Notification

×

Iklan

Diduga Alami Depresi, Pria di Butuh Tewas Tertabrak Kereta Api

Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:58 WIB Last Updated 2022-08-11T05:12:07Z
BUTUH, (pituruhnews.com) Seorang pria ditemukan tewas di jembatan jalur perlintasan Kereta Api Butuh Km 472 +8/9 pada Rabu (10/8/2022). Berdasarkan informasi yang diperoleh sebelumnya korban tewas tertabrak kereta api hingga akhirnya tewas dilokasi kejadian.

Informasi ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Ryan Eka Cahya SIK, MSI. Disampaikan Ryan, insiden tersebut terjadi pada pukul 14.30 WIB.

"Insiden tersebut terjadi di jembatan perlintasan kereta api Butuh Km 472 +8/9 Desa Butuh RT 002 RW 008 Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo" kata Ryan saat dikonfirmasi media pituruhnews.com

Ryan menuturkan, berdasakan informasi yang telah dikumpulkan, korban, yang berprofesi sebagai pelajar itu, berinisial SAK (20). Korban merupakan warga  desa Binangun  Rt 002 Rw 001 Kec  Butuh Kab Purworejo

Kejadian bermula pada hari Rabu, kurang lebih pukul 14.30 WIB Ka. SPK Polsek Butuh  mendapat laporan dari saksi FK yang saat itu sedang berdinas di stasiun Butuh yang mendapatkan informasi dari masinis KA Sawunggalih dari arah barat perjalanan dari Stasiun Pasar Senen menuju ke Stasiun Pasar senen menuju  ke Stasiun Kutoarjo  bahwa ada seorang laki-laki menyebrang di Jembatan jalur perlintasan Kereta Api, 

Mendapat informasi tersebut, kepolisian dan pihak terkait langsung datang ke lokasi. Setelah dilakukan pencarian tubuh korban terbagi menjadi  4 (empat) bagian dan tidak dapat dikenali dan di sekitar tubuh korban tidak ditemukan identitasnya. Kemudian korban langsung dievakuasi ke RSUD Tjitrowardojo Purworejo untuk dilakukan visum.

Selain itu, kata Ryan, pihaknya juga sudah berkoordinasi untuk mengetahui dan menemukan keluarga korban. Selanjutnya bersama dengan orang tua korban melakukan pengecekan ciri - ciri fisik  dan pakaian yang di kenakan korban dan meyakinkan bahwa korban adalah anak kandung dari ibu S. 

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban selama ini mengalami depresi atau gangguan kejiwaan. (PN/Bayun)

Iklan

×
Berita Terbaru Update