PURWOREJO – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, Pemerintah Kabupaten Purworejo memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di lingkungan Pemda Purworejo pada Selasa pagi, melibatkan berbagai dinas terkait serta pemangku kepentingan.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Sumber Daya Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo, Neira Anjar Pujisusilo, menyampaikan bahwa periode Nataru selalu menjadi momentum dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, baik dari wisatawan maupun pemudik.
“Event Natal dan Tahun Baru di level kabupaten sudah kami rapatkan pagi tadi di Pemda bersama dinas-dinas terkait dan stakeholder. Kesiapan dimantapkan karena banyak faktor pendukung, terutama tingginya mobilisasi masyarakat dan kegiatan selama Nataru,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Neira menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata telah menyiapkan berbagai destinasi yang diprediksi ramai dikunjungi wisatawan. Selain objek wisata di pusat kota, kawasan pesisir seperti Pantai Dewa Ruci juga diproyeksikan menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat yang ingin menikmati libur akhir tahun.
Sebagai agenda utama, Pemkab Purworejo akan menggelar konser musik malam pergantian tahun di Amphiteater Alun-alun Purworejo pada Selasa malam, 31 Desember 2025, mulai pukul 20.00 WIB hingga pergantian tahun.
“Dengan kondisi anggaran yang ada, kami memaksimalkan kegiatan dengan menghadirkan Uncle Djink dan Zedo Maskara, serta pesta kembang api,” jelasnya.
Neira menambahkan bahwa pemerintah daerah hanya menyelenggarakan satu event terpusat pada malam Tahun Baru. Namun, pihaknya sangat terbuka terhadap masukan dan inisiatif dari masyarakat maupun komunitas untuk memperkuat event pariwisata di berbagai wilayah Purworejo.
“Jika event hanya terpusat di satu titik, maka kunjungan juga akan terpusat di lokasi tersebut. Namun apabila dipindah atau diselenggarakan di lokasi lain yang jauh dari pusat kota, hal itu justru dapat menggerakkan perekonomian di wilayah tersebut. Kami sangat mendukung konsep itu,” katanya.
Hingga saat ini, lokasi event pariwisata untuk tahun 2026 belum ditetapkan. Dinas Pariwisata membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi komunitas atau masyarakat yang ingin menyelenggarakan event di berbagai kecamatan.
“Kami selalu terbuka untuk berdiskusi bagaimana event-event yang ditempatkan di luar ibu kota kabupaten bisa sukses dan didukung banyak pihak. Tentu juga dibutuhkan pengamanan, koordinasi, serta legalitas,” tegasnya.
Neira berharap penyebaran event pariwisata di wilayah non-perkotaan dapat menggerakkan ekonomi lokal, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperkenalkan potensi daerah secara lebih luas. Dengan demikian, wilayah-wilayah tersebut berpeluang menjadi destinasi wisata baru di masa mendatang.
Menutup keterangannya, Neira mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perayaan malam Tahun Baru.
“Bagi masyarakat yang merayakan di rumah dan menyalakan kembang api, agar benar-benar memperhatikan faktor keamanan. Sementara bagi yang menghadiri event, kami mohon untuk menjaga ketertiban dan keselamatan bersama,” pungkasnya.
Kontributor: Luthfi
Editor: Adi
