Notification

×

Iklan

SMK Institut Indonesia Juara 2 LKS CNC Milling tahun 2020 LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK tahun 2020 tingkat Kabupaten

Saturday, 19 December 2020 | 16:16 WIB Last Updated 2020-12-19T09:19:36Z

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK tahun 2020 tingkat Kabupaten Purworejo, telah usai. Lomba yang mempertandingkan 22 mata lomba itu berlangsung dari Senin (14/12/2020) hingga Kamis (17/12/2020). Kegiatan diikuti oleh 42 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta se Purworejo dengan jumlah peserta 163 orang dan dilaksanakan di delapan SMK dengan menerapkan protokol kesehatan.


Dalam acara pembukaan yang dihadiri para kepala SMK se Kabupaten Purworejo, Senin (2/9), Kasi SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, Prihestu Hartomo, S.Pd, M.Si. mengatakan LKS (Lomba Kompetensi Siswa) merupakan ruhnya SMK, yang penguatannya sudah dilakukan sejak 2008. Seperti diketahui, Presiden Jokowi sendiri telah mengeluarkan Inpres no 9 tahun 2016, terkait dengan revitalisasi SMK sehingga SMK bisa mencetak siswa-siswa yang mempunyai kompetensi sesuai dengan tuntutan Dunia Indudstri (DuDi). 

“Selama ini link and match kita galakkan, sehingga standarisasi dari LKS ini betul-betul standar yang ada di DUDI. Dengan LKS ini, nantinya bisa memberikan impact pada anak didik peserta lomba, sehingga memiliki kompetensi sesuai yang menjadi aspek penilaian kinerja dalam DUDI,” ujarnya.


Drs. H. Rosidi, Kepala SMK Institut Indonesia Kutoarjo, yang terpenting dari LKS bukan menang atau kalah tetapi menjadikan kegiatan itu sebagai media untuk mendorong dan memotivasi siswa lebih giat dan serius dalam belajar. 

“Untuk LKS tahun 2020 ini SMK  Institut Indonesia Kutoarjo baru bisa di Juara 2 Lomba CNC (Computer Numerical Control) Milling, Juara 4 Lomba Perakitan Instalasi Listrik (Commercial Wiring dan Industrial control) dan Juara 5 Lomba TBSM (Teknik dan Bisnis Sepeda Motor),” ujarnya.


Pengampu Lomba CNC Milling, Drs. Agus Riyanto, mengatakan LKS adalah lomba tahunan SMK untuk menjaring siswa ungggul mulai dari tingkat kabupaten, propinsi dan nasional. Bagi yang juara nasional akan diberi kesempatan mengikuti kejuaran di tingkat internasional.


“LKS sangat penting diikuti untuk memotivasi belajar dan memberi pengalaman siswa bersaing dengan sekolah lain dan merefleksi kekurangan dirinya,” ujarnya.

Menurut Agus sekolahnya tidak ada persiapan kusus karena semua peralatan sudah ada. Ia hanya memilih siswa yang nilai Matematik dan Bahasa Inggris-nya bagus. Karena lomba CNC menggunakan program Master Cam yang semua instruksina berbahasa Inggris dan mengunakan hitung-hitungan matematis.


Sementara itu, Shinta Kusumastuti, ST., M.Pd, pengampu LKS Instalasi Listrik mengatakan untuk penilaian lomba melihat pada dua hal kesempurnaan instalasi dan kecepatan waktu.


“Untuk instalasi SMK ii tidak ada yang salah, sempurna. Tetapi kita kalah diwaktu karena peralatan yang kami punya masih manual sedang sekolah lain sudah alat-alat otomatis bermesin,” jelas Shinta.


Ia menambahkan, agar lomba fair play, kedepan saya mengusulkan agar semua peralatan peserta standar sama. Jika ada peserta belum memiliki, panitia harus menyediakan peralatan lomba itu, jelas alumni UGM Jurusan Teknik Elektro itu.

Iklan

×
Berita Terbaru Update