![]() |
| Serial anime legendaris Doraemon resmi mengakhiri masa penayangannya di stasiun televisi RCTI per awal Januari 2026. |
PURWOREJO – Kabar duka bagi pecinta animasi tanah air. Serial anime legendaris Doraemon resmi mengakhiri masa penayangannya di stasiun televisi RCTI per awal Januari 2026. Keputusan ini menutup lembaran panjang sejarah penyiaran yang telah berlangsung hampir empat dekade.
Sejak pertama kali mengudara pada 9 Desember 1990, robot kucing dari masa depan ini telah menjadi teman setia sarapan pagi keluarga Indonesia. Namun, pada Minggu (4/1/2026), slot pukul 08.00 WIB yang biasanya diisi petualangan Nobita dkk sudah digantikan program hiburan lain.
Hingga kini, pihak RCTI belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan penghentian serial karya Fujiko F. Fujio tersebut. Pengamat industri televisi menduga hal ini terjadi lantaran habisnya masa kontrak hak siar dengan pemegang lisensi di Jepang.
Netizen sebenarnya sudah mencium gelagat ini sejak lama. Jam tayang Doraemon yang semula berdurasi 1,5 jam dipangkas menjadi 1 jam, lalu hanya tersisa 30 menit sebelum benar-benar hilang dari jadwal siaran.
Kabar berhentinya Doraemon diumumkan oleh akun @IndoPopBase di media sosial X. Informasi serupa juga disampaikan akun Habis Nonton Film. “Doraemon resmi berakhir tayang di RCTI setelah hampir empat dekade,” tulis @IndoPopBase. “Doraemon sudah berhenti tayang di RCTI. 35 tahun berlalu sejak 9 Desember 1990 dari stasiun TV ini rutin menayangkannya,” tulis akun Habis Nonton Film.
Kabar ini memicu gelombang kesedihan di media sosial. Tagar terkait Doraemon ramai dibicarakan warganet yang merasa kehilangan bagian dari masa kecil mereka.
“Sedih banget, padahal kalau sarapan di weekend pasti nyarinya Doraemon,” tulis salah satu netizen. “Doraemon itu ritual wajib jam 8 pagi, sekarang rasanya ada yang hilang,” timpal lainnya.
Meski berhenti di RCTI, ada secercah harapan bagi penggemar. Beredar kabar Doraemon tidak benar-benar pamit dari layar kaca Indonesia, melainkan hanya pindah “rumah”.
Beberapa fakta yang memicu spekulasi:
Proses dubbing berlanjut, pengisi suara versi Indonesia masih aktif mengalih suara episode terbaru.
Rumor pindah TV, Trans TV disebut berpotensi menjadi pemegang hak siar baru, mengingat film Doraemon terbaru ditayangkan oleh grup media tersebut.
Platform digital, Doraemon kemungkinan berfokus pada layanan Video on Demand (VOD) untuk menjangkau audiens generasi baru.
Dengan berakhirnya penayangan Doraemon di RCTI, sebuah era televisi keluarga Indonesia resmi ditutup. Namun, harapan tetap ada bahwa Doraemon akan kembali hadir di layar kaca atau platform digital untuk menemani generasi berikutnya.
Sumber: solobalapan.com Editor: TIM PN
