![]() |
| Dari Kuliner hingga Jasa, Mahasiswa Purworejo Unjuk Kreativitas di Mini Showcase PLUT Akademi 2026 |
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo tersebut merupakan bagian dari program PLUT Akademi, sebuah inovasi daerah yang dirancang untuk menumbuhkan wirausahawan muda melalui pendampingan dan pembelajaran terarah.
Sebanyak 40 peserta dari enam perguruan tinggi mengikuti program tersebut. Dalam mini showcase, para peserta tidak hanya menampilkan produk dan jasa yang mereka kembangkan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk belajar memperkenalkan usaha kepada masyarakat serta melihat langsung tantangan dalam menjalankan bisnis.
Salah satu peserta, Resa Ica, mahasiswa semester lima Program Studi Manajemen STIE Rajawali Purworejo, mengatakan kampusnya mengirimkan delapan mahasiswa dengan berbagai produk dan usaha yang berbeda.
Produk yang ditampilkan antara lain nasi box, rice bowl, soto, pisang umpet, bola ubi lumer, keripik, serta jasa cuci sepatu. Keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa peluang usaha dapat dimulai dari keterampilan dan potensi sederhana yang ada di sekitar.
Menurut Resa, kegiatan ini dapat menjadi dorongan bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Purworejo, agar lebih berani mengembangkan kemampuan dan mencoba membangun usaha sendiri.
Ia berharap semakin banyak anak muda yang memiliki semangat untuk berwirausaha, terlebih saat ini peluang mengembangkan usaha terbuka melalui berbagai cara, termasuk memanfaatkan kreativitas dan teknologi digital.
“Harapannya, kegiatan seperti ini semakin membuka hati dan pikiran teman-teman, khususnya pemuda-pemudi di Kabupaten Purworejo, agar memiliki semangat tinggi untuk mengembangkan bakatnya,” ungkapnya.
Pendampingan dari Ide hingga Pemasaran
Kepala Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, menjelaskan bahwa Mini Showcase PLUT Akademi menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki peran dalam pengembangan kewirausahaan.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi, mahasiswa, pelajar SMK, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat membangun ekosistem usaha yang saling mendukung.
Melalui program tersebut, peserta diharapkan memperoleh pendampingan sejak merintis usaha hingga mampu memasarkan produk maupun jasa dan bersaing di pasar lokal, regional, bahkan nasional.
Wiyoto menilai pengembangan wirausahawan muda juga penting untuk membantu mengurangi pengangguran di Kabupaten Purworejo. Ia berharap lulusan sekolah maupun perguruan tinggi tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang kerja bagi orang lain.
“Harapannya, kita bisa memunculkan wirausahawan-wirausahawan muda di Kabupaten Purworejo. Mereka dibimbing mulai dari nol sampai nantinya mampu memasarkan produk atau jasa sehingga bisa bersaing,” jelasnya.
Bekal Kewirausahaan Sejak Bangku Kuliah
Kepala PLUT KUKMP Purworejo, Hari Sukoco, menuturkan PLUT Akademi merupakan salah satu inovasi daerah yang dikembangkan Dinas KUKMP. Program tersebut telah memasuki tahun kedua pelaksanaan dan dirancang untuk memberikan bekal kewirausahaan kepada mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, PLUT Akademi menggelar rangkaian kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi. Mahasiswa juga mendapatkan materi yang mencakup berbagai aspek usaha, mulai dari inovasi produk, kelembagaan, sumber daya manusia, pembiayaan, hingga pemasaran.
Terdapat 16 materi yang disiapkan dalam kurikulum PLUT Akademi. Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki gagasan bisnis, tetapi juga memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun dan mengembangkan usaha.
Hari menjelaskan, mini showcase menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karena mahasiswa turut terlibat dalam menyiapkan kegiatan dan menampilkan produk mereka. Pelajar SMA juga diundang agar dapat mengenal dunia usaha serta memperoleh gambaran mengenai proses yang perlu dilalui untuk menjadi seorang wirausahawan.
“Kami ingin mahasiswa mulai menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Dengan begitu, setelah lulus mereka tidak kebingungan menentukan langkah, tetapi sudah memiliki bekal untuk membuat produk yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti PLUT Akademi dapat menjadi modal bagi peserta untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Program tersebut juga diharapkan dapat kembali dilaksanakan pada 2027.
Perguruan Tinggi Dorong Tumbuhnya Wirausaha Mahasiswa
Dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan mahasiswa juga disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo, Teguh Wibowo. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa usaha, tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik.
Menurut Teguh, semangat kewirausahaan telah dimasukkan dalam visi dan misi Universitas Muhammadiyah Purworejo yang diperbarui pada 2025. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki jiwa kewirausahaan yang dapat dikembangkan sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, PLUT, pemerintah daerah, serta pelaku UMKM. Perguruan tinggi memiliki sumber daya berupa ilmu pengetahuan, hasil riset, kreativitas mahasiswa, dan pendampingan dosen, sedangkan PLUT berperan dalam pembinaan, konsultasi, fasilitasi, serta akses pengembangan usaha.
Teguh mengingatkan bahwa memulai usaha tidak harus menunggu lulus kuliah atau memiliki modal besar. Mahasiswa dapat memulainya dari hal sederhana, memanfaatkan kemampuan yang dimiliki, serta melihat peluang dari persoalan di lingkungan sekitar.
Ia juga menilai kualitas produk perlu diimbangi kemampuan pemasaran, pelayanan, inovasi, serta pemanfaatan teknologi digital agar mampu bertahan menghadapi persaingan.
“Jadilah job creator, bukan hanya job seeker. Mulailah dari potensi yang ada dan kelola usaha kecil dengan sungguh-sungguh,” pesannya kepada para mahasiswa dan pelajar yang hadir.
Melalui Mini Showcase PLUT Akademi 2026, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap semakin banyak generasi muda yang berani merintis usaha dan mampu mengembangkan gagasan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pelaku UMKM diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan wirausaha sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja di Kabupaten Purworejo.
