![]() |
| Penyerahan Cendra Mata Oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. |
PURWOREJO – Pemerintah pusat terus menggenjot program revitalisasi satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan nasional. Targetnya, pada tahun 2026 tidak ada lagi sekolah rusak di Indonesia. Untuk itu, pemerintah menargetkan lebih dari 71.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia akan menerima bantuan revitalisasi.
Hal ini seiring dengan rencana penambahan anggaran dalam APBN 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah merupakan salah satu program prioritas Presiden yang bertujuan memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.
“Revitalisasi ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya saat kunjungan kerja di Purworejo, Sabtu (24/1/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 pemerintah telah melaksanakan revitalisasi terhadap 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 98 persen pembangunan telah selesai, sementara sebagian kecil lainnya masih terkendala faktor cuaca dan kendala teknis di beberapa wilayah.
“Kalau ada yang belum selesai, biasanya karena kendala cuaca atau faktor keamanan di daerah tertentu. Namun secara umum progresnya sudah sangat baik,” kata Abdul Mu’ti.
Untuk tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran revitalisasi bagi sekitar 11.700 satuan pendidikan. Selain itu, pemerintah berencana mengusulkan penambahan anggaran sehingga total satuan pendidikan yang direvitalisasi dapat mencapai lebih dari 71.000 sekolah.
“Insyaallah sesuai arahan Bapak Presiden, kami akan mengusulkan penambahan anggaran. Kalau itu disetujui, totalnya bisa lebih dari 71.000 satuan pendidikan yang kita bantu revitalisasi di tahun 2026,” ujarnya.
Program revitalisasi ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh daerah, sekaligus memastikan setiap anak Indonesia dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan potensi mereka.
Kontributor: Luthfi
Editor: TIM PN
