KEMIRI — Lima tahun masa khidmat bukan sekadar hitungan waktu bagi sebuah kepengurusan. Di balik periode 2026–2031, ada amanah, harapan, sekaligus tantangan untuk menjadikan Nahdlatul Ulama (NU) semakin hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Lima Tahun Khidmah, NU Kemiri Tekankan Konsolidasi dan Manfaat untuk Masyarakat
Semangat tersebut mengemuka dalam Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kemiri Masa Khidmat 2026–2031 yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Bedono Karangduwur, Kecamatan Kemiri, Ahad (27/9/2026).
Mengusung semangat “Berkhidmah Bermartabat, Menuai Berkah Menebar Manfaat,” kepengurusan baru MWC NU Kemiri diharapkan mampu membawa energi baru dalam menjalankan roda organisasi. Pelantikan bukan menjadi garis akhir, melainkan titik awal untuk menerjemahkan amanah kepengurusan menjadi kerja nyata.
Bagi NU Kemiri, kekuatan organisasi tidak hanya berada pada jajaran pengurus. Ada ranting-ranting NU, badan otonom, lembaga pendidikan Ma’arif NU, pondok pesantren, kader muda, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen lainnya yang memiliki potensi besar untuk bergerak dalam satu irama.
Karena itu, konsolidasi menjadi kunci. Lima tahun ke depan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, menyatukan langkah, serta membangun sinergi antarelemen NU di Kecamatan Kemiri.
Program kerja yang telah disiapkan pun diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen organisasi atau sekadar daftar kegiatan. Setiap program harus memiliki arah dan manfaat, mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi instrumen untuk memperkuat keberadaan NU di tengah kehidupan sosial kemasyarakatan.
Momentum pelantikan semakin bermakna karena dirangkaikan dengan Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kemiri Masa Khidmat 2025–2028. Sinergi antara MWC NU dan badan otonom menjadi bagian penting dalam memperkuat kaderisasi, memperluas ruang pengabdian, serta menyiapkan generasi penerus yang mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur, di antaranya Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Purworejo, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Purworejo, Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah, Ketua PC GP Ansor Purworejo, Forkopimcam Kecamatan Kemiri, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah MWC NU Kemiri, pimpinan badan otonom NU, Kepala Sekolah Ma’arif NU se-Kecamatan Kemiri, para pengasuh pondok pesantren, pengurus ranting NU, perwakilan pengurus ranting GP Ansor, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Kemiri, H. Muhajir Khomsum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelantikan dapat terlaksana dengan baik.
“Terima kasih kepada semua unsur yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini, utamanya kepada seluruh panitia dan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri yang telah dilantik,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus dan elemen NU untuk bersama-sama mengawal perjalanan organisasi selama masa khidmat lima tahun ke depan.
“Mari kita kawal dan gerakkan bersama pondasi kita dengan tabarukan, khidmah, bermanfaat dan bermartabat,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setelah pelantikan, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai. Amanah tidak cukup hanya disematkan melalui prosesi pelantikan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah, program, pelayanan, dan pengabdian yang dapat dirasakan masyarakat.
Setiap pengurus memiliki peran. Setiap ranting memiliki potensi. Setiap badan otonom memiliki ruang untuk bergerak. Jika seluruh kekuatan tersebut mampu dipertemukan dalam satu semangat, maka NU Kemiri memiliki modal sosial yang besar untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas.
Di sinilah makna “Berkhidmah Bermartabat, Menuai Berkah Menebar Manfaat” menemukan relevansinya. Slogan tersebut bukan sekadar rangkaian kata, tetapi menjadi semangat agar NU terus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, bergerak bersama, dan memberikan manfaat secara nyata.
Lima tahun ke depan akhirnya bukan hanya tentang siapa yang berada di dalam struktur kepengurusan. Lebih dari itu, masa khidmat 2026–2031 adalah tentang seberapa kuat kebersamaan dibangun, seberapa nyata program dijalankan, dan seberapa luas manfaat khidmah dapat dirasakan masyarakat Kecamatan Kemiri.
Sebab, organisasi yang hidup bukan hanya yang memiliki struktur, tetapi yang hadir ketika masyarakat membutuhkan, bergerak ketika ada persoalan, dan meninggalkan manfaat setelah pengabdian dilakukan.