Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image Image

Enam Tahun Berdiri, RSUD Tjokronegoro Evaluasi Layanan dan Siapkan Sejumlah Pembenahan

Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:29 WIB Last Updated 2026-10-01T03:29:02Z

Enam Tahun Berdiri, RSUD Tjokronegoro Evaluasi Layanan dan Siapkan Sejumlah Pembenahan
PURWOREJO – Memasuki usia enam tahun, RSUD RAA Tjokronegoro Kabupaten Purworejo terus melakukan pembenahan pelayanan kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di aula rumah sakit, Rabu (30/9/2026).


Forum tersebut menjadi ruang bagi manajemen rumah sakit untuk menerima masukan langsung dari masyarakat, organisasi perangkat daerah, akademisi, tenaga kesehatan, komunitas, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).


Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo KH Ahmad Tawabi, Kepala Bagian Organisasi Setda Purworejo Sigit Kurniawan Saputro, Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Budi Susanti, perwakilan Dinas Perhubungan, Organda, akademisi, tenaga kesehatan, komunitas, dan LSM.


Direktur RSUD RAA Tjokronegoro, dr. Nunik Sulistyaningsih, mengatakan rumah sakit yang berdiri sejak 1 September 2020 itu terus berupaya melakukan transformasi pelayanan. Enam tahun perjalanan rumah sakit, menurutnya, menjadi bagian dari proses untuk memperkuat mutu sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.


"Transformasi enam tahun RSUD Tjokronegoro menguatkan mutu, menghadirkan kepercayaan," kata Nunik dalam paparannya.


Ia menjelaskan, sejumlah masukan yang disampaikan dalam FKP tahun sebelumnya telah ditindaklanjuti oleh pihak rumah sakit. Salah satunya terkait fasilitas parkir yang ke depan akan dilengkapi atap untuk kendaraan roda dua.


Selain itu, marka dan penerangan jalan di sekitar rumah sakit telah dilakukan pembenahan. Rumah sakit juga memperbaiki waktu tunggu pelayanan, termasuk menyediakan informasi estimasi obat yang dapat dipantau pasien melalui telepon seluler.


Penambahan kursi tunggu juga dilakukan, terutama di poli penyakit dalam dan poli saraf. Sementara itu, pembaruan website rumah sakit menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses informasi bagi masyarakat.


Pada tahun ini, perubahan standar pelayanan dilakukan pada sejumlah layanan, yakni rawat jalan, farmasi, dan hemodialisa.


Untuk layanan hemodialisa atau cuci darah, jumlah pasien disebut terus mengalami peningkatan. Bahkan, setiap hari terdapat pasien yang mendapatkan layanan tersebut.


Dari sisi kepuasan masyarakat, hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) RSUD RAA Tjokronegoro tercatat sebesar 88,31. Nilai tertinggi terdapat pada aspek kewajaran biaya pelayanan.


Sebagai rumah sakit kelas C, manajemen menargetkan nilai IKM dapat meningkat menjadi 93 pada tahun mendatang.


Sementara terkait pengaduan masyarakat, selama enam tahun terakhir tercatat sebanyak 66 aduan. Khusus periode Januari hingga September 2026, terdapat 11 aduan, dengan WhatsApp menjadi salah satu kanal yang paling banyak digunakan masyarakat.


Aduan yang masuk paling banyak berkaitan dengan prosedur pelayanan. Pengaduan dapat disampaikan melalui kanal Pemerintah Kabupaten Purworejo, kanal resmi rumah sakit maupun media sosial.


Nunik mengatakan, masukan masyarakat tersebut menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan.


Dari sisi kebutuhan ruang perawatan, pihak rumah sakit mencatat permintaan masyarakat paling banyak berada pada kelas 1 dan kelas 3. Atas pertimbangan tersebut, ruang yang sebelumnya diperuntukkan sebagai kelas VVIP dialihkan menjadi kelas 3.


Pengembangan layanan juga terus dilakukan. Pelayanan rawat jalan saat ini dinilai sudah cukup lengkap dan ke depan akan ditambah layanan neurologi. Konsultasi gigi juga menjadi bagian dari pengembangan layanan.


Untuk meningkatkan efisiensi, rumah sakit juga menyiapkan layanan pengantaran obat melalui pos sehingga pasien tidak selalu harus menunggu terlalu lama di rumah sakit.


Salah satu perubahan yang dilakukan terdapat pada alur pelayanan farmasi rawat jalan dan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Nomor antrean pelayanan farmasi kini diterbitkan secara otomatis melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) setelah dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) melakukan entry e-resep.


Sebelumnya, pasien atau keluarga harus menuju depo farmasi dan menyerahkan checklist bukti pelayanan kepada petugas farmasi.


Perubahan tersebut membuat proses antrean farmasi terintegrasi dengan entry e-resep melalui SIM RS. Langkah ini diharapkan dapat memangkas tahapan pelayanan dan mengurangi waktu tunggu pasien.


RSUD RAA Tjokronegoro juga memiliki layanan unggulan berupa bedah minimal invasif. Layanan tersebut disebut menjadi satu-satunya layanan sejenis yang tersedia di Kabupaten Purworejo.


Dalam forum tersebut, berbagai masukan, kritik dan saran disampaikan kepada manajemen rumah sakit. Bagi Nunik, masukan tersebut justru menjadi bagian penting dalam proses pengembangan rumah sakit.


"Masukan, saran dan kritik ini akan menjadi bahan bagi kami untuk terus mengembangkan layanan agar semakin berkembang dan maju," ujarnya.


Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo KH Ahmad Tawabi mengingatkan jajaran rumah sakit agar tidak menjadikan jumlah pasien sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan pelayanan.


Ia menyampaikan, apabila suatu saat jumlah pasien rumah sakit tidak banyak, kondisi tersebut seharusnya juga dapat dimaknai secara positif karena menunjukkan masyarakat dalam kondisi sehat.


"Kalau jarang pasien jangan mengeluh, malah bersyukur karena masyarakat Purworejo sehat," pesan Ahmad Tawabi.


Menurutnya, kesembuhan masyarakat juga tidak terlepas dari kualitas pelayanan yang diberikan rumah sakit. Karena itu, peningkatan mutu pelayanan tetap perlu menjadi perhatian.


Dalam FKP tersebut, manajemen RSUD RAA Tjokronegoro menetapkan sejumlah prioritas perbaikan. Di antaranya peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan, efisiensi waktu tunggu obat rawat jalan, pemeliharaan ruang rawat jalan dan rawat inap agar semakin nyaman, peningkatan sarana dan prasarana berbasis kompetensi, serta penguatan edukasi kepada pasien dengan mengedepankan budaya senyum dan sapa.


Kepala Bagian Organisasi Setda Purworejo Sigit Kurniawan Saputro dan Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Budi Susanti turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan FKP tersebut.


Keduanya berharap forum konsultasi publik tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses evaluasi pelayanan yang berkelanjutan.


RSUD RAA Tjokronegoro diharapkan terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik, mudah diakses, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Purworejo.

Pituruh News
Akurat, Bermartabat dan Bermanfaat
Kunjungi Google News
Berita Terbaru
Memuat berita terbaru...

Ikuti Pituruh News

Temukan informasi terbaru Pituruh News di media sosial

◎
Instagram
@pituruhnews
19K+ Followers
Ikuti Instagram
Data terpantau terbaru
f
Facebook
Pituruh News
25,4K+ Likes
Kunjungi Facebook
Data likes halaman
♪
TikTok
@pituruhnews
Follow Media Sosial
Ikuti TikTok
Cek jumlah follower di TikTok
▶
YouTube
Pituruh News
Subscribe Channel YouTube
Subscribe YouTube
Cek jumlah subscriber terbaru

PITURUH NEWS

AKURAT, BERMARTABAT dan BERMANFAAT
Portal berita lokal yang menyajikan informasi terbaru, aktual dan terpercaya seputar Pituruh, Purworejo dan sekitarnya.
EST. 8 MARET 2017
Pituruh News
Aplikasi Pituruh News
Download aplikasi resmi Pituruh News untuk mendapatkan berita terbaru Purworejo dan sekitarnya dengan lebih mudah langsung dari perangkat Android Anda.
📲 DOWNLOAD APLIKASI
Aplikasi Android • Pituruh News
Ikuti Pituruh News
Pituruh News • Portal Berita Lokal Purworejo
Akurat, Bermartabat dan Bermanfaat
×
Berita Terbaru Update