Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Image Image Image Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Image

Monumen Pompa Lindeteves 1925 Diresmikan, Jejak Sejarah Air Minum Purworejo Diangkat Kembali

Sabtu, 13 Desember 2025 | 18:55 WIB Last Updated 2025-12-13T11:55:33Z

 

Pompa Lindeteves Stokvis 1925 yang berada di sisi barat kantor perusahaan pada Jumat (12/12/2025). (PituruhNews.com/Istimewa)

PURWOREJO - Perumda Air Minum Tirta Perwitasari meresmikan Monumen Pompa Lindeteves Stokvis 1925 yang berada di sisi barat kantor perusahaan pada Jumat (12/12/2025). Monumen ini menjadi penanda perjalanan panjang layanan air minum di Purworejo sejak masa kolonial Belanda.


Pompa peninggalan Belanda tersebut dahulu digunakan untuk menunjang kebutuhan militer dan jalur kereta api kolonial. Setelah Indonesia merdeka, instalasi pompa dialihkan untuk pelayanan masyarakat Purworejo. Peresmian dilakukan langsung oleh Direktur Perumda Tirta Perwitasari, H. Hermawan Wahyu Utomo, S.T., M.Si.


Hermawan menegaskan bahwa monumen ini memiliki nilai sejarah penting. “Kalau kita membuka sejarah, 1925 itu awal berdirinya perusahaan air bersih untuk kepentingan kolonial. Setelah kemerdekaan, kita ubah untuk kepentingan masyarakat Purworejo,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa monumen tersebut juga menjadi pengingat lahirnya PDAM modern. “Tanggal 12 Desember 1974 itu berdirinya PDAM Purworejo, lalu pada 2003 berubah menjadi Perumda Air Minum,” jelasnya.


Selain nilai sejarah, pompa ini juga memiliki nilai filosofis sebagai simbol masuknya teknologi perpompaan ke Purworejo. 


“Sistem perpompaan tertua berada di Tuksongo. Dulu manual, sekarang sudah digital dan komputerisasi,” paparnya.


Hermawan juga mengungkapkan rencana pengembangan instalasi Tuksongo dengan teknologi membran dari Korea agar kualitas air semakin baik dan dapat diminum langsung. Ia menambahkan bahwa pihaknya berencana menyusun kembali buku sejarah PDAM yang sempat terhenti.


“Kita rangkum lagi bukti-buktinya. Banyak siswa sekolah yang sering berkunjung untuk belajar tentang instalasi lama dan baru,” ujarnya.


Monumen ini diharapkan menjadi penyemangat bagi Perumda Tirta Perwitasari untuk memperluas layanan pada 2026, termasuk ke wilayah Grabag dan Ngombol.


Kontributor: Lut

Editor: Di

×
Berita Terbaru Update