Seluas 5 Hektar Lahan Hutan Milik Warga Kemiri Ludes Terbakar

Advertisement
KEMIRI, (pituruhnews.com) - Sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu malam, 05/10/2019 warga Dukuh Brengkok, Desa Samping, Kecamatan Kemiri digegerkan dengan gumpalan asap merah di atas lahan hutan bebas.

Gumpalan asap ini berasal dari kobaran api yang membakar lahan hutan, tepatnya di Hutan Muntuk Malang Desa Samping Kemiri.

Melihat kejadian itu, sejumlah warga gerak cepat mengumpulkan warga sekitar untuk memadamkan kobaran api yang berada di hutan.

Kurang lebih 50 orang warga menuju kelokasi kebakaran yang dibantu perangkat desa, karangtaruna dan Koramil 08/Kemiri. Jarak tempuh dari Desa Samping kurang lebih 2 kilometer dengan menggunakan jalan kaki.
karangtaruna bersama beberapa unsur memadamkan api
Marsono, Perangkat Desa Samping mengatakan pemicu kebakaran ini masih belum diketahui, kemungkinan ada yang sengaja membakarnya.

Kebakaran hutan yang didesa Samping memang setiap tahunnya pasti ada.

"Saya berharap jangan sampai ada terjadi kebakaran lagi, dan warga tetap menjaga kelestarian alam, karena beberapa kejadian kebakaran terjadi disebabkan orang yang mempunyai keisengan atau kurang tanggungjawab dengan lingkungan alam sekitar, yang menyebabkan kerusakan alam, " ucapnya.

Semantara itu, Sersan Sajiwo anggota Koramil 08/ Kemiri mengungkapkan bahwa kepada masyarakat menghimbau disaat-saat musim kemarau ini, suapaya jangan membakar sampah yang berada di hutan.

"Saya berharap warga selalu berwaspada, dalam menangani sampah yang berada di hutan, kalau bisa jangan dibakar karena bisa mengakibatkan kebakaran hutan, " tegasnya.

Dikarena lokasi kebakaran juah dari sumber air, warga bersama relawan memadamkan api hanya dengan menggunakan alat seadanya seperti ranting kayu, pelapah daun kelapa yang masih muda.

"Hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui, namun dugaan sementara dipicu oleh salah seorang warga yang membakar lahan pribadi disekitar hutan tersebut, kemungkinan karena tiidak diawasi hingga selesai pembakaran mengakibatkan api dengan cepat menjalar ke lahan disekitarnya, " ucap salah satu warga.
Proses pemadaman api
Ketua Karangtaruna Desa Samping Masudi menambahkan dengan adanya kebakaran ini sangat disayangkan, kemungkinan karena faktor warga yang tidak sengaja membakarnya.

Kemungkinan niat hanya membersihkan lahan,  menurutnya dengan membakar lebih efektif, namun menyebabkan kebakaran seperti ini. 

"Saya menghimbau kepada masyarakat lebih berhati-hati dimusim kemarau saat membersihkan lahannya jangan dibakar, dibakar boleh sampai selasai namun harus tetap dijaga hingga api benar-benar mati, " kata Masudi.

Akibat kebakaran ini, sejumlah tanaman milik warga terancam mati, seperti pohon akasia, albesia, mahoni dan pohon jati muda.

"Dari kejadian ini sedikitnya 5 hektar lahan milik warga terbakar, ini sangat disayangkan karena merugikan warga dan merusak lahan sekitar, api berhasil dipadamkan oleh warga dan karangtaruna sekitar pukul 21.00 WIB," pungkasnya.

Penulis : Purnomo Gujiih
Editor : Luthfi
Baca Juga
Advertisement
Advertisement