Notification

×

Iklan

Kirab Grebeg Pajangan Menuju Desa Wisata Sidomulyo 2025

Sunday, 28 October 2018 | 23:01 WIB Last Updated 2018-10-30T04:19:01Z
Kirab Grebeg Pajangan Sidomulyo
PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Geliat wisata di Kabupaten Purworejo mulai bangkit. Salah satu wisata yang sudah lama dan bahkan hampir terlupakan adalah wisata Situs Pajangan. Agar wisata Situs Pajangan ini dapat bangkit kembali maka warga desa setempat berinisiatif untuk membuat suatu acara sebagai langkah awal untuk kebangkitan tempat wisata ini. Pada hari Minggu Legi (28/10/2018)  diadakan  Kirab Grebeg Pajangan dengan mengusung tema "Menuju Desa Wisata Sidomulyo 2025". Ada alasan khusus mengapa hari yang dipilih adalah Minggu Legi .

"Minggu Legi dipilih karena selain hari libur, hari Minggu Legi dalam kalender jawa mempunyai arti Minggu manis diharapkan agar kirab yang pertama ini dapat membuahkan hasil yang manis bagi masyarakat pada umumnya dan Situs Pajangan pada khususnya" jelas ketua Pokdarwis Situs Pajangan Turab Hartono.
 Tumpeng Kirab Grebeg Pajangan 
Kirab ini diikuti oleh kurang lebih 200 orang warga desa Sidomulyo yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua dengan berpakaian adat jawa dan diiringi oleh grup drumband dari SMK PN-PN2 Purworejo. Jarak yang ditembuh kurang lebih 3 kilometer dimulai dari jalan depan Balai Desa Sidomulyo hingga pelataran Situs Pajangan. Pelaksanaan kirab dimulai pukul 14.00 WIB yang diawali dengan doa dan juga sambutan dari Kepala Desa Sidomulyo. 

Dalam acara kirab ini membawa 4 tumbeng yang berisi hasil bumi warga desa Sidomulyo yaitu sayur-mayur, ketupat, buah-buahan dan makanan. Setelah sampai dipelataran Situs Pajangan, keempat tumpeng  tersebut diletakkan di depan tobong kesenian.  

Selanjutnya digelar prosesi acara yang diisi sambutan-sambutan dari pihak terkait. Salah satunya adalah dari Dinas Pariwisata Purworejo. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Purworejo yang kali ini diwakili oleh Agung Pranoto menyampaikan  apresiasinya kepada pemerintah desa yang telah melaksanakan kegiatan pada sore ini sebagai bentuk kesungguhan untuk melestarikan budaya dan memberikan wisata alam alternatif bagi warga di Kabupaten Purworejo. Semoga kegiatan seperti ini dapat langgeng dan apa yang dicita-citakan oleh jajaran desa dapat terwujud dan juga semoga dapat memberikan pemasukan bagi masyarakat sekitar. Untuk kedepannya agar semakin  diperkuat melalui seni budayanya.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh perwakilan Dinas Pariwisata yang diserahkan kepada Lurah Desa Sidomulyo. Kemudian diikuti ratusan warga yang menggrebek tumpeng yang sudah diarak tadi. 
 Pemotongan Tumpeng Kirab Grebeg Pajangan 
Makna dari grebeg tumpeng adalah untuk berebut rizki yang sudah diberikan Allah SWT yang pada akhirnya akan menjadikan kita berserah diri terhadap rejeki yang kita terima yang sudah kita usahakan semaksimal mungkin. Rangkaian prosesi acara kirab grebeg Pajangan ini menggunakan bahasa jawa krama. Hal ini bertujuan untuk nguri-nguri budaya jawa agar tetap lestari dan tidak hilang ditelan jaman.

"Harapan dari pelaksanaan acara ini adalah sesuai dengan visi misi Bupati Purworejo bahwa pariwisata merupakan bemper kedua setelah pertanian untuk meningkatkan sapta pesona Purworejo. Untuk kedepanya semoga Sidomulyo menjadi daerah wisata yang handal sehingga dapat meningkatkan pendapatan di sektor PAD yang dapat menjadikan masyaralat menjadi makmur" ujar Turab Hartono.
 Perebutan Tumpeng oleh pengunjung
Sebagai penutup acara akan diadakan  pegelaran kesenian wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Sunarpo dari Grabag dengan lakon "Semar Mbangun Jiwo". 

Penulis : Bayun
Editor   : Atika Ayuning Tyas  

Iklan

×
Berita Terbaru Update