![]() |
| Korban Insiden Kejadian Jembatan Gantung di Butuh saat ambruk. (PituruhNews.com/Istimewa) |
BUTUH – Sebuah insiden terjadi di jembatan gantung penghubung Desa Sidomulyo dan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Butuh, pada Minggu (14/12/2025) pagi, ketika tali sling baja penahan jembatan tiba-tiba putus dan menyebabkan empat warga terjatuh ke pinggir sungai. Peristiwa tersebut juga membuat sejumlah sepeda motor ikut terperosok ke bawah jembatan.
Kapolsek Butuh, AKP Irfan Sofar, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 07.44 WIB. Setelah menerima laporan dari warga, Polsek Butuh bersama Unit Reskrim, Unit Identifikasi, Unit 3 Satreskrim Polres Purworejo, Inafis, serta Pamapta Polres Purworejo langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Benar telah terjadi kejadian putusnya tali penahan jembatan gantung yang mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka dan beberapa sepeda motor terjatuh ke sungai,” ujar Iptu Irfan.
![]() |
| Kondisi pasca jembatan gantung ambruk di Butuh. (PituruhNews.com/Istimewa) |
Insiden bermula ketika rombongan sekitar 15 sepeda motor berangkat dari rumah Sukri Saifudin Zuhri, warga Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag, menuju acara kondangan di Desa Mangunjayan, Kecamatan Butuh. Untuk mempercepat perjalanan, rombongan memilih melintasi jembatan gantung Sidomulyo–Tanjung Anom.
Beberapa pengendara di bagian depan berhasil melintas. Namun saat lima sepeda motor berada di tengah jembatan, tali sling baja penahan jembatan tiba-tiba putus. Empat orang terjatuh dari ketinggian sekitar tiga meter, sementara lima sepeda motor mengalami kerusakan pada bagian bodi.
Keempat korban masing-masing bernama Jariman (44), Hadi Prayitno (33), Delip Suprapto (52), dan Feri Setiawan (16). Seluruh korban langsung dibawa ke RS Bhara Medika Butuh dan dinyatakan hanya memerlukan perawatan rawat jalan.
Hasil olah TKP menunjukkan jembatan gantung tersebut memiliki lebar sekitar 160 sentimeter dan panjang sekitar 25 meter, ditopang dua tali sling baja berdiameter sekitar tiga sentimeter yang keduanya ditemukan dalam kondisi terputus. Jembatan itu membentang di atas Sungai Pengantin dan disangga tiang besi setinggi kurang lebih delapan meter.
AKP Irfan menambahkan bahwa pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut pihak mana pun, yang diperkuat dengan surat pernyataan tertulis. “Situasi sudah kondusif dan penanganan di lokasi telah selesai dilakukan. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi sarana umum sebelum digunakan,” pungkasnya.
Kontributor: Lt
Editor: Hd

