Antisipasi Hama Wereng, Pemdes Dlisen Wetan Lakukan Penyemprotan Massal Pada Lahan Penyemaian Benih

Advertisement
Dlisen Wetan, (pituruhnews.com) - Akibat puluhan hektare sawah di Desa Dlisen Wetan pada musim tanam pertama (MT I) banyak yang gagal panen akibat hama wereng, hasil panen pada musim tanam pertama (MT I) ini hanya 50%. Dalam menghadapi musim tanam kedua (MT II) ini Pemdes Dlisen Wetan bekerja sama dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pituruh menyelenggarakan penyemprotan masal pada lahan penyemaian benih, penyemprotan pada lahan penyemaian benih ini dilakukan untuk kurang lebih 3 hektare lahan penyemaian, disemprot dengan menggunakan cairan insektisida karbamat MIPCINTA 50 WP dan insektisida BASSA untuk mengendalikan serangan hama wereng coklat di Desa Dlisen Wetan, pelaksanaan penyemprotan ini dilakukan pada, Sabtu, (09/05/2020) pukul 07.00 WIB.

Hadir dalam kesempatan tersebut Saryono selaku Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pituruh, dengan Sukamto selaku Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) wilayah Kecamatan Pituruh & Butuh, serta didampingi oleh Perangkat Desa, Ketua Gapoktan, dan para Ketua Kelompok Tani Desa Dlisen Wetan. Selain itu penyerahan bantuan obat insektisida yang bersifat stimulan tersebut secara simbolis diterimakan oleh Sugiyono selaku Ketua Gapoktan “Akur Tani” Desa Dlisen Wetan dari Sukamto petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) wilayah Kecamatan Pituruh & Butuh.
pada saat persiapan penyemprotan
Sukamto menjelaskan bahwa penyemprotan lahan penyemaian ini menggunakan dozis 1 kemasan 500 gr MIPCINTA 50 WP dengan 1 botol insektisida BASSA 400 ml dicampukan kedalam 7 liter air lalu kedua insektisida tersebut dicampur dan diaduk kedalam sebuah ember, dalam satu tank semprot ukuran 14 liter dilarutkan kurang lebih 1 gelas campuran insektisida tersebut. Karena apabila dalam proses pencampurannya dan sabunnya masih menggumpal bisa menyebabkan benih layu, sabun harus benar-benar menjadi cair baru obat akan lebih efektif. Dalam kesempatan tersebut sukamto juga menjelaskan teknis tata cara penyemprotan yang benar dengan menggunakan dosis obat yang tepat agar dapat membunuh hama wereng dengan maksimal. 

“Penggerakan penyemprotan hama wereng secara massal ini disemprotkan pada area penyemaian benih padi dan juga pematang sawah semuanya disemprot, dengan sistem penyemprotan merata dan penyemprotan yang terbaik adalah dengan cara dikabutkan, mari kita bersama-sama untuk selalu berihktiar dan berdo’a semoga benih padi yang nanti akan ditanam tumbuh sehat dengan tidak mengandung bibit hama yang menempel pada tanaman” jelasnya.
persiapan penyemprotan
Menurut Saryono, penyemprotan massal merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama wereng batang coklat. Antisipasi ini perlu dilakukan sejak dini, Hama wereng yang menyerang mulai pangkal padi hingga ujung, kata Saryono, bukan hanya bisa berdampak terhadap berkurangnya produksi padi. Tapi bisa gagal panen dan mengingat persebaran hama ini sangat cepat, melalui pergerakan angin maupun sentuhan manusia.

“Kita hendaknya berusaha untuk mengendalikan hama wereng pada tanaman padi ini mengingat untuk wilayah Kecamatan Pituruh hama wereng sudah merata pada setiap lahan pertanian tidak hanya di Desa Dlisen Wetan saja yang hasil panennya pada musim tanam pertama (MT I) menurun drastis sampai 50% dari hasil panen padi biasanya, apalagi kalau kita melihat desa desa di sebelah kita banyak yang gagal panen bahkan hasil panennya mencapai 0% saya sebagai Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pituruh sangat prihatin atas kejadian itu. Sebaiknya dilakukan penyemprotan sejak dini pada penyemaian benih ini secara kontienue setiap 4 hari sekali, dan juga dilakukan penyemprotan ulang pada 2-3 hari menjelang benih akan ditanam, kami menghimbau kepada gapoktan dan kelompok tani ini agar dapat menyampaikannya kepada para petani yang lainnya di Desa Dlisen Wetan ini agar musim tanam kedua (MT II) hasilnya bisa maksimal. ” imbuhnya.
penyemprotan hama di sawah Dlisen Wetan
Adapun strategi pengendalian Hama Wereng Batang Coklat (WBC), yaitu: 𝘛𝘢𝘯𝘢𝘮 𝘱𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘦𝘯𝘵𝘢𝘬 dalam areal yang luas. Karena Wereng coklat imigran terbang bermigrasi tidak dapat dihalangi oleh sungai atau lautan. Bila suatu daerah panen atau puso maka wereng makroptera (bersayap panjang) akan terbang bermigrasi mencari tanaman muda dalam populasi tinggi, hinggap (landing) dan berkembang biak pada tanaman padi muda. Bila areal tempat migrasi sempit, maka populasi imigran akan padat. 𝘗𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘢𝘯 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘢𝘴 𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 agar disesuaikan dengan keberadaan biotipe wereng coklat yang ada di lapangan.

Saat ini, biotipe wereng coklat yang berkembang di lapangan didominasi oleh biotipe 3 dan dibeberapa tempat telah ada biotipe 4 sehingga memerlukan varietas unggul baru (VUB) yang memiliki ketahanan terhadap biotipe tersebut. Badan Litbang Pertanian telah menyediakan beberapa VUB yang tahan terhadap biotipe tersebut, yaitu varietas Inpari. (inpari 31, 32, maupun 42). 

Selain itu kesaksian dari salah satu tenaga penyemprot dan sekaligus sebagai Ketua Kelompok Tani "NGUDI BOGO" Karim, mengatakan “campuran kedua bahan insektisida tersebut memang sangat ampuh untuk membunuh hama wereng nyatanya hama wereng tersebut langsung mati mengambang di permukaan air setelah disemprot menggunakan campuran kedua bahan insektisida tersebut.” jelasnya pada waktu istirahat di sela-sela kegiatan penyemprotan.

Penulis : Syair Arifin (Sekretaris Desa Dlisen Wetan)
Editor : Luthfi, Bayun
Baca Juga
Advertisement
Advertisement