Notification

×

Iklan

Pendidikan Di Indonesia

Kamis, 30 Desember 2021 | 14:23 WIB Last Updated 2021-12-30T07:23:15Z

 






Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini, saya akan menulis pendapat saya mengenai masalah pendidikan di Indonesia.

Menurut saya, pendidikan di Indonesia sangatlah kurang. Pasalnya masih banyak sekolah yang kurang memenuhi standar pendidikan. Dan masih banyak juga anak-anak di Indonesia yang belum merasakan pendidikan yang layak dan bahkan putus sekolah. Lalu di Indonesiapun masih ada istilah “beli nilai” bahkan ijasah pun bisa dibeli. Pendidikan Indonesia ini masih kekurangan orang jujur. Buktinya nilai saja bisa dibeli, contoh kecilnya yaitu kian maraknya joki tugas. Joki tugas ini bisa dilakukan secara online, dan untuk tarif terbilang cukup murah. Apalagi saat pandemi covid-19 ini, banyak orang yang butuh pekerjaan untuk mencukupi kebutuhannya. Jadi mereka membuka jasa joki tugas online, dan untuk membayarnya dengan cara transfer ke rekening joki tugas itu.

Di Indonesia, banyak sekolah yang tidak layak untuk dipakai sebagai tempat belajar atau untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Pemerintahan di Indonesia juga kurang memperhatikan sekolah-sekolah dipelosok negeri. Banyak anak-anak di Indonesia yang kurang mampu, namun mempunyai semangat belajar yang tinggi. Karena masalah ekonomi, yang membuat pendidikan mereka terhambat sehingga mereka sering terganggu dalam proses belajar mengajarnya karena tempat yang tidak layak. Seperti misalnya atap yang bocor saat musim hujan atau bahkan terkena dampak banjir. Pemerintah kita tidak menyadari keadaan pendidikan di Indonesia yang sangat memprihatinkan ini, sedangkan sering kali siaran televisi menyiarkan berita tentang pendidikan di Indonesia yang kurang mengenakkan di pelosok negeri ini. Tetapi pemerintah masih kurang peka terhadap permasalahan pendidikan dan dampak yang terjadi pada anak-anak di Indonesia nantinya.

Sebenarnya untuk anggaran pendidikan di Indonesia terbilang cukup banyak. Tetapi anggaran ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pendidikan. Banyak anggaran yang disalah gunakan oleh pihak yang berwenang hanya untuk kepentingan pribadi, anggaran pendidikan sering kali di korupsi oleh mereka-mereka yang tidak bertanggung jawab, cukup miris pemerintah seolah tutup mata dengan kejadian-kejadian seperti ini. Semua pihak atau kalangan bawah merasa dirugikan karena adanya korupsi. Korupsi sangat mencoreng moral aspek pendidikan. Oleh karena itu korupsi harus segera diberantas, karena dampaknya sangat merugikan. Padahal jika di manfaatkan dengan benar, anggaran akan sampai merata ke sekolah-sekolah pelosok yang sangat membutuhkan. Pemerataan anggaran ini walaupun nanti hasil persentase pembagiannya nya hanya mendapat sebagian, namun paling tidak jika merata pasti akan membantu mereka yang kekurangan.

Kita sebagai manusia, pasti memiliki cita-cita. Dan dari sekolahlah kita memulai untuk belajar agar bisa menggapai apa yang kita inginkan. Kita mulai belajar lalu mendapat ilmu dan juga ijasah, surat yang paling dibutuhkan sebagai bekal masa depan kita, khususnya untuk berkarir. Dan lagi-lagi karna uang, orang yang tidak memenuhi pendidikan pun bisa mendapat ijasah hanya dengan “membeli” bahkan dengan nilai yang sempurna. Yang sangat tidak adil bagi masyarakat bawah adalah orang yang dengan mudah dan hidup lebih dari cukup yang bisa membeli ijasah beserta nilai-nilainya, bisa mendapat jabatan yang tinggi dengan upah gaji yang memuaskan pula. Tapi bagaimana dengan masyarakat kalangan bawah, yang hanya bermodalkan niat dan pendirian yang kokoh untuk mencapai pendidikan yang tinggi, yang belum terjamin masa depannya, kehidupan karirnya untuk mendapatkan kedudukan selayak usaha dan keahlian yang mereka punya. Keadilan di Indonesia sudah mulai pudar, orang dapat menghalalkan segala cara untuk bisa hidup dengan mewah. Korupsi dimana-mana, tapi hukuman untuk para koruptor masih belum seberapa. Buktinya banyak dari mereka yang belum jera, dan masih banyak yang melakukannya. Perlunya sosialisasi tentang korupsi kepada anak sejak dini sebenarnya cukup menguntungkan. Pasalnya anak-anak jadi mengerti dampak dari korupsi, cenderung mereka lebih mempunyai rasa empati yang mendalam.

Andai saja pemerintahan kita jauh lebih tegas pastilah tidak akan ada yang merasa dirugikan. Kurangnya aspek pendidikan keagamaan, akhlak dan berkehidupan bermasyarakat. Kembali ke masyarakat kalangan bawah, banyak anak-anak di Indonesia yang tidak bersekolah karna tidak memiliki biaya. Mereka menghabiskan hari-hari mereka untuk mencari uang, yang seharusnya dilakukan orangtua mereka. Mereka kebanyakan mencari uang dijalanan, menjadi tukang pengamen jalanan, peminta-minta dan bahkan ada juga yang bekerja sebagai tukang angkut, yang biasanya bebannya sangat berat, pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa.

Maka dari itu seharusnya pendidikan di Indonesia sebaiknya mendapat perhatian lebih oleh pemerintah. Agar kualitas pendidikan Indonesia tidak mudah diragukan lagi. Dan untuk pemerintah, semoga mereka cepat sadar akan nasib anak-anak Indonesia yang kurang mendapat pendidikan. Pemerintah tidak boleh tinggal diam atas permasalahan ini. Karena harus diluruskan, demi mencapai kesejahteraan bersama.

 

Penulis : Regita Ayu Andini (Mahasiswa UMP)

Iklan

×
Berita Terbaru Update