![]() |
| Sinergi Ansor dan Fatayat NU Pituruh Bentuk Karakter Religius Pelajar |
PURWOREJO – Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadhan, PAC GP Ansor dan PAC Fatayat NU Kecamatan Pituruh bersinergi menyelenggarakan Pesantren Kilat Ramadhan di SMAN 10 Purworejo. Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 2 hingga 9 Maret 2026, dengan peserta seluruh siswa kelas X dan XI yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar.
Sebagai bentuk keseriusan, PAC GP Ansor Pituruh menyusun buku pedoman khusus Pesantren Kilat Ramadhan yang diserahkan secara resmi oleh Ketua Bidang Kaderisasi, Wahid Fauzi, kepada pihak sekolah. Buku ini menjadi acuan agar materi tersampaikan secara sistematis.
Nuansa berbeda dihadirkan dengan metode pembelajaran ala pondok pesantren. Para pemateri merupakan alumni pesantren terkemuka sehingga siswa dapat merasakan atmosfer khas pesantren meski dalam durasi singkat.
Memasuki hari kelima, materi diperdalam dengan pembahasan Bab Nikah yang disampaikan oleh Kepala KUA Kecamatan Pituruh, H. Dadan Ridwan, memberikan pemahaman fikih munakahat yang tepat bagi remaja.
Puncak acara pada Senin (9/3/2026) menghadirkan Kyai Ahmad Hanafi, Ketua MDS RA PC GP Ansor Purworejo sekaligus Ketua Lesbumi PCNU Purworejo, serta Gus Tsabit sebagai Pengurus PW GP Ansor Jateng. Kyai Ahmad Hanafi memberikan motivasi religius dengan pendekatan kultural, mendorong siswa untuk terus belajar ilmu agama sebagai bekal menghadapi dinamika zaman.
Ketua PAC GP Ansor Pituruh, Fatkhan Anis, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah konkret organisasi untuk merangkul generasi muda.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata Ansor dan Fatayat hadir kepada generasi Z untuk lebih mendalami agama,” ujarnya.
Materi pesantren kilat difokuskan pada aspek fundamental ibadah sehari-hari, seperti tata cara bersuci (thaharah), sholat, dan membaca Al-Qur’an.
“Generasi sekarang menjadi tantangan untuk dapat selalu mengaji Al-Qur’an dan mengaji ilmu agama di tengah dunia sosial media dan dunia game bagi generasi Z,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi Ansor dan Fatayat NU dalam mengawal karakter generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Kontributor: Sukron
Editor: TIM PN
