pelaksana kegiatan di lapangan. Menurutnya, kader memiliki posisi strategis untuk menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lingkungan masyarakat kepada pemerintah.
"Saya yakin ibu-ibu ini adalah kader-kader yang luar biasa. Harapan kami, kader tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga menjadi penyambung lidah masyarakat melalui 6 SPM," kata Dion.
Ia menjelaskan, berbagai informasi yang diperoleh kader dari masyarakat dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah. Temuan maupun keluhan tersebut diharapkan tidak berhenti pada tingkat pelayanan, tetapi dapat menjadi bahan dalam penyusunan program, perencanaan, hingga penganggaran daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dion juga menyoroti persoalan kesehatan, khususnya stunting yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Purworejo. Ia menyebut angka stunting di Purworejo masih berada di kisaran 14 persen.
Menurutnya, penanganan stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi. Faktor lain seperti pola asuh orang tua, kondisi keluarga, faktor genetik, hingga pernikahan usia dini juga perlu mendapat perhatian.
"Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh orang tua, faktor genetik, hingga pernikahan usia dini. Karena itu, kader diharapkan tidak hanya mencatat dan memberikan PMT, tetapi juga memberikan contoh pola asuh yang tepat," jelasnya.
Untuk itu, Dion mendorong para kader agar terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menjalankan tugasnya. Kader juga diharapkan mampu menjadi contoh bagi masyarakat, terutama dalam membangun kebiasaan hidup yang lebih baik di lingkungan keluarga dan desa.
"Semoga semua yang datang sekarang ini menjadi kader-kader yang bisa memberikan contoh yang baik di tengah masyarakat," pungkasnya.
Melalui penguatan tersebut, keberadaan Posyandu diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan pelayanan kesehatan, tetapi juga semakin mampu mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal dan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat.
