Atasi Ketiadaan Air Irigasi, Warga di Dua Kecamatan Gotong Royong Bangun Bendungan Darurat

Advertisement
PITURUH, (pituruhnews.com)— Ambrolnya bendungan Kedunggupit Wetan yang telah terjadi sejak 3 tahun lalu mulai dirasakan dampaknya saat ini karena fungsinya sebagai substitusi irigasi dari Waduk Wadaslintang yang sampai saat ini belum bisa mengairi sawah dikarenakan ketinggian air masih di bawah ambang batas ketinggian air yang dapat dialirkan ke saluran irigasi yakni 157 cm dari minimal ketinggian air 165 cm untuk dialirkan.

Guna mencari solusi dari masalah tersebut, maka jajaran pemerintah Kecamatan Pituruh mengadakan pertemuan di Aula Kecamatan Pituruh dengan dihadiri unsur perwakilan dari forkompimca, polsek, koramil, dan warga dari 23 desa terdampak dari Kecamatan Pituruh dan Kemiri, pada Jumat (03/01/2020) mulai pukul 09.00 - 11.30 WIB.
pembahasan materi
Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, S.STP menjelaskan bahwa dari hasil pertemuan tersebut  disepakati langkah-langkah penanggulangan antara lain akan dibangun bendungan kedunggupit wetan secara gotong royong dari desa-desa terdampak bekerja sama dengan PSDA Prabolo, BBWSO, dan DIN PUPR Purworejo.

Bendungan tersebut bersifat darurat dari bambu dan krokos yg dimasukkan karung dengan tujuan membuat aliran sungai kedungupit masuk ke DI Kedunggupit wetan. 

Selanjutnya bersamaan dengan kegiatan tersebut PSDA Prabolo akan menormalisasi saluran masuk dari sungai Kedunggupit dengan alat berat.

"Dari 23 desa terdampak diminta membantu menyediakan bambu sebanyak 4000 batang dan kerja bakti mengisi karung dengan krokos.  Untuk karung-karung tersebut akan disediakan oleh BBWSSO dan DIN PUPR Purworejo. Selanjutnya untuk kebutuhan tiang pancang dan tenaga pemasangannya akan disiapkan oleh PSDA Prabolo." Ucap Yudhie

Selain pembuatan bendungan darurat dengan bambu, BBWSSO akan berupaya menganggarkan untuk membangun dengan Bronjong pada tahun ini sehingga ambrolnya bendungan kedunggupit tidak semakin meluas. 

Untuk itu pula, pemerintah Kecamatan Pituruh akan melakukan tindakan persuasif dengan sosialisasi kepada para penambang pasir, utamanya disekitar lokasi. Namun apabila tidak ada respon positif dari penambang maka akan dilakukan langkah-langkah hukum utamanya dari pihak kepolisian. 

Sebagai kegiatan awal akan dilaksanakan esok hari Sabtu, 4 Januari 2020, sedangkan kegiatan gotong royong sepenuhnya akan dilaksanakan mulai hari Senin, 6 Januari 2020.

Reporter : Najib
Editor : Bayun, Luthfi
Baca Juga
Advertisement
Advertisement