Notification

×

Iklan




Curug Muncar Surga Alam Yang Tersembunyi

Sunday, 20 December 2020 | 07:36 WIB Last Updated 2020-12-20T00:36:35Z
Penulis : Nitis Oka Ruwaidha Ust Yogyakarta,
Berbicara mengenai objek wisata sebenarnya tidak ada habisnya, disetiap daerah memiliki objek wisata yang begitu menarik dan memiliki keunggulan tersendiri. Ketika saya ingin menjelajahi keindahan alam di Bruno, maka objek wisata yang petama kali muncul dipikiran saya yaitu Curug Muncar. Curug ini sangat indah dan unik menurut saya karena letaknya yang berada di dalam hutan dan jauh dari pemukiman warga. Tempat tersebut bisa dibilang sebagai surga yang tersembunyi yang berada di Bruno. Muncar sendiri memiliki arti “mancur” , karena bentuk curugnya seperti pancuran, namun untuk siapa yang menciptakan arti muncar tersebut belum diketahui dengan pasti dikarenakan cerita itu berasal dari mulut ke mulut. (nativeindonesia, 2020). 

Curug muncar sendiri bukanlah termasuk dalam objek wisata baru karena sejak dulu sudah banyak orang yang mengunjungi tetapi hanya saja untuk saat ini curug muncar sudah masuk dalam berbagai media informasi dan sekarang sudah banyak dikenal oleh semua kalangan masyarakat. Bahkan ada beberapa artis yang pernah mengunjungi curug muncar. Untuk menuju ke Curug Muncar, bisa menggunakan kendaraan roda dua tetapi hanya saja kendaraan tersebut tidak bisa sampai pada titik curugnya. 

Hanya setengah jalan yang bisa dilewati oleh kendaraan, untuk perjalanan selanjutnya ditempuh dengan berjalan kaki dikarenakan ada sebagian jalan yang belum diperbaiki. Karena sedang ada pekerjaan jalan jadi tempat penjualan tiket tidak ada maka untuk saat ini tidak dikenakan biaya masuk, tetapi sebelum adanya perbaikan jalan tiket masuk sebesar Rp.5000,00. Sekitar 30 menit waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak curug muncar, tetapi itu tergantung kepada kecepatan berjalan. Jalannya masih berupa tanah dan banyak batu cadasnya, jadi harus berhati-hati saat melakukkan perjalanan.Fasilitas yang tersedia yaitu kamar mandi, dan juga terdapat mushola kecil.


Disepanjang jalan terdapat beberapa tanjakan, karena letaknya yang berada diatas perbukitan, ada beberapa tanjakan yang bisa menguras tenaga namun hamparan alam yang masih asri dan menyejukan hati akan sedikit mengobati. Bahkan sering terlihat beberapa monyet yang sedang bergelantungan dipohon hanya saja tidak setiap waktu monyet  itu menampakan diri. 


Jika datang saat musim hujan, mungkin akan lebih menyusahkan karena bebatuan kecil dan tanah yang licin sehingga akan menghambat laju perjalanan. Disarankan untuk menggunakan alas kaki yang tebal dan kuat agar tidak mengalami kendala saat melalui perjalanan. Kemudian bawalah minum saat melakukkan perjalanan, karena hanya ada satu penjual itupun berada dipuncak curug muncar. Setelah melakukkan perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan akan terobati dengan keindahan curug muncar, air yang mengalir begitu deras, angin yang berhembusan menyejukan badan dan hamparan alam yang mempesona. 


Dipinggiran curug terdapat bebatuan yang besar dan bisa dijadikan tempat bersinggah dengan memandangi indahnya curug muncar. Selain itu bisa juga berenang bermain air dibawah airnya langsung, sensasi deras air yang jatuh ke badan akan terasa menyegarkan dan juga mengasyikan tentunya. Semua akan terbayarakan setelah mencapai puncak keindahan, seperti peribahasa “bersedih-sedih dahulu, bersenang-senanglah kemudian” itulah gambaran perjalanan menuju curug muncar.


Sumber : CepedakNews.com


Iklan

×
Berita Terbaru Update